Selasa, 14 Jul 2020
  • Home
  • Headlines
  • Hari Ini Gubsu Resmikan Gedung DPRD Medan, Sejumlah Anggota Dewan Menolak

Hari Ini Gubsu Resmikan Gedung DPRD Medan, Sejumlah Anggota Dewan Menolak

*Hasil Pengerjaan Belum 100%, AC Tidak Berfungsi Karena Daya Listrik Tidak Cukup
Sabtu, 13 September 2014 09:37 WIB
Medan (SIB)- Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST hari ini, Sabtu (13/9) meresmikan gedung baru DPRD Kota Medan Jalan Maulana Lubis. Gedung berlantai 6 itu menelan biaya Rp 90 miliar dana APBD yang dikucurkan multiyears tahun anggaran 2012 dan 2013 dikerjakan oleh perusahaan milik BUMN PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Namun peresmian tersebut menimbulkan reaksi penolakan dari sejumlah anggota DPRD Kota Medan karena pengerjaannya belum selesai 100%. Anggota Fraksi  P Demokrat Ir Parlaungan Simangunsong mengatakan gedung baru tersebut belum layak diserahterimakan karena finishing gedung belum sempurna.“Kalau sudah serah terima kondisi gedung harus sudah OK,” ucapnya.

Saat ini yang paling utama, kata Parlaungan, penambahan daya listrik belum juga tuntas. Masalah ini masih menjadi tanggungjawab  Dinas Perkim selaku penyedia proyek dan PT PP selaku pihak ketiga yang mengerjakan proyek. Sehingga segala kekurangannya masih menjadi tanggung jawab penyedia kerja dan pelaksana kerja.

“Jika gedung diresmikan, fungsi pengawasan yang melekat pada diri DPRD tidak berjalan. Jangan kita sibuk mengawasi kinerja orang lain, sementara permasalahan di rumah sendiri  terbaikan. Ibarat kata pepatah: semut di seberang lautan jelas kelihatan, tapi gajah di pelupuk mata tidak terlihat, sebaiknya peresmian ditunda sebelum disempurnakan,” jelasnya.

Menurut caleg yang akan dilantik untuk periode kedua Senin lusa, pimpinan DPRD agar jangan memaksakan diri untuk menandatangani berita acara serah terima. Selaku pimpinan Dewan harus bisa melihat adanya kejanggalan dalam peresmian itu, karena belum representatif sudah diresmikan.

Penolakan yang sama juga disampaikan anggota Fraksi Patriot Persatuan Pembangunan (FPPP) Bangkit Sitepu. Menurut dia, daya listrik tidak cukup sehingga AC tidak berfungsi. Perkim dan PT PP lalai dalam mengajukan usulan penambahan daya ke PT PLN. Saat ini PLN mengalami defisit daya. Daya awal gedung sebelum dibangun 120 ribu watt, setelah dibangun berlantai 6 kebutuhannya menjadi 628 ribu watt sehingga kekurangan 508 ribu watt. “Pihak ketiga selaku pelaksana proyek harus bertanggung jawab,” ungkapnya.

Penolakan yang sama juga disampaikan Ketua Fraksi PDS Landen Marbun SH. “Jangan hanya lantai III yang selama ini digunakan, lantai IV, V dan VI  juga tidak jauh kondisinya.Bukan ruang fraksi dan komisi saja yang tidak beres, kondisi kamar mandi juga tidak representatif. Kalian lihatlah sendiri kamar mandinya,” jelas Landen.

Ketua Fraksi PKS Salman Alfarizi juga menyesalkan kondisi gedung,  meski megah berlantai 6 tapi seluruh lantainya tidak difungsikan. Sejak pindah dari gedung sementara kantor Pelni Desember 2013 lalu, seharusnya tiap lantai sudah digunakan lengkap dengan sarana dan prasarananya. Pihaknya merasa tidak nyaman bertugas karena di ruang fraksi dan komisi tidak ada AC.

Sebelumnya, Kadis Perkim Ir Gunawan Lubis mengatakan, gedung DPRD yang sudah selesai dibangun dan telah diserahkan pihaknya ke Bagian Aset. Selanjutnya Kabag Aset menyerahkannya ke Sekretariat Dewan  untuk dipergunakan. Mengenai kekurangan daya, Sekretaris Dewan Azwarlin Nasution SH mengatakan, akan diatasi dengan pembelian genset. Pembeliannya akan segera ditenderkan, sehingga kekurangan daya bisa dipenuhi. (A14/d)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments