Sabtu, 04 Jul 2020
PalasBappeda
  • Home
  • Headlines
  • Gubernur, Kapolda, Kajati dan Ketua DPRDSU Serukan Stop Isu Babi

Gubernur, Kapolda, Kajati dan Ketua DPRDSU Serukan Stop Isu Babi

* Kapoldasu: Isu Babi “Digoreng” Sekelompok Orang untuk Buat Ketidakstabilan Kamtibmas
Jumat, 14 Februari 2020 09:31 WIB
Foto: SIB/Firdaus Peranginangin

STOP ISU BABI: Unsur Forkopimda Sumut, yakni Gubernur Edy Rahmayadi, Kapoldasu Irjen Pol Drs Martuani Sormin, Kajatisu Amir Yanto SH dan Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting foto bersama Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia (KKDBI) menyatakan kesepakatan menyetop isu babi, Kamis (13/2) di gedung dewan. 

Medan (SIB)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin, Kajati Sumut Amir Yanto SH dan Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menyetop isu-isu babi, karena sangat rawan menimbulkan ketidakstabilan Kamtibmas.

Seruan itu disampaikan unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Sumut, yakni Gubernur, Kapolda, Kejati dan Ketua DPRD Sumut dalam pertemuan dengan Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia (KKDBI) yang dipimpin Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting, Kamis (13/2) di gedung dewan.

"Mari sama-sama kita mengajak seluruh masyarakat untuk mengakhiri polemik isu babi, karena kematian babi di daerah ini merupakan musibah," ujar gubernur sembari meminta semua pihak memberikan masukan untuk mengatasi virus ASF (african seine fever) ini.

Dikatakan Edy, saat ini masyarakat sedang sulit menghadapi virus yang mematikan ternak-ternak babi dimaksud, sehingga perlu dicari langkah-langkah yang tepat dan cepat untuk menangkalnya karena dengan cara berdemo tidak akan bisa menyelesaikan penderitaan rakyat.

"Virus babi ini tidak akan bisa selesai dengan cara berdemo dan saling fitnah, tapi kita harus bergandengan tangan untuk mencari solusinya," tegas gubernur sembari mengingatkan masyarakat agar jangan mau dipolitisir orang-orang yang mencari panggung dengan menjual isu babi.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga menegaskan, pihaknya tidak pernah takut dengan orang-orang yang mencoba mengganggu ketentraman rakyat Sumatera Utara, sebab dirinya sangat mencintai daerah ini.

"Berikan solusi yang terbaik kepada kami, terkait apa yang harus dilakukan dengan aturan-aturan yang pasti. Saya pikir sudah jelas yang saya sampaikan. Jangan ada yang berfikir lain-lain. Ayo kita bantu rakyat, bukan malah mempersulit rakyat," katanya.

Namun demikian, gubernur secara tegas mengatakan, akan mencari siapa gembong-gembong yang mencoba merusak kerukunan daerah ini. Karena, jika bicara babi, walaupun tidak berbicara masalah agama, pasti arahnya ke agama.

"Saya tidak mau ini menjadi benturan, karena bisa menjadi rusak semuanya dan ada orang-orang yang tidak bertanggung-jawab yang ingin merusak kerukunan daerah ini. Saya minta segera minggir. Saya tidak akan mentoleril orang-orang ini," katanya.
Gubernur mengaku terus mengupayakan penyelesaian masalah virus babi ini sejak lima bulan lalu ketika musibah ini terjadi dan sampai saat ini belum teratasi, karena belum ditemukan obatnya, sehingga sudah 28 ribuan babi mati di daerah ini.

Menanggapi adanya rencana aksi demo menolak aksi #Savebabi hari ini, Jumat (24/3), Edy berharap tidak ada lagi aksi yang membawa isu-isu babi. "Saya harap tidak ada lagi itu. Sudah, jangan dibesar-besarkan. Kita besarkan Iyondra Ginting (kontestan Indonesia Idol dari Sumut) saja," ujar gubernur.
"Digoreng"

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, polemik babi ini muncul ketika ada kesimpang-siuran informasi, kemudian "digoreng" sekelompok orang untuk membuat ketidakstabilan Kamtibmas di Sumut.

Ia mengapresiasi demo #Savebabi sebelumnya yang berlangsung tertib. "Melalui jaringan yang kita miliki, kita sudah sampaikan ini, jangan mau kita diadudomba, jangan mau diputar balikkan isu yang tidak benar," katanya.

Kapolda mengatakan, boleh saja berunjuk rasa, karena dijamin konstitusi, namun setiap pengunjukrasa harus bertanggungjawab. "Kalau ada yang belum puas, belum terjawab, mari kita diskusikan lagi," katanya.

Martuani juga meminta agar isu babi ini disudahi. "Setop isu ini, karena tidak mendidik, malah isu yang memecahbelah rasa keberagaman kita. Masyarakat terbelah antara yang mendukung dan kontra. Kita ingin membangun Sumut yang bermartabat, yang sejahtera. Setop dan hentikan. Kalau masih ada yang belum puas, silakan kirim surat dengan gubernur, kita pasti bisa bertemu," katanya.

Sedangkan Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting meminta media menyampaikan kepada masyarakat bahwa tidak ada pemusnahan babi sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat memikirkan solusinya.

"Jangan sampai isu ini terus dikembangkan. Jangan bawa ini ke arah politik, apalagi SARA. Ini masalah ekonomi, masalah perut. Kita sejukkan suasana. Kondisi ini sangat rentan dipolitisasi," kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Kajati Sumut Amir Yanto SH juga mengajak semua pihak bersama-sama mencari solusi mengatasi wabah yang menyerang ternak babi. "Kita harus hati-hati menghadapi isu-isu yang tidak kondusif. Mari kita cari solusi bersama," ujarnya.

Ketua Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia, Murniati Tobing yang juga hadir dalam pertemuan itu mengapresiasi kehadiran Gubernur, Kajati, Kapolda dan Ketua DPRD Sumut untuk menjelaskan secara terperinci terkait dengan virus babi di Sumut.(M03/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments