Jumat, 19 Jul 2019
  • Home
  • Headlines
  • Honduras Akhiri Penantian 32 Tahun Cetak Gol di Piala Dunia

Honduras Akhiri Penantian 32 Tahun Cetak Gol di Piala Dunia

* Malam ini Portugal vs AS, Ujian Berat Bagi Ronaldo
Minggu, 22 Juni 2014 12:12 WIB
SIB/int
Ilustrasi
Curitiba, Brazil (SIB)-
Honduras mencetak gol pertama mereka di putaran final Piala Dunia sejak 1982 ketika striker Carlo Costly membuat mereka unggul 1-0 dalam laga lanjutan Grup E melawan Ekuador, Jumat (Sabtu pagi WIB).

Costly menyarangkan bola itu setelah pertandingan berlangsung 31 menit ketika satu bola lambung jatuh di hadapannya.

Honduras, yang tampil untuk ketiga kalinya di putaran final turnamen akbar sepak bola ini, terakhir kali mencetak gol pada ajang ini ketika mereka bermain imbang 1-1 melawan Irlandia Utara pada 21 Juni 1982.

Mereka pernah memainkan lima pertandingan di Piala Dunia tanpa mencetak satu gol pun, termasuk laga-laga tanpa gol di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Namun keunggulan mereka pada pertandingan Jumat malam waktu setempat itu tidak bertahan lama karena Ekuador menyamakan kedudukan tiga menit kemudian melalui tembakan Enner Valencia.

GOL BERSEJARAH
Pelatih Honduras Luis Fernando Suarez mengatakan gol bersejarah timnya menjadi berkurang nilainya setelah kebobolan dua gol dan tersisih dari Piala Dunia 2014.

"Gol pertama setelah 32 tahun? Tidak ada artinya membicarakan hal itu," kata Suarez usai timnya dikalahkan Ekuador 1-2.

"Gol yang sudah bertahun-tahun ditunggu ini, tidak ada artinya karena kami kalah," ujar pelatih asal Kolombia yang pada Piala Dunia 2006 mengantar Ekuador ke-16 besar.

Carlo Costly yang mencetak gol di menit ke-31, gol pertama Honduras di Piala Dunia dalam 32 tahun terakhir, sempat membuat timnya unggul 1-0.
Namun striker Ekuador Enner Valencia mencetak dua gol balasan.

Meski sudah pasti tersisih, kata Suarez, timnya akan tampil semaksimal mungkin dalam pertandingan berikutnya melawan Swiss.

"Kami akan berusaha, seperti yang selalu kami lakukan. Sepanjang ada kesempatan menang di Piala Dunia ini, kami tidak akan menyerah," ujarnya.
Ekuador pada Piala Dunia 2014 ini juga ditangani pelatih asal Kolombia Reinaldo Rueda, yang empat tahun lalu adalah pelatih Honduras.

Dengan demikian pertandingan tersebut ibarat reuni baginya dengan mantan pemainnya.

"Bagi saya ada perasaan yang bercampur. Profesional dan personal," katanya.

Rueda mengatakan jalannya pertandingan sesuai dengan prediksinya, dan timnya dapat mengendalikan permainan.

Ekuador akan mencoba mengamankan peluang melalui pertandingan grup E berikutnya melawan Prancis, yang sudah pasti lolos setelah menaklukkan Swiss 5-2.

"Pertandingan melawan Prancis akan sangat berat. Kami harus fokus dan harus meraih hasil positif," kata Rueda.

Ochoa Fokus Hadapi Kroasia
Popularitas penjaga gawang Meksiko Guillermo Ochoa melonjak setelah tampil gemilang saat Meksiko berhadapan dengan Brasil. Namun, dia tak mau terlena dan memilih fokus menghadapi laga berikutnya.

Ochoa menjadi bintang saat Meksiko menahan imbang Brasil di Estadio Castelao, Fortaleza pada 17 Juni. Dia membuat enam penyelamatan dan menjaga gawang Meksiko tak kebobolan dan laga berakhir 0-0.

Ochoa pun segera dikait-kaitkan dengan Barcelona. Kebetulan dia berstatus pemain bebas setelah memutuskan untuk meninggalkan Ajaccio.

"Sekarang bukan waktunya untuk bersantai-santai, ini waktu untuk fokus, fokus menghadapi Kroasia," kata Ochoa seperti dikutip Soccerway.

"Itu akan jadi laga yang sulit, memikirkan cara untuk melaju ke babak kedua dengan fokus satu demi satu, memikirkan pertandingan yang ada di depan mata dan berharap kami melaju sejauh mungkin.

"Saya menikmati momen yang tak terjadi setiap hari ini. Menikmatinya bersama keluarga dan teman-teman saya.

"Itu semua membuat segala kerja keras saya terbayar. Semua jam dan waktu benar-benar difokuskan untuk menghadapi pertandingan ini," tegas dia.
Meksiko dijadwalkan berjumpa dengan Kroasia Selasa (24/6) dinihari WIB di Itaipava Arena Perambuco, Recife.

Amerika Serikat Vs Portugal
Kedua tim pernah saling berhadapan di fase grup Piala Dunia 2002. Saat itu Amerika Serikat secara mengejutkan mampu mengalahkan Portugal dengan skor 3-2. Bahkan Amerika sempat unggul 3-0 lebih dulu. Amerika pun berhasil lolos ke perdelapan final sebagai runner-up grup, sementara Portugal hanya finis di peringkat-3.

Portugal mengandalkan Luis Figo memegang rekor penampilan terbanyak dengan 127 penampilan dan 32 gol. Sementara Cristiano Ronaldo dan Fernando Couto mengekor di bawahnya dengan 110 penampilan.

Ronaldo adalah topskor sepanjang masa Portugal dengan 49 gol.

Portugal belum pernah menjuarai Piala Dunia. Dari enam kali keikutsertaan, prestasi terbaik Portugal adalah peringkat-3 tahun 1966. 

Menghadapi Amerika Serikat merupakan peluang Ronaldo dan kawan-kawan untuk meraih poin penuh, setelah pada pertandingan perdana Portugal digasak Jerman 4-0. Meski sejarah mencatat Portugal pernah kalah 2-3 dari Amerika Serikat, harus bisa dilupakan Portugal.

Namun harus menjadi perhatian Portugal, Amerika Serikat memiliki motivasi pada laga perdana mereka menang atas Ghana 2-1.(Ant/dtksport/i)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments