Jumat, 20 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • Gubsu Edy Rahmayadi: Saya Tak Pernah Melarang Wartawan Meliput!

Gubsu Edy Rahmayadi: Saya Tak Pernah Melarang Wartawan Meliput!

admin Rabu, 16 Januari 2019 10:04 WIB
SIB/A11
Gubsu Edy Rahmayadi saat diwawancarai di halaman Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Selasa (15/1).
Medan (SIB) -Gubsu Edy Rahmayadi menegaskan, dirinya tidak pernah melarang para wartawan untuk meliput di kantor Gubsu, baik secara lisan maupun tertulis melalui SKPD di lingkungan Pemprovsu. "Siapa yang melarang rupanya," tanya Gubsu kepada wartawan, saat diwawancarai di halaman Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Selasa (15/1).

Kemudian dijawab wartawan, pelarangan itu disampaikan oleh Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemprovsu Faisal Hasrimy. Bahkan sudah dikonfirmasi, bahwa dia membenarkannya. "Oh... tanya aja kepada Faisal kenapa dia melakukan itu, saya tidak pernah melarang wartawan meliput di kantor Gubsu. Baik untuk meliput audiensi, rapat, dan wawancara langsung sama saya. Buktinya ini saya bisa kalian wawancarai," katanya sambil tersenyum.

Gubsu juga bertanya kepada wartawan, apakah memang ada surat pelarangan itu dikeluarkan oleh Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemprovsu, dijawab para wartawan tidak ada. "Makanya, saya jadi heran wartawan kok dilarang meliput di kantor Gubsu. Saya tak pernah membatasi wartawan untuk meliput di kantor Gubsu. Yang tidak saya suka, kalau wartawan sudah tau, lalu ditanya lagi sama saya, itu yang tidak saya suka," katanya sambil tersenyum.

Sebelumnya diberitakan SIB, wartawan Unit Pemprovsu dilarang meliput kegiatan audiensi dan rapat biasa maupun tertentu di Kantor Gubsu. Hal itu terungkap saat wartawan hendak meliput Rapat Koordinasi Pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Pemprovsu dan BUMD bersama PT Telkom Indonesia Tbk, di Ruang Ferdinand Lumban Tobing Lantai 8 Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Jumat (11/1) lalu.

Saat itu, beberapa wartawan unit Pemprovsu hendak masuk ke ruang rapat untuk meliput, lalu dicegat petugas sekuriti yang kini difungsikan oleh Biro Umum dan Perlengkapan Pemprovsu. "Maaf Pak, dilarang masuk tanpa ada undangan. Karena ini perintah dari pimpinan," kata petugas jaga berpakaian safari tersebut tanpa mau menyebutkan namanya.

Mendengar larangan itu, wartawan pun menunggu Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemprovsu Faisal Hasrimy yang ikut dalam rapat tersebut, hingga rapat selesai yang dipimpin oleh Wagubsu Musa Rajekshah (Ijek). Hampir satu jam lebih wartawan menunggu pejabat tersebut untuk mengkonfirmasi larangan baru itu.

Setelah rapat selesai, wartawan pun menanyakan kebijakan baru itu kepada Faisal Hasrimy, sekaligus juga menanyakan, apakah ada kasus yang ditutup-tutupi di kantor Gubsu ini sehingga pengamanannya sangat berlapis. Lalu dia menjawabnya, informasi itu tidak benar, terkait kebijakan pengamanan baru itu sudah sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur). Pengamanan itu juga dilakukan, untuk kenyamanan bagi semua orang yang masuk ke kantor Gubsu. "Tidak ada istilah risih masuk ke kantor Gubsu. Kalau kita bersih ngapain kita risih. Apalagi petugas kita ini sudah memiliki SOP dalam melakukan pekerjaannya. Artinya kita sudah tekankan kepada mereka harus 3S (senyum, sapa dan sopan)," katanya.

Saat ditanya wartawan, kalau petugas sekuriti yang ditugaskan di kantor Gubsu, mulai lantai 1 hingga lantai 10, ketika disapa wartawan tidak ada yang pernah senyum?, tapi dijawab Faisal, yang penting kita saling mengingatkan. "Tipikal kita kan orang Sumut, kita harus saling mengingatkan," ujarnya.

Wartawan juga menceritakan pengalaman saat meliput dengan beberapa gubernur sebelumnya kepada Faisal, bahwa semua kegiatan audiensi dan rapat-rapat biasa ataupun tertentu saat itu, bisa diliput para wartawan unit kantor Gubsu. Kalaupun ada kadang larangan meliput bagi wartawan, paling untuk rapat internal atau khusus aja. Tapi saat ini peliputan wartawan di kantor Gubsu sudah dibatasi sepenuhnya, wartawan hanya bisa menerima berita relis dari Humas. Tapi dijawab Faisal, sudah ada perss room, dan pihaknya juga tidak ada membatasi wartawan dengan diberlakukannya pengamanan berstandar SOP tersebut. "Sebenarnya kita tidak membatasi, fasilitas sudah kita persiapkan. Kita punya perss room di lantai 1," ujarnya.

Tapi dijawab wartawan, perss room tersebut tidak pernah lagi digunakan selama ini untuk temu pers, walaupun setelah siap audiensi maupun rapat yang dipimpin oleh Gubsu, Wagubsu dan Sekdaprovsu, maupun dinas lainnya yang ada di lingkungan Pemprovsu. "Bagi kita yang penting memberikan kenyamanan bagi semua dengan kebijakan ini. Tidak ada niat kita untuk menghalang-halangi informasi," jawabnya. (A11/f)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments