Senin, 16 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Hadiri Reuni 212, Anies Disambut Teriakan 'Gubernur Indonesia'

Hadiri Reuni 212, Anies Disambut Teriakan 'Gubernur Indonesia'

* HRS Beri Sambutan Via Video
redaksi Selasa, 03 Desember 2019 14:38 WIB
news.detik.com
Foto: Reuni 212 tahun 2019
Jakarta (SIB)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri reuni 212 di Monas. Hadir juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon serta Wakil Ketau MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW).

Pantauan di atas panggung reuni 212, lapangan silang Monas, Senin (2/12) tampak Fadli Zon mengenakan kemeja koko putih dan syal bewarna hijau di melingkar di lehernya. Fadli hadir saat Ustad Haikal Hassan memberikan imbauan untuk menjaga kebersihan dan tidak menginjak rumput kepada seluruh peserta reuni.

"Wahai jamaah sekalian, ada sampah berserakan di depanmu, ambillah," seru Haikal.

Sebelum kedatangan Fadli, terlebih dahulu hadir HNW tiba di Monas sebelum salat subuh tadi. Tampak pula Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera.

Reuni 212 diawali dengan salat tahajud berjemaah, salat subuh berjamaah, serta zikir. Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa dan melantunkan lagu Indonesia Raya.

Usai Lagu Indonesia Raya tampak hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies tampak mengenakan pakaian dinas dan mengenakan peci. Anies disambut dengan ucapan takbir dan sebutan 'Gubernur Indonesia'.

"Selamat datang Bapak Anies Baswedan, Gubernur Indonesia," ujar pembawa acara.

"Bapak Gubernur Indonesia. Sebelum 2024 mimpin Indonesia beneran beliau harus tetap megang Jakarta. Takbir. Bapak H Anies Baswedan alhamdulillah beliau telah hadir di tengah-tengah kita," ujar seorang panitia menambahkan.

Beri Sambutan
Sementara itu, Habib Rizieq Syihab meminta maaf karena masih belum bisa menghadiri reuni 212. Habib Rizieq menjelaskan alasannya masih absen.

"Pertanyaannya kenapa saya belum bisa pulang sampai hari ini? Karena saya masih dicekal oleh pemerintah Saudi Arabia dengan alasan keamanan atas permintaan pemerintah Indonesia," kata Habib Rizieq via video di Reuni 212.

Habib Rizieq menyebut pemerintah sebaiknya mengakhiri apa yang disebutnya sebagai kebohongan. Dia mengungkit pernyataan Dubes Arab Saudi yang lama terkait statusnya.

"Karenanya saya minta ke pemerintah Indonesia, sudah, akhiri segala kebohongan, akhiri segala dusta dan bohong di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara," ucap Habib Rizieq.

"Sebetulnya kalau kita semua mau jujur apa yang sudah dinyatakan Dubes Arab Saudi yang lama di mana beliau pernah menyatakan bahwa kami Saudi setiap saat siap untuk mengembalikan Habib Rizieq ke Indonesia akan tetapi silakan Anda tanyakan tentang sikap daripada pemerintah Anda sendiri," imbuh dia mengulangi pernyataan Dubes Saudi yang lama.

Mardani Terenyuh
Politikus PKS, Mardani Ali Sera, mengaku terenyuh saat menghadiri reuni 212 di Monas. Salah satunya adalah saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga didoakan.

"Saya tadi terenyuh. Doa pertama tadi bahkan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf pun didoakan untuk amanah dan dapat memimpin negeri ini secara adil. Bagus sekali, kata Mardani usai reuni.

Dia juga melihat reuni 212 berjalan lancar. Menurut Mardani, itu bentuk kedewasaan bangsa Indonesia.

"Ini tentu menjadi bukti Indonesia itu punya kedewasaan karena acara seperti ini berjalan dengan baik, la
ncar. Bahwa masing-masing punya pendapat ini dijamin oleh UUD kebebasan berserikat dan berpendapat yang kami syukuri. Persatuan yang harus digaris bawahi," ungkapnya.

Salah satu yang jadi sorotan di reuni 212 ini adalah tentang kepulangan Habib Rizieq. Dia berpendapat bahwa pemulangan Habib Rizieq merupakan tanggung jawab negara.

"Kami PKS mendukung agar segera Habib Rizieq balik ke Indonesia. Justru ini akan menjadi PR yang nanti seperti bisul yang sudah pecah. Pemerintahan Pak Jokowi menjadi nyaman ketika Habib Rizieq sudah bisa pulang ke Indonesia karena itu bukti tidak ada usaha pemerintah menghalangi Habib Rizieq," ucap Mardani. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments