Jumat, 06 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Hong Kong Kembali Kacau, Demonstran Bertindak Anarkis Kuasai Bandara

Hong Kong Kembali Kacau, Demonstran Bertindak Anarkis Kuasai Bandara

admin Senin, 02 September 2019 09:25 WIB
dailymail
BERTINDAK ANARKIS: Demonstran Hong Kong mulai bertindak anarkis dengan melakukan pembakaran dekat kantor polisi Hong Kong di Wan Chai, Sabtu (31/8). Demonstran juga memblokir jalur ke Bandara Internasional Hong Kong yang menyebabkan layanan kereta api di bandara ditutup.
Hong Kong (SIB) -Pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong memblokir jalur ke Bandara Internasional Hong Kong. Mereka telah menduduki bandara serta melakukan sejumlah perusakan. Sebagaimana dilansir AFP pada Minggu (1/9), operator kereta Airport Express mengatakan layanan mereka ditunda. Sementara para demonstran dengan pakaian hitam- bersembunyi dari kamera CCTV di bawah payung-membangun barikade di stasiun bus bandara. Mereka berusaha menghentikan lalu lintas di jalan utama menuju terminal.

Di luar salah satu terminal di pusat internasional, demonstran memicu alat pemadam kebakaran, menumpuk troli bagasi ke barikade jalan darurat dan menghancurkan kamera pemantau. Polisi Hong Kong mengatakan mereka siap untuk melaksanakan 'operasi pembubaran'. Dalam sebuah postingan Facebook, mereka juga memperingatkan demonstran untuk meninggalkan kawasan bandara sesegera mungkin.

Penerbangan sejauh ini tidak terganggu. Tetapi beberapa penumpang dibingungkan oleh kekacauan yang dibuat oleh para demonstran. "Saya ingin pergi ke bandara untuk mencari saudara perempuan saya, tetapi saya tidak bisa masuk," kata seorang pembantu rumah tangga Indonesia Samirah kepada AFP. Bandara ini dilindungi oleh perintah larangan masuknya demonstran. Hal ini diberlakukan setelah penutupan pada Agustus yang berakhir dengan bentrokan. Namun para demonstran secara konsisten mengabaikan langkah hukum yang melarang tindakan mereka.

Penggerudukan di bandara itu dilakukan usai polisi dan demonstran bentrok pada Sabtu malam. Bentrokan ini adalah kekerasan paling intens sejak kerusuhan meletus pada bulan Juni lalu. Bentrokan ini dipicu kekhawatiran atas Beijing yang berencana untuk mengikis otonomi yang diberikan kepada Hong Kong saat diserahkan kembali ke China dari Inggris di 1997.

China menyangkal tuduhan ikut campur dalam masalah di Hong Kong. Menurut China hal tersebut merupakan urusan internal. Mereka mengecam protes tersebut dan memperingatkan akan ancaman kerusakan ekonomi.

Para pengunjuk rasa di luar bandara, banyak yang memegang payung sembari meneriakkan 'Berjuang untuk kebebasan! Berdiri dengan Hong Kong!'. Sedangkan polisi anti huru hara menyaksikan aksi itu dari dalam gedung terminal.

Awalnya kelompok pegiat Front Hak Asasi Manusia Hong Kong (CHRF) akan membatalkan rencana mereka setelah gagal mendapatkan izin dari kepolisian. Namun ternyata mereka tetap melakukan aksi protes meski tak mendapatkan izin. Kelompok yang menggagas aksi demonstrasi damai pada akhir pekan ini juga telah mengalami penangkapan dan penganiayaan.

Puluhan ribu demonstran yang mengenakan payung warna-warni sudah melancarkan aksi sejak siang hari. Mereka meneriakkan yel-yel 'rebut kembali Hong Kong, revolusi era kita'. Hari beranjak sore, rangkaian aksi kekerasan mulai terjadi di pusat bisnis kota. Kelompok minoritas demonstran yang bersikap keras (hardcore) melepaskan molotov dan batu ke arah polisi antihuru-hara.

Asap hitam membumbung dari api besar yang disulut oleh pengunjuk rasa bertopeng di jalan raya. Lokasinya berada di dekat markas polisi pusat Hong Kong. Polisi Hong Kong menyatakan 'pengunjuk rasa radikal' melemparkan 'bahan korosif dan bom bensin' ke kantor-kantor. "Ini menyebabkan ancaman serius untuk setiap orang," kata pihak kepolisian setempat. Sebagian polisi menyamar berpakaian layaknya demonstran. Mereka berhasil menangkap sejumlah pengunjuk rasa, kejar-kejaran terjadi di kota.

Demo rusuh juga pecah di luar gedung Parlemen. Demonstran garis keras mulai melempari polisi dengan batu, melakukan pembakaran dan mengarahkan sinar laser ke polisi yang berjaga di balik barikade yang dipasang di luar Gedung Parlemen Hong Kong, atau yang disebut sebagai Dewan Legislatif (LegCo).

Polisi menembakkan meriam air dan sejumlah gas air mata untuk membubarkan para demonstran yang anarkis, yang membalas dengan serentetan bom molotov. Laporan menyebut para demonstran mengambil batu paving dan menggunakan sebagai senjata untuk menyerang polisi. Tidak hanya itu, demonstran juga dilaporkan menghancurkan barikade yang disiagakan di luar Gedung Parlemen Hong Kong.

Sekelompok demonstran juga menggelar aksi di dekat kediaman resmi pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, yang memicu kemarahan warganya karena berupaya meloloskan rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang mengatur ekstradisi tersangka ke China daratan. "Saya bersiap untuk konsekuensi yang terjadi," ucap salah satu demonstran bernama Jay. "Warga Hong Kong punya hak untuk berkumpul," imbuhnya.

Aksi memprotes RUU ekstradisi ini terus berlanjut karena pemerintah Hong Kong hanya menangguhkan pembahasannnya, bukan mencabutnya secara permanen seperti diminta para demonstran. Aksi protes ini juga semakin meluas menjadi aksi menuntut reformasi demokrasi.

WNI di Hong Kong Aman
Sementara itu, warga negara Indonesia (WNI) di Hong Kong disebut dalam kondisi aman.

"So far oke, mereka baik-baik saja," kata pelaksana tugas Konsul Jenderal Indonesia untuk Hong Kong Mandala Sukarto Purba, Minggu (1/9).

Selain itu, Mandala menyebut ada 200 lebih pelajar asal Indonesia yang tengah berada di Hong Kong. Mereka merupakan tim Olimpiade Matematika yang akan mendapatkan penghargaan.

"Jadi saat ini mereka ada di Asia World (Expo)," kata Mandala.

Staf KJRI Hong Kong Fajar mengatakan sebagian tim Olimpiade Matematika itu sempat terhalang untuk datang ke lokasi, yaitu di Asia World Expo. KJRI kemudian memberikan pendampingan.

"Terdapat sekitar 20 puluhan anggota rombongan yang menuju Asia World Expo dengan MTR namun terhenti di Tung Chung MTR Station. Pejabat KJRI sudah tiba di lokasi untuk memberikan pendampingan. Sebagian dari mereka kembali ke hotel masing-masing dan sebagian lagi menunggu bis kiriman dari panitia untuk menuju ke Asia World Expo," ucapnya. (detikcom/d)
T#gs Demonstrasi Kuasai BandaraHong Kong
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments