Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Headlines
  • Idul Adha 1440 H, Manusia Terdorong Tingkatkan Kesalehan Sosial

Jokowi di Bogor, JK di Makassar

Idul Adha 1440 H, Manusia Terdorong Tingkatkan Kesalehan Sosial

* Dukung Idul Adha, Misa Pagi Gereja Katedral Dimundurkan 3 JamTradisi
admin Senin, 12 Agustus 2019 10:13 WIB
SIB/Ant/Aprillio Akbar
TOLERANSI UMAT BERAGAMA: Sejumlah warga berjalan menuju Masjid Istiqlal untuk melaksanakan Salat Idul Adha seusai memarkir kendaraan bermotornya di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (11/8). Otoritas Gereja Katedral di Jakarta selain menyediakan halaman gereja sebagai tempat parkir bagi warga muslim yang melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal juga mengubah jadwal ibadah misa Minggu dari pukul 06.00 WIB menjadi pukul 10.00 WIB untuk menghormati umat muslim yang merayakan Hari Raya Idul Adha.
Bogor (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) merayakan Idul Adha tahun 1440 H atau 2019 Masehi. Jokowi berbicara mengenai ketakwaan terhadap Allah SWT dan hubungan antarsesama manusia.

"Ya ini kan tadi seperti disampaikan oleh khatib bahwa ikatan ketakwaan kita pada Allah SWT wajib, juga ikatan hubungan antarmanusia wajib kita lakukan," kata Jokowi di Lapangan Astrid Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/8).

Jokowi menekankan makna kurban dalam Idul Adha. Dari pengurbanan ini, manusia terdorong untuk meningkatkan kesalehan secara sosial.

"Dan paling penting di Hari Raya Idul Adha ini adalah dari sisi kurban, pengurbanan. Itu adalah dorongan kita untuk melakukan kesalehan sosial yang saya kira di negara kita masih terus harus kita dorong agar seluruh umat melakukan itu dengan baik," ujar Jokowi.

"Baik dengan teman, tetangga, saudara, dan rekan sekampung saya kira yang berkaitan dengan kesalehan sosial harus kita dorong," papar Jokowi.

Pesan ini juga disampaikan Jokowi lewat akun media sosialnya.

"Dengan berkurban kita memberikan yang terbaik demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagai warga negara, kita berkorban dengan sumbangsih terbaik bagi bangsa, masyarakat, keluarga, dan masa depan generasi kita," ucap Jokowi.

Alasan Jokowi
Sejak 3 tahun terakhir, Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu menunaikan salat Idul Adha di Jawa Barat. Kali ini, Jokowi salat di Kebun Raya Bogor.

Pada tahun 2017, Jokowi salat Id di Lapangan Merdeka Sukabumi. Sementara tahun lalu, Jokowi salat di Lapangan Tegar Beriman Cibinong, Kabupaten Bogor.

Dan tahun ini, Jokowi salat di Lapangan Astrid Kebun Raya Bogor. Rupanya Jokowi memiliki alasan tersendiri.

"Ya kan memangnya tinggal di Jawa Barat, cari yang dekat, biar nggak jauh," ujar Jokowi, Minggu (11/8).

Tahun ini, Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana saat salat Id. Hadir juga Mensesneg Pratikno dan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Jokowi juga memberikan sapi kurban di Kebun Raya Bogor. Selain di Kebun Raya Bogor, Jokowi berkurban sapi di sejumlah daerah.

Kurban Pertama
Sementara itu, penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, dimulai dengan sapi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pantauan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (11/8) sekitar pukul 09.30 WIB para petugas sudah bersiap-siap menyembelih sapi Jokowi. Sejumlah petugas berbaju seragam hijau langsung bersiap.

"Sapi pertama yang akan disembelih dari bapak Presiden Joko Widodo dan keluarga," kata salah satu panitia pemotongan melalui pengeras suara.

Beberapa orang dari petugas berbaju hijau tersebut kemudian menggiring sapi Jokowi ke area pemotongan. Sapi jenis limosin itu tampak jinak saat digiring petugas.

Setibanya di area pemotongan, prosesi penjatuhan sapi mulai dilakukan. Petugas kemudian mengikat kaki depan dan belakang sapi Jokowi dengan tambang.

Lilitan tambang di kaki sapi Jokowi terlihat berbentuk angka delapan, dengan ekor tambang yang dipegang oleh beberapa petugas.
Setelah memberikan aba-aba, secara serentak petugas menarik tambang tersebut. Seketika sapi seberat 1,7 ton itu jatuh.

Setelah sapi jatuh, seorang jagal menghampiri sapi Jokowi. Proses penyembelihan pun dilakukan.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi berkurban sapi jenis Limosin ke beberapa tempat salah satunya di Masjid Istiqlal. Sapi Jokowi di Masjid Istiqlal berwarna cokelat terang.

"(Sapi Jokowi) beratnya sekitar 1,7 ton. Ini sapinya jenis limosin. Umurnya sekitar 3,5 tahun, ya, sama kayak umur ngerawat-nya," ujar Wakil Ketua Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah, Sabtu (10/8).

Kisah Nabi dan Ekonomi Umat
Ustaz Yusuf Mansur menjadi khatib salat Idul Adha 1440 H di Masjid Istiqlal. Dalam ceramahnya, Yusuf Mansur bicara tentang kisah-kisah nabi hingga ekonomi umat di Indonesia.

"Allah menceritakan bagaimana kisah-kisah nabi dan rasulnya bisa menguatkan hati kita, membesarkan perasaan kita, menggembirakan pikiran hati dan perasaan kita," kata Yusuf Mansur.

Dia menceritakan, pada zaman itu para nabi tidak ada yang hidup mudah. Dia menuturkan, pada saat itu hidup para nabi dipenuhi rintangan dan ujian.

"Para nabi dan sahabat diuji dengan kesulitan, diuji dengan tempaan fisik dan nonfisik dan dicarikan musuh lebih besar jauh darinya. Nggak ada nabi yang dapat musuh kelewat gampang. Musa misalnya lawannya Firaun," ungkap Yusuf.

Menurut Yusuf Mansur, kisah-kisah itu seharusnya menjadi contoh untuk keberlangsungan masyarakat saat ini. Yusuf kemudian bicara soal kehidupan anak pesantren yang lebih tangguh menjalani hidup.

"Bicara tempaan saya melihat anak-anak pesantren relatif jauh lebih tangguh. Menghadapi antrean panjang saat makan, mandi, mau buang air, nggak keburunya sarapan, makan siang, makan malam, beraktivitas dalam keadaan lapar, berhadapan dengan berbagai hukuman kedisiplinan, beragam tipe karakter dari sekian anak-anak tapi kesusahan pesantren malah dewasakan anak-anak," ujar Yusuf mansur.

Dalam ceramahnya itu, Yusuf Mansur juga berbicara soal ekonomi umat. Saat ini dikatakannya banyak perekonomian yang dikendalikan oleh orang-orang luar, padahal perekonomian itu bisa dikendalikan oleh umat.

Ia memberi contoh pesantren-pesantren, sekolah Islam hingga rumah sakit Islam yang masif dikelola dari luar dan jarang dikelola oleh umat. Padahal jika dikelola oleh umat dapat membuat perekonomian umat baik.

"Harusnya umat Islam nggak ada yang miskin, umat pemilik seluruh potensi, nggak ada yang terlambat. Jangan lupa kita ajak umat lain, umat Kristen, Konghucu, seluruh umat Indonesia insyaallah seluruh potensi ini jadi milik bersama," kata Yusuf.

"Mari kita angan-angankan apa yang jadi potensi seluruh tanah air kembali ke umat, bukan cuma digitalisasi pendidikan tapi kita impikan digitalisasi umat dengan menempatkan umat sebagai owner dan investor sekalian," pungkasnya.

Misa Mundur 3 Jam
Indahnya toleransi terlihat di momen Idul Adha 1440 Hijriah atau 2019 Masehi. Misa pagi di Gereja Katedral dimundurkan 3 jam di Hari Raya Idul Adha tahun ini.

"Berhubung hari Minggu 11 Agustus 2019 bertepatan dengan hari Idul Adha dan mengingat bahwa saat ini sedang ada pekerjaan renovasi di kompleks Masjid Istiqlal, maka sebagai bentuk dukungan kepada saudara-saudari muslim yang akan beribadah salat Id maka DPH Paroki Katedral memutuskan menyesuaikan jadwal misa," tulis pihak Katedral dalam situs resminya, Sabtu (10/8).

Gereja Katedral berada persis di depan Masjid Istiqlal yang menggelar salat Idul Adha 2019. Mereka menyesuaikan jadwal misa pagi.

Misa pagi bakal dilakukan pada pukul 10.00 WIB dan 12.00 WIB, sementara misa sore dilakukan pada pukul 17.00 WIB serta 19.00 WIB. Misa pada hari Minggu biasanya digelar pada pukul 06.00 WIB, 08.00 WIB, 10.30 WIB, 17.00 WIB dan 19.00 WIB.

Untuk membantu jemaah yang akan melaksanakan ibadah, Katedral juga menyediakan lahan parkirnya.

Para jemaah tampak antre memarkirkan kendaraannya. Petugas keamanan gereja membantu jemaah menata kendaraannya di halaman gereja.

Berbagai macam kendaraan saat ini sudah terparkir rapi di Gereja Katedral. Usai memarkirkan kendaraannya, jemaah menuju Istiqlal.
Petugas tampak berjaga di sekitar Istiqlal. Polisi dan Satpol PP terlihat membantu mengatur arus lalu lintas.

JK di Makassar
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berlebaran Idul Adha di Makassar, Sulawesi Selatan. JK bersyukur dan bahagia dapat merayakan Idul Adha di Makassar.

"Saya alhamdullilah dapat hadir pada pagi ini setelah bertahun-tahun tidak hadir pada Idul Fitri atau Idul Adha," kata Wapres JK, dalam sambutanya di Lapangan Karebosi, Minggu (11/8).

JK menyampaikan kebahagiaannya dapat lebaran di kampung halaman bersama keluarga dan warga Sulsel semoga mendapat berkah dari Allah SWT.

"Saya merasa sangat berbahagia untuk hadir lagi dan saya ingin menyampaikan semoga kita semua diberikan berkah oleh Allah SWT," jelasnya.

Pelaksanaan salat Idul Adha di Lapangan Karebosi Makassar diisi oleh Prof Dr Kasjim Salenda. JK nampak didampingi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Kapolda Sulsel Irjen Hamidin, Pangdam, Wagub Susel Sudirman Sulaiman Kapolrestabes Makassar serta Pj Wali Kota Makassar.

JK Berpesan soal Makna
JK berpesan agar bisa berkurban, termasuk memakmurkan masyarakat

"Kurban bukan hanya sapi atau kambing, tapi berkurban sesuai kemampuan kita. Bagi kita menjalankan ibadah dengan baik, bagi kita semua memakmurkan masyarakat, semua itu yang patut kita kurbankan semua," kata Wapres JK.

JK berpesan agar masyarakat di Indonesia, khususnya Makassar, Sulawesi Selatan, bisa menjalankan ibadah dengan baik.

"Saya ingin menyampaikan penghargaan kepada kita semua di Makassar menjalankan ibadah dengan baik," jelasnya. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments