Sabtu, 24 Agu 2019
  • Home
  • Headlines
  • Ina Perekam Video Ancam Jokowi Ditetapkan Tersangka Makar

Ina Perekam Video Ancam Jokowi Ditetapkan Tersangka Makar

admin Kamis, 16 Mei 2019 09:35 WIB
Ina Yuniarti
Jakarta (SIB) -Ina Yuniarti ikut terseret pidana setelah merekam video pengancaman terhadap Presiden Joko Widodo. Ina ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka makar.

"Ina Y sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Rabu (15/5).
Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis.

"Pelaku tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI yang sedang viral di media sosial saat sekarang ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 KUHP, Pasal 110 junto Pasal 104 KUHP, Pasal 27 ayat 4 junto Pasal 45 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE," ungkap Argo.

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut dan masih memeriksa Ina secara insentif. Ina saat ini berada di gedung Direktorat Krimum Polda Metro Jaya.

Ina ditangkap di rumahnya di Grand Residence City, Bekasi pada siang kemarin. Ina berperan merekam dan menyebarkan video itu.
Video itu beredar viral di media sosial. Dalam video yang direkam IY, Hermawan mengucapkan ancaman kepada Jokowi.

Ancaman itu dilontarkan Hermawan saat mengikuti demo di depan kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakpus pada Jumat (10/5). Hermawan sendiri mengaku mengucapkan ancaman itu karena emosi.

Dalam video tersebut, Ina tampak memegang ponsel dan mengarahkan videonya kepada Hermawan. Ina mengenakan kerudung berwarna biru dan kacamata hitam.

Relawan 02
Seperti apa keseharian Ina di lingkungan tempat tinggalnya di RT 02 RW 14 Grand Residence City, Setu, Kabupaten Bekasi?
"Dia single parent itu, janda anak tiga," kata Ketua RT 02 RW 14 Grand Residence City, Nurdin, kepada wartawan di lokasi, Rabu (15/5).

Nurdin mengatakan Ina bekerja sebagai sales promotion girl (SPG). Menurut Nurdin, selama Pemilu 2019, Ina menjadi relawan salah satu pasangan calon dan sering sibuk dengan kegiatan kampanye.

"(Ina) relawan 02, tapi aktif sih nggak, karena pilpres saja," kata Nurdin.

Nurdin juga mengetahui Ina mengikuti demo di depan Bawaslu pada Jumat (10/5) lalu. Menurut Nurdin, Ina ikut demo atas dasar simpatinya terhadap paslon.

"Alasannya sih (ikut demo) karena tim sukses dari relawan 02 karena relawan 02 sih," sebutnya.

Selama Pemilu 2019, lanjut Nurdin, Ina sering ke luar rumah. Ina terkadang pulang hingga larut malam karena kegiatannya sebagai relawan itu.

"Berangkat pagi pulang malam, pas pemilu ini udah sering jarang di rumah. Udah susah nemuinnya. Kadang pagi jam 06.00-07.00 udah cabut, balik kira-kira tengah malam. Dari seminggu sebelum pilpres juga begitu udah sibuk," tuturnya.

Meski begitu, kata dia, Ina tidak pernah berbuat masalah. Ina juga tidak ada masalah dengan tetangga lain yang berbeda pilihan politik.

"Kalau di sini sih nggak pernah nyudut-nyudutin, saya sebagai ketua RT saya warning jangan ngomogin politik. Ini grup RT ada masing-masing ranahnya sendiri," tuturnya. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments