Jumat, 03 Apr 2020
  • Home
  • Headlines
  • Ibunda Meninggal Dunia, Jokowi Mohon Doa Masyarakat

Ibunda Meninggal Dunia, Jokowi Mohon Doa Masyarakat

* Para Menteri Diminta Tak Melayat,Tetap Fokus Tangani Corona
redaksisib Kamis, 26 Maret 2020 09:52 WIB

Joko Widodo berfoto bersama ibunya,Sudjiatmi Notomihardjo

Jakarta (SIB)
Ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomiharjo, wafat kemarin sore. Jokowi memohon doa dari masyarakat agar almarhumah diampuni dari segala dosanya.

"Atas nama keluarga besar saya ingin memohonkan doa agar segala dosa-dosanya diampuni Allah SWT dan husnul khotimah," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/3).

Jokowi mengatakan sang ibunda mengidap penyakit kanker sejak 4 tahun lalu. Sudjiatmi bahkan sempat dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto.

"Saya tahu bahwa ibu ini sudah 4 tahun mengidap sakit yaitu kanker dan sudah berobat sudah berusaha berikhtiar utamanya ke RSPAD Gatot Subroto, tetapi memang Allah sudah menghendaki," ujar Jokowi.

Sudjiatmi tutup usia pada umur 77 tahun. Dia meninggal dunia pukul 16.45 WIB di Rumah Sakit TNI (RST) Tingkat III Slamet Riyadi Surakarta, Jawa Tengah. Almarhumah akan dimakamkan di Pemakaman Keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Kamis (26/3) besok.

Fokus Tangani Corona
Presiden Jokowi meminta para menteri di Kabinet Indonesia Maju tak melayat ibundanya di Solo. Para menteri diminta tetap berfokus menangani pandemi virus Corona (COVID-19).

"Fokus bekerja, khususnya fokus bekerja mengatasi masalah COVID-19 dan dampaknya, baik medis maupun nonmedis," ujar Menkominfo Johnny G Plate.

Johnny mengatakan Jokowi meminta para menteri mendoakan ibundanya dari Jakarta.

"Para menteri mendoakan dari Jakarta atau dari tempat masing-masing," katanya.

Sebelumnya, arahan Jokowi itu disampaikan melalui Mensesneg Pratikno. Lewat pesan singkat di WhatsApp, Pratikno disebut menyampaikan pesan tersebut.

"Doa Bapak Ibu untuk Ibunda Presiden Jokowi yang wafat dari Jakarta saja. Mohon Bapak Ibu fokus pada tugas masing-masing," pesan Pratikno di WA.

Pesan Pratikno itu pun dibenarkan Wamendes Budi Arie Setiadi. Budi mengatakan Jokowi memberi arahan agar seluruh anggota kabinet tetap fokus menjalankan tugas dan tak melayat ke Solo.

"Betul. Arahan Presiden yang disampaikan lewat Pak Mensesneg dan Menseskab agar seluruh anggota kabinet tetap menjalankan tugas dan fungsinya. Karena pemakaman ini bersifat internal," ujar Budi saat dimintai konfirmasi.

Ucapkan Belasungkawa
Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomiharjo. Ucapan belasungkawa ini ia sampaikan melalui akun Twitter pribadinya.

"Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun. Kami dan keluarga besar PP Muhammadiyah turut berduka cita atas wafatnya Ibu Hj. Sujiatmi Notomiharjo ibunda Presiden @jokowi," tulis Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di akun Twitter-nya, @HaedarNs.

Haedar pun mendoakan semoga Sudjiatmi Notomiharjo husnul khotimah.

"Semoga Almarhum Husnul Khotimah," sambungnya.

Selain Haedar, sejumlah pejabat telah mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya ibunda Jokowi. Salah satunya adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Turut berduka cita atas meninggalnya Ibu Sujiatmi Notomiharjo, Ibunda dari Bapak Presiden @jokowi," tulis Ahok di Twitter-nya.

Ahok dikenal dekat dengan Jokowi. Dia adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta saat Jokowi menjadi orang nomor 1 di Ibu Kota pada 2012. Ahok mendoakan ibunda Jokowi mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

"Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya," tutur Ahok.

Profil Sudjiatmi
Sudjiatmi lahir pada tanggal 15 Februari 1943 di Dusun Gumukrejo, Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Ayah Sudjiatmi bernama Wirorejo dan ibunya bernama Sani.

Sudjiatmi adalah anak perempuan satu-satunya dari 3 bersaudara. Meski begitu, orang tua Sudjiatmi tetap menyekolahkannya.
Kala itu, Sudjiatmi merupakan satu-satunya murid perempuan. Pelajaran kesukaannya yakni pelajaran berhitung.

Ketika remaja, Sudjiatmi bertemu dengan seorang pria yang kelak menjadi suaminya, Widjiatno. Widjiatno merupakan teman dari kakak kandung Sudjiatmi, Mulyono.

Saat itu usia Sudjiatmi dan Widjiatno terpaut 3 tahun. Ketika dewasa, Widjiatno mengubah namanya menjadi Notomiharjo.
Sudjiatmi dan Notomiharjo menikah pada tanggal 23 Agustus 1959. Kala itu, Sudjiatmi berumur 16 tahun sedangkan Notomiharjo berumur 19 tahun.

Ketika dewasa, Sudjiatmi membantu suaminya berjualan kayu. Dari pasangan itu lahir 4 orang anak yakni Jokowi (55) , Iit Sriyantini (52), Idayati (50), dan Titik (48).

Kamu Harus Tegar
"Kamu harus tegar, kuat, dan berpendirian kuat." Itu adalah salah satu kalimat wejangan ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomiharjo, kepada anak laki-lakinya tersebut. Wejangan itu akan selalu diingat oleh Presiden Jokowi.

Sudjiatmi sempat diwawancarai saat Hari Ibu pada 24 Desember 2018 di Solo, Jawa Tengah. Kala itu usia Sudjiatmi 75 tahun, Sudjiatmi, yang kala itu masih sehat, berbagi wejangan kepada masyarakat.

Sudjiatmi bercerita mengenai kebiasaan Jokowi yang sering meneleponnya di sela-sela kesibukan sebagai Presiden Indonesia. Jokowi selalu meminta wejangan-wejangan kecil kepada ibundanya.

"Kamu harus tegar, kuat, dan berpendirian kuat. Punya pendirian sendiri. Jangan mau ditekan-tekan orang lain. Saya pesan cuma itu saja," ungkap Sudjiatmi menirukan pesannya kepada Jokowi.

Sudjiatmi mengatakan selalu menanamkan kejujuran pada Jokowi. Sosok ibu yang selalu mengingatkan hal baik kepada Jokowi.

"Dari kecil saya tanamkan, bila besok sudah besar, mau kerja apa boleh, terserah pilihanmu sendiri, tapi harus dipegang: jujur dan mau kerja keras. Itu yang saya tanamkan sejak dulu. Juga tulus dan ikhlas. Dari dulu saya ingatkan, ingatkan, ingatkan," tutur Sudjiatmi.

Sudjiatmi juga berperan saat Jokowi awal-awal terjun ke dunia politik. Saat itu, Jokowi tidak mendapat restu dari Sudjiatmi. Namun, melihat kesungguhan Jokowi, Sudjiatmi akhirnya luluh dan mendoakan anaknya itu, yang kini menjadi Presiden Indonesia.

"Saya awalnya ndak setuju juga. Wong dia itu wiraswasta, dari saudara-saudaranya semua, kakek, nenek, dan pakde-pakdenya, pakliknya wiraswasta, dia kok mau ke politik. Saya tanya, cari apa kamu? Mau belok, mau nyalon wali kota itu lo," katanya.

"Saya ya kalau anaknya mau maju, ya, sudah, saya merestui dan mendoakan. Sampai gubernur dan sampai presiden begitu, dia pasti umroh dulu," imbuhnya.

Kini wejangan-wejangan Sudjiatmi akan selalu dikenang oleh Jokowi. Nasihat-nasihat itu pasti akan selalu diingat oleh anak-anaknya. Selamat jalan, Ibu Sudjiatmi. (detikcom/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments