Senin, 22 Apr 2019
  • Home
  • Headlines
  • Gubsu: Laba Bank Sumut 2018 Turun Terkait Penempatan Dana Tertahan

Gubsu: Laba Bank Sumut 2018 Turun Terkait Penempatan Dana Tertahan

* Kerugian Rp 147 Miliar Harus Diusut Tuntas
admin Senin, 15 April 2019 09:57 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Gubsu Edy Rahmayadi membenarkan laba Bank Sumut tahun buku 2018 turun dari tahun 2017 sebesar Rp 630 miliar menjadi Rp502,64 miliar. Penurunan laba ini terkait adanya penempatan dana yang tertahan sebesar Rp 147 miliar di lembaga kredit.

Hal itu diungkapkan Gubsu saat dicegat wartawan usai penutupan RUPS (Rapat umum Pemegang Saham) dan RUPS LB (Luar Biasa ) Bank Sumut Tahun Buku 2018 di Lantai X Ballroom Gedung Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis ( 12/4) malam.
Agenda utama RUPS dan RUPS LB mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2018 PT Bank Sumut dan penggunaan laba setelah pajak tahun buku 2018.

Seperti diketahui, adanya berita yang dilansir berbagai media sebelumnya terdapat 14 bank yang ditipu lembaga kredit PT Sun Prima dengan kerugian mencapai Rp 14 triliun, di antaranya Bank Sumut sebesar Rp 147 miliar.

Dan Bank Sumut disebut bukan merupakan salah satu pemegang jenis surat berharga berbasis hutang (Medium Term Note/MTN) PT Sunprima dengan status sebagai kreditur separatis (dengan jaminan). Karena selain Bank Sumut, ada bank-bank lainnya yang memegang MTN Sunprima. Kreditur tersebut umumnya merupakan bank-bank besar BUMN dan swasta.

Laporan keuangan perusahaan milik Colombia Group itu diaudit oleh kantor akuntan publik ternama, yakni Deloitte. Selain itu MTN yang diterbitkan Sunprima juga sempat mendapat rating bagus dari lembaga pemeringkat efek PT. Pefindo, dengan rating idA/Stable. Ternyata kemudian Sunprima mengalami gagal bayar

"Jadi kerugian yang dialami Bank Sumut sebesar Rp 147 miliar tidak bisa didiamkan, harus diusut tuntas," tegas Edy.
Dalam RUPS dan RUPS LB disepakati berbagai upaya untuk mendorong lagi penambahan modal dan termasuk menetapkan Dirut Bank Sumut definitif Muchammad Budi Utomo.

Pemprov Sumut, kata Edy, sudah mendapat persetujuan dari DPRD Sumut untuk menambah penyertaan modal sebesar Rp 783 miliar dari APBD sumut sejak tahun 2019 untuk lima tahun ke depan. "Jadi M Budi Utomo harus bisa menaikkan laba Bank Sumut," pinta Gubsu.

Di satu sisi, tahun 2018, aset dimiliki Bank Sumut mencapai Rp 28,12 triliun. Dana pihak ketiga (DPK ) sebesar Rp 22,23 triliun dengan kredit Rp 21,76 triliun.

Kemudian rasio modal Bank Sumut 17,85%. Meskipun sudah meningkat rasio ini, namun masih lebih rendah dibandingkan BPD (Bank Pembangunan Daerah) lainnya yang ada di Indonesia rasionya sudah 22,80%.

Edy sebagai PSP (Pemegang Saham pengendali ) Bank Sumut ini berupaya terus meningkatkan jumlah sahamnya. "Pemprovsu berkeinginan tetap menjadi pesaham terbesar. Saat ini, saham Bank Sumut per triwulan III tahun 2018 sebesar 41% dan setidaknya bisa hingga 49%, ujar Gubsu.

TAMBAH MODAL
Sementara itu Kepala OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Kantor Regional 5 Sumbagut Yusuf Ansori di acara RUPS dan RUPS LB Bank Sumut Tahun Buku 2018 dalam sambutannya meminta para pemegang saham membantu Bank Sumut meningkatkan penambahan modal sebagai salah satu upaya meningkatkan kinerja Bank Sumut yang harus didukung para pemegang saham. (M2/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments