Rabu, 23 Jan 2019
  • Home
  • Headlines
  • Hutan Pinus Kawasan Danau Toba di Dairi Terancam Rusak

Hutan Pinus Kawasan Danau Toba di Dairi Terancam Rusak

* Daun Berguguran, Batang Disadap Hingga 10 Titik
admin Jumat, 11 Januari 2019 10:00 WIB
SIB/Berliana Situmorang

DISADAP: Pohon pinus disadap dan getahnya ditampung dalam mangkok penampungan.

Sidikalang (SIB) -Hutan pinus di kawasan Danau Toba terancam rusak. Pasalnya, daun berguguran, batang disadap 3-10 titik/batang untuk getah pinusnya dengan kedalaman kurang lebih 3 cm dan panjang 80 cm.

Demikian disampaikan pemuda setempat, Andre Agasi Sigalingging, Darwinton Sitanggang, Ariko Simalango dan Fransiskus Simanjorang kepada SIB, Rabu (9/1) di Desa Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Dairi.

Disampaikannya, dalam satu batang pohon pinus, diambil dengan 3-10 titik disadap untuk getah pinus. Menurutnya, hal tersebut menyebabkan pohon pinus terlihat layu dan terancam rusak.

"Satu pohon saja sudah disadap dengan berapa titik. Pohon kecil disadap dengan 3-4 titik, pinus besar disadap 5-10 titik, hal ini kan tidak sesuai lagi dan terkesan buru-buru dan mengejar target. Yang saya ketahui, hal tersebut tidak sesuai dengan standar yang sebenarnya. Kita tidak permasalahkan, pinus tersebut disadap, namun jika tidak sesuai dengan standar, kita takut imbasnya akan sangat fatal, " ujar Andre.

Ditambahkannya, penyadapan pohon pinus tersebut sudah berlangsung lebih kurang 3 bulan. Awalnya, pohon pinus dimulai dari wilayah Lae Pondom dan sekarang sudah menyebar di kawasan Danau Toba.

"Hal ini sudah berlangsung lebih kurang 3 bulan. Informasi yang kami dapat, yang mengerjakan sebuah Perseroan Terbatas (PT), namun kami tidak tau PT apa yang bekerja, karena di depan mess mereka tidak ada plank merek. Kita bertanya pun susah, sebab yang berada disini hanya pekerja, ketika ditanya mereka tidak memberikan banyak komentar," tambah Darwinton.

Lebih lanjut, Darwinton menuturkan sangat khawatir akan penyadapan pinus ini. Pasalnya, apabila pohon pinus rusak dan tidak ada lagi pohon yang menahan tanah dan batu di atas perumahan mereka.

"Perumahan kami tepat dipinggir Danau Toba ini dan di tempat yang rendah, jika suatu saat pohon pinus mati, tidak akan ada lagi yang menahan bebatuan dari atas, kami takut akan berdampak fatal untuk kami. Selain itu, jalan menuju Sidikalang juga akan terancam jika hal ini terus berlanjut," ucapnya.

Masih dalam penuturan Darwin, mereka berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi maupun Pemerintah setempat supaya memberikan sosialisasi, terkait penyadapan pinus ini. Pasalnya, sejauh ini mereka mengaku belum ada sosialisasi mengenai hal tersebut.

"Kami belum ada diundang sosialisasi terkait hal ini. kita tidak permasalahkan, apakah penyadapan ini resmi atau tidak, kami hanya ingin mengetahui apakah prosedur penyadapan yang dilakukan saat ini, sesuai dengan standar. Selain itu, jika terjadi hal yang tidak diinginkan akibat penyadapan ini, siapa yang harus bertanggung jawab," ungkapnya.

Pantauan SIB, Rabu (9/1) di kawasan Danau Toba, terlihat pohon pinus sudah disadap hingga menyebabkan daun pinus gugur, batang terkesan layu dan mati.(Dik-BS/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments