Jumat, 15 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Geledah Rumah Bowo Sidik-Gedung Granadi, KPK Sita Dokumen

Geledah Rumah Bowo Sidik-Gedung Granadi, KPK Sita Dokumen

admin Selasa, 02 April 2019 09:45 WIB
Bowo
Jakarta (SIB) -KPK menggeledah empat lokasi terkait kasus dugaan suap anggota DPR Bowo Sidik Pangarso pada Sabtu (30/3). Dari empat lokasi itu KPK menyita sejumlah dokumen.

"Sabtu, 30 Maret 2019 dilakukan penggeledahan di 4 lokasi, yaitu rumah tersangka BSP (Bowo Sidik Pangarso) di Pasar Minggu, Kantor PT Pupuk Indonesia di Gedung Pusri, Kantor PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) di gedung Granadi dan kompleks DPR Ruang 1321," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Senin (1/4).

Namun, Febri tak menjelaskan detail dokumen yang disita dari masing-masing lokasi. Dia hanya mengatakan dokumen yang disita berkaitan dengan pengapalan produk Pupuk Indonesia.

"Dalam proses penggeledahan tersebut disita sejumlah dokumen-dokumen terkait dengan kerjasama pengapalan produk Pupuk Indonesia," ujarnya.

Bowo sendiri diamankan KPK dalam rangkaian OTT pada Rabu (27/3) hingga Kamis (28/3) malam. KPK mengamankan Bowo setelah lebih dulu mengamankan orang kepercayaannya yang bernama Indung sesaat setelah menerima suap Rp 89,4 juta dari Marketing Manajer PT HTK Asty Winasti.

Pemberian itu merupakan yang ketujuh kalinya dilakukan Asty. Sementara itu, enam penerimaan sebelumnya, disebut KPK, sebesar Rp 221 juta dan USD 85.130, sehingga total suap yang diduga diterima Bowo dari Asty berjumlah sekitar Rp 1,6 miliar agar membantu proses perjanjian penggunaan kapal PT HTK oleh PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk distribusi pupuk.

Masih dalam rangkaian OTT kasus dugaan suap terhadap Bowo, KPK kemudian mengamankan 84 kardus berisi 400 ribu amplop yang di dalamnya ada uang pecahan Rp 20 ribu atau Rp 50 ribu.

Total uang yang diamankan KPK itu berjumlah Rp 8 miliar yang diduga untuk serangan fajar pemilu. Uang itu diduga KPK berasal dari suap Rp 1,6 miliar yang diterima Bowo dari Asty serta gratifikasi Rp 6,5 miliar dari pihak lain terkait jabatan Bowo. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments