Rabu, 18 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • Giliran Sekda Pematangsiantar Diperiksa Polda Sumut

Revitalisasi Pasar Horas

Giliran Sekda Pematangsiantar Diperiksa Polda Sumut

admin Rabu, 11 September 2019 10:07 WIB
Medan (SIB) -Penyidik Subdit II Harta Benda Bangunan dan Tanah (Harda Bangtah) Ditreskrimum Polda Sumut kembali memeriksa saksi terkait proyek revitalisasi Pasar Horas Pematangsiantar yang berbuntut terjadinya dugaan penipuan. Kali ini petugas memeriksa Sekda Kota Pematangsiantar Budi Utari Siregar.

"Ya benar, yang bersangkutan kita periksa," sebut Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian Djajadi, Selasa (10/9).

Ia menyebutkan, Sekda diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan atas laporan Rusdi Taslim. "Kita masih memeriksa saksi-saksi terkait dugaan penipuan ini. Kemarin sudah juga kita lakukan pemeriksaan kepada wali kota nya, dan sekarang giliran Sekda nya," ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit II Harda Bangtah AKBP Edison Sitepu mengatakan, Sekda Siantar Budi Utari Siregar diperiksa pada Selasa (10/9) sekira pukul 10.00 WIB. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan pembangunan proyek Pasar Horas," sebut dia.

Ia mengaku sudah enam orang yang diperiksa sebagai saksi, termasuk saksi pelapor. "Rusdi Taslim juga sudah kita periksa terkait kasus ini," ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Noor diperiksa oleh penyidik Subdit II Harta Benda Bangunan dan Tanah (Harda Bangtah) Polda Sumatera Utara, Jumat (6/9). Orang nomor satu di Pemko Siantar itu diperiksa sebagai saksi atas proyek revitalisasi Pasar Horas yang berbuntut terjadinya dugaan penipuan dan penggelapan.

"Benar, kita mintai keterangannya sebagai saksi dugaan penipuan dan penggelapan atas nama pelapor Rusdi Taslim," ucap Kasubdit II Ditreskrimum Polda Sumatera Utara AKBP Edison Sitepu, ketika dikonfirmasi.

Kasus yang menyeret nama Wali Kota Pematangsiantar ini atas pelapor Rusdi Taslim dan terlapor Benny Harianto Sihotang, masalah proyek di tahun 2018. "Kita memanggil Wali Kota Pematangsiantar sebagai saksi untuk mengetahui bagaimana aturan yang telah disepakati kedua pihak. Kasus ini baru kita tangani, dilimpahkan dari Subdit IV Renakta Ditreskrimum," ucap dia.

Informasi diperoleh, proyek revitalisasi Pasar Horas Pematangsiantar diproyeksikan tahun 2018 dengan pagu Rp24 miliar. Oleh pihak PD Pasar Horas yang kala itu Dirutnya Benny Harianto Sihotang, memenangkan satu perusahaan milik Fernando Nainggolan alias Moses bersama Rusdi Taslim.

Seiring berjalannya waktu, Benny Sihotang meminta uang kepada rekanan (Rusdi Taslim). Oleh Rusdi Taslim menyuruh anggotanya bernama Didit Cemerlang yang kemudian uang diberikan kepada Fernando Nainggolan alias Moses.

Oleh Fernando Nainggolan alias Moses mengirim lewat rekening kepada Benny Harianto Sihotang. Akan tetapi, proyek pembangunan Pasar Horas tidak ada alias fiktif. Akibat kejadian itu, Rusdi Taslim mengaku mengalami kerugian Rp1,7 miliar.
Menjadi korban penipuan, Rusdi Taslim akhirnya melaporkan kasus itu ke Poldasu ditangani Subdit IV/Renakta, tapi karena dinilai penanganannya terkesan lambat sehingga diserahkan ke Subdit II/Harda-Bangtah. (M18/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments