Selasa, 15 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Geger Transgender Cantik Menjabat di Pemerintahan Malaysia

Geger Transgender Cantik Menjabat di Pemerintahan Malaysia

admin Jumat, 12 Juli 2019 09:14 WIB
Rania Zara Medina
Kuala Lumpur (SIB) -Sejumlah netizen media sosial Malaysia terkejut oleh kabar penunjukan seorang transgender menjadi anggota sebuah komite di bawah Kementerian Kesehatan negeri jiran. Penunjukan Rania Zara Medina adalah untuk mewakili komunitas transgender sebagai anggota Country Coordinating Mechanisme (CCM) Malaysia untuk periode 2019-2021.

Namun, penunjukan mantan pemenang kontes kecantikan transwomen itu menuai tanggapan beragam, dengan beberapa mengkritiknya. Kabar itu viral setelah Rania memposting surat penunjukannya, yang ditandatangani pejabat terkait, di Facebook.

"Saya ditunjuk sebagai perwakilan TG (transgender) untuk Country Coordinating Mechanisme (CCM) Malaysia. Surat penunjukan itu ditandatangani oleh Wakil Menteri Kesehatan Dr Lee Boon Chye," demikian tulisan yang menyertai postingan Rania seperti diberitakan The Star yang dikutip, Kamis (11/7).

Pada kesempatan itu, Rania juga berterima kasih kepada masyarakat dan pendukungnya yang memberikan kepercayaan terhadap dirinya mulai dari tahap nominasi hingga dirinya resmi ditunjuk. Surat yang dibagikan oleh Rania bertanggal 25 Juni 2019, di mana dikatakan pengangkatannya akan mulai berlaku 1 Juli 2019.

Pengangkatan Rania dikritik oleh berbagai kalangan. Akan tetapi, Wamenkes Malaysia Dr Lee Boon Chye membela penunjukan Rania. Lee menjelaskan bahwa semua 25 anggota CCM mewakili pemangku kepentingan yang berbeda seperti lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah, anggota akademik dan perwakilan masyarakat.

"Perwakilan masyarakat dari populasi sasaran dipilih dari populasi masyarakat itu sendiri dan disetujui oleh surat penunjukan CCM, yang merupakan Wakil Menteri Kesehatan," katanya. "Populasi target termasuk waria (trangender), laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, pekerja seks perempuan, orang yang menggunakan narkoba dan orang HIV/AIDS (ODHA)," tambahnya.

Lee mengatakan CCM Malaysia didirikan pada 2009 untuk menangani penyakit HIV/AIDS bekerjasama dengan Global Fund. "Di antara fungsi utama CCM adalah memantau dan menyediakan dukungan teknis untuk pelaksanaan proyek, sementara Kementerian Kesehatan akan bertindak sebagai koordinator. "Fungsi CCM untuk mengendalikan HIV/AIDS sesuai dengan Rencana Strategis Nasional untuk mencegah penyakit di negara ini," katanya.

Sementara Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad terkejut ketika diberitahu tentang penunjukan Rania Zara Medina sebagai anggota Mekanisme Koordinasi Negara (CCM) Malaysia. Rania dikatakan sebagai wanita transwoman pertama yang diangkat dalam komite nasional di bawah Kementerian Kesehatan.

"Transgender apa? Apakah Anda [telah] memeriksanya? Apakah Anda yakin dia seorang transgender?" kata Mahathir. "Saya tidak tahu bagaimana dia transgender, saya belum pernah bertemu dengannya," tambahnya. (okz/q)
T#gs Transgender
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments