Kamis, 02 Jul 2020
PalasBappeda

IPW Desak Polri Tahan Mantan Kapolda Metro Jaya

admin Rabu, 12 Juni 2019 09:10 WIB
Neta S Pane
Jakarta (SIB) -Untuk menunjukkan profesionalitas dan menghindari anggapan tebang pilih, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polri juga melakukan penahanan terhadap mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Pur) Sofjan Jacoeb. Penahanan ini sejalan dengan sikap Polri sebelumnya yang sudah melakukan penahanan terhadap Mayjen Purn Soenarko dan Kivlan Zein dengan tuduhan kasus yang sama yakni makar.

"IPW mengapresiasi Polri yang menetapkan Sofjan Jacoeb sebagai tersangka kasus makar. Selanjutnya Polri juga harus melakukan langkah yang sama, menahan yang bersangkutan, sama seperti dua tersangka lainnya,"ujar Ketua Presidium IPW Neta Pane di Jakarta, Selasa (11/6).

Neta mengatakan penetapan Sofjan Jacoeb sebagai tersangka menunjukkan bahwa Polri sangat serius untuk menuntaskan kasus makar. Untuk itu IPW mendesak Polri segera menahan Sofjan agar mantan Kapolda Metro Jaya itu tidak mempersulit proses penyidikan dan tidak menghilangkan barang bukti. Hal ini mengingat Sofjan adalah polisi senior yang sangat paham liku liku proses penyidikan.

Selain Sofjan, IPW juga mendesak segera memeriksa tujuh jenderal purnawirawan Polri lainnya yang ikut rapat dengan Sofjan Jacoeb. Mereka adalah Irjen A, Irjen HP, Brigjen SH, Brigjen DS, Brigjen Z, Brigjen ES, dan Brigjen Har. Semuanya purnawirawan Polri. Jika ketujuh jenderal senior itu ikut terlibat dalam upaya makar, mereka juga harus dijadikan tersangka dan segera ditahan.

Dalam menuntaskan kasus makar, Polri harus lebih dulu membersihkan internalnya agar upaya penegakan hukum yang sedang dilakukan kepolisian tidak digerogoti atau direcoki dari dalam, terutama dari para purnawirawan yang masih punya akses ke internal penyidik Polri. Artinya, setelah menjadikan Sofjan Jacoeb sebagai tersangka, Polri perlu memeriksa tujuh jenderal purnawirawan lainnya yang "ikut" bersama Sofjan. Setelah itu Polri perlu menelusuri apakah ada jenderal aktif atau perwira aktif di tubuh Polri yang ikut mendukung gerakan yang dilakukan Sofjan Jacoeb. Jika ada, pembersihan harus segera dilakukan agar keterlibatan mereka tidak menjadi duri dalam daging bagi Polri dalam melakukan upaya penegakan hukum terhadap para tersangka makar maupun kerusuhan 22 Mei. (BR10/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments