Senin, 16 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Gubernur Kembali Perintahkan Tim Pemprov Menjemput Satu Keluarga Asal Sumut

Terlantar di Hutan di Malaysia

Gubernur Kembali Perintahkan Tim Pemprov Menjemput Satu Keluarga Asal Sumut

redaksi Selasa, 03 Desember 2019 14:35 WIB
SIB/Dok
KJRI: Sekdaprov Sumut Sabrina, Kabag Humas Muhammad Ikhsan bersama Konjen RI Yonny Tri Prayitno bertemu Mida Situmorang dan kelima anaknya di tempat penampungan sementara KJRI Kuching, Serawak, Malaysia, Senin (2/12).
Malaysia (SIB)
Satu keluarga Warga Negara Indonesia (WNI) asal Tebingtinggi ditemukan terlantar di sebuah pondok di hutan Batu Sembilan, Bintulu, Malaysia. Seorang ibu dan 5 anaknya tersebut sudah dievakuasi ke tempat penampungan sementara milik Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Sarawak, Malaysia.

Mendengar kabar itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kembali memerintahkan Sekdaprov Sumut Sabrina dan instansi terkait lainnya untuk berangkat ke Kuching, menjemput Mida Situmorang dan kelima anaknya.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Muhammad Ikhsan, Senin (2/12) melalui siaran persnya di Medan.

Menurut dia, Tim Pemprov Sumut segera berkoordinasi dengan pihak KJRI di Kuching, guna pengurusan administrasi dan dokumen yang dibutuhkan. Agar Mida Situmorang dan kelima anaknya segera dapat dipulangkan ke Sumut.

Diketahui, kata dia, Mida Situmorang (45) dan lima orang anaknya; Diana (9), Akbar (6), Murni (5), Linda (4) dan Puteri (2) sempat terlantar di hutan Batu Sembilan, Bintulu, Malaysia, sebelum dievakuasi staf KJRI Kuching dari tempat penampungan sementara di Bintulu.

Konsul Jenderal RI di Kuching Yonny Tri Prayitno menyampaikan, awalnya ada warga setempat yang melihat Mida selalu keluar-masuk hutan. Penasaran dengan Mida yang selalu keluar hutan membawa sayuran untuk dijual ke masyarakat, warga pun mengikutinya hingga masuk ke hutan.

Warga pun mendapati Mida bersama lima anaknya, serta suaminya Erwin (asal Makasar) yang sedang sakit, dalam kondisi yang memprihatinkan. Hingga akhirnya suaminya meninggal 3 bulan yang lalu.

Warga kemudian melaporkan hal itu ke KJRI di Kuching, selanjutnya pihak KJRI melakukan evakuasi. "Suaminya sakit di hutan, mamanya ini berdagang ke kota, ada yang lihat, dia ikuti sampai ke hutan," ujarnya.

Mendapat laporan tentang itu, pihak KJRI Kuching pun segera melakukan evakuasi ke KJRI.

Saat ini Mida berada di penampungan sementara milik KJRI, bersama 5 orang anaknya. Pihak Imigrasi KJRI Kuching Sarawak juga sudah membuatkan dokumen perjalanan berupa Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang nantinya digunakan untuk proses pemulangan ke Sumut. (M11/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments