Jumat, 13 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Gubsu: Danau Toba "Monaco of Asia" akan Dimasukkan ke Dalam RPJMD

Gubsu: Danau Toba "Monaco of Asia" akan Dimasukkan ke Dalam RPJMD

* Produksi Maksimum Perikanan di Danau Toba Ditetapkan 10.000 Ton/Tahun
admin Kamis, 21 Februari 2019 09:10 WIB
SIB/Firdaus Peranginangin
NOTA JAWABAN: Gubsu diwakili Asisten Administrasi Umum dan Asset Pemprovsu Zoni Waldi menyerahkan nota jawaban atas pemandangan umum anggota dewan atas nama fraksi dalam pembahasan Ranperda RPJMD Provsu tahun 2018-2023 kepada Ketua Pansus RPJMD Syamsul Qodri disaksikan Sekwan H Erwin Lubis dan Kepala Bappeda Sumut Irman di aula DPRD Sumut, Rabu (20/2) di DPRDSU.
Medan (SIB) -Gubsu Edy Rahmayadi berharap Danau Toba sebagai "Monaco of Asia" akan dimasukkan ke dalam RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Provsu tahun 2018-2023, karena Danau Toba bagian dari 12 destinasi pariwisata daerah melibatkan beberapa kabupaten kawasan Danau Toba dan harus dikendalikan pencemarannya.

Hal ini merupakan nota jawaban Gubsu yang dibacakan Asisten Administrasi Umum dan Asset Pemprovsu Zoni Waldi terhadap pemandangan umum anggota dewan atas nama fraksi-fraksi dalam pembahasan Ranperda RPJMD Provsu tahun 2018-2023 yang dipimpin Ketua Pansus RPJMD Syamsul Qodri, Rabu (20/2) di aula gedung DPRD Sumut.

Gubsu menyebutkan, terkait pengembangan pariwisata daerah, RPJMD Provsu telah mempedomani dokumen lainnya, termasuk Sumut dibagi menjadi 12 destinasi pariwisata daerah (DPD) dan Danau Toba berada pada DPD Dairi, Taput, Samosir, Humbahas dan sekitarnya, sehingga diharapkan Danau Toba sebagai Monaco of Asia dapat diwujudkan.

Terkait hal itu, Pemprovsu telah mengeluarkan keputusan Gubsu tentang daya tampung beban pencemaran dan daya dukung Danau Toba untuk budidaya perikanan. Keputusan itu untuk pengendalian pencemaran Danau Toba yang diakibatkan budidaya perikanan pada KJA (Keramba Jaring Apung).

Disebutkan juga, keputusan Gubsu tahun 2017 itu menetapkan produksi maksimum kegiatan budidaya perikanan dari Danau Toba 10.000 ton per tahun, yang harus tercapai pada tahun 2022.

"Penerapan kebijakan inilah secara bertahap terus dilakukan Pemprovsu untuk mengendalikan budidaya perikanan di Danau Toba, baik dilakukan badan usaha seperti PT Aquafarm Nusantara dan prilaku usaha lainnya, serta masyarakat," ujarnya.

Mengingat sumber pencemaran Danau Toba juga berasal dari daerah tangkapan air, ungkapnya, maka dilakukan juga pengendalian pencemaran dari sisi daratan Danau Toba dengan membangun instalasi-instalasi pengolahan air limbah komunal dan mendorong kabupaten se-kawasan Danau Toba mengendalikan limbah dari wilayah masing-masing.

Sedangkan terkait target kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumut, dalam RPJMD 2018-2023 diproyeksikan mencapai 500.000 orang hingga tahun 2023. Angka ini akan diupayakan melalui event-event internasional di Sumut kerja sama dengan kabupaten/kota, seperti penyelenggaraan pesta Danau Toba dan surfing internasional di Nias.

Penunjang sektor kepariwisataan, Gubsu sependapat dengan saran anggota dewan bahwa sektor kepariwisataan juga harus didukung program-program infrastruktur terutama akses jalan menuju objek-objek pariwisata, guna memudahkan akses para wisatawan. (A03/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments