Rabu, 20 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Hadapi Tuduhan Perkosa Staf, Anggota Dewan Pengawas BPJS TK Mundur

Hadapi Tuduhan Perkosa Staf, Anggota Dewan Pengawas BPJS TK Mundur

admin Senin, 31 Desember 2018 09:25 WIB
Jakarta (SIB)- Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Syafri Adnan Baharuddin, mengundurkan diri dari jabatannya. Sikap tersebut diambil Syafri setelah mantan anggota stafnya mengaku menjadi korban pemerkosaan dirinya.

"Bersama dengan ini, saya menyatakan mundur dari Dewan Pengawas BPJS TK," kata Syafri dalam konferensi pers di Hotel Hermitage, Jalan Cilacap Menteng Jakarta Pusat, Minggu (30/12).

Mundurnya Syafri bukan karena dia membenarkan pengakuan mantan stafnya. Syafri mengatakan akan berfokus menempuh jalur hukum.

"Agar saya dapat fokus dalam rangka menegakkan keadilan melalui jalur hukum. Saat ini juga surat kepada Presiden RI sedang diupayakan sampai. Kepada Ibu Menteri Keuangan, Bapak Menteri Tenaga Kerja, kepada Ketua Dewan Jaminan Nasional, kepada Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, kepada Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan," jelas Syafri.

Seorang pekerja perempuan di Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan mengaku menjadi korban kejahatan seksual oleh atasannya. Si pekerja mengaku menjadi korban pelecehan seksual selama dua tahun terakhir.

"Saya korban kejahatan seksual oleh atasan saya. Saya tenaga kontrak, posisi asisten ahli Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan sejak April 2016," kata pekerja perempuan itu menceritakan kasus pelecehan seksual tersebut.

Hal itu disampaikan saat dia menggelar konferensi pers didampingi Ade Armando. Korban merupakan mahasiswi Ade Armando di salah satu perguruan tinggi swasta.

Perempuan itu mengatakan selama dua tahun itu dia kehilangan kepercayaan diri. Dia mengaku hampir bunuh diri atas perlakuan yang didapat dari pimpinannya itu. 

Apresiasi
Sementara itu, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (Dewas BPJS TK), Poempida Hidayatullah, mengapresiasi keputusan rekan sekerjanya, Syafri menyatakan mundur dari jabatannya. Poempida menilai langkah Syafri tepat, agar isu pemerkosaan yang mengarah kepadanya tidak mengganggu kinerja BPJS TK.

"Saya ingin berbicara atas nama saya pribadi tentunya, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan secara khusus dan juga mewakili institusi BPJS Ketenagakerjaan secara umum, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya terutama kepada Pak Syafri," kata Poempida dalam konferensi pers tersebut.

"Saya mengapresiasi langkah pernyataan dari Pak Syafri untuk mundur, agar kemudian di dalam perjalanannya hal-hal proses hukum ini tidak mengganggu berjalannya kinerja BPJS Ketenagakerjaan ke depan," sambung Poempida.

Hidayat menganggap Syafri bersikap ksatria dalam menghadapi masalah dengan mantan stafnya itu.

"Ini suatu semangat dan tindakan yang sangat ksatria. Mari kita lihat proses hukumnya seperti apa nanti," ujar Poempida. (detikcom/f)

Editor: admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments