Rabu, 20 Nov 2019

Hakim MK Dapat Ancaman

* Rumah Wakil Ketua MK di Makassar Dijaga Polisi 24 Jam
admin Sabtu, 15 Juni 2019 09:29 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengaku siap memberikan perlindungan kepada saksi di persidangan dari semua pihak terkait. Pasalnya, LPSK baru saja mendapatkan informasi mengenai ancaman yang diterima salah satu hakim konstitusi.

Hal itu disampaikan Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo. Namun ia tak merinci siapa hakim MK yang diancam dan bentuk ancamannya.

"Kami mendengar ancaman ini juga dialami oleh salah satu hakim dari Mahkamah Konstitusi," kata Hasto saat jumpa pers di Kantor LPSK, Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (14/6).

Dia menuturkan, terkait perlindungan hakim pihaknya masih akan berkoordinasi dengan MK. Sebab ranah LPSK hanyalah melindungi saksi dan korban.

"Terus terang kami juga masih perlu melakukan koordinasi dengan Mahkamah Konstitusi terutama mengantisipasi hal-hal semacam ini," katanya.

Hasto mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menyambangi MK untuk membahas informasi yang diterima itu.

"Dalam waktu dekat, minggu depan, kami akan berkoordinasi dengan MK, untuk membicarakan segala sesuatunya, terutama berkaitan dengan perlindungan para saksi," sebutnya.

Perlindungan saksi, dijelaskan Hasto, antara lain berupa perlindungan fisik berupa penempatan di rumah aman, pengawalan dan pengamanan, pemenuhan hak saksi bersaksi tanpa harus hadir di persidangan, pergantian identitas, dan perlindungan hukum.

Hasto menegaskan, perlindungan saksi diberikan kepada semua saksi pihak terkait yang menyampaikan permohonan perlindungan.

"Bukan hanya pada pihak pemohon (kubu 02) saja, pihak termohon juga bisa menyampaikan perlindungan saksi ke LPSK, termohon kan KPU. Jadi tidak eksplisit pasangan calon 02. Tapi juga pihak terkait lain," ujarnya.

Dijaga Polisi
Sementara itu, kediaman Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Aswanto di Makassar dijaga kepolisian saat sidang gugatan Pilpres 2019 yang berlangsung di MK, Jakarta. Penjagaan dilakukan personel kepolisian bersenjata lengkap.

"Kita siagakan personel dengan dibagi 3 kelompok anggota, 1 kelompok itu sekitar 4 anggota. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal yang tak diinginkan," ucap Kapolsek Tamalanrea, Kompol Syamsul Bakhtiar, saat dimintai konfirmasi wartawan.

Rumah Aswanto tersebut beralamat di Perumahan Dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Bakhtiar menyebutkan pengamanan juga melibatkan personel intelijen.

"Selama 24 jam kami lakukan pengamanan. Jadi kalau ada tamu kita periksa dulu, identitasnya, dari mana dan siapa serta mau ke mana," ucap Bakhtiar.

Selain itu kediaman Prof Guntur Hamzah juga disebut Bakhtiar disiagakan personel kepolisian. Prof Guntur merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MK.

"Wakil Ketua dan Sekjen (MK) Prof Guntur juga kita lakukan pengamanan. Alhamdulillah sampai sekarang masih aman," ucapnya. (Kumparan/detikcom/f/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments