Jumat, 22 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Gara-gara Tudingan KPAI, PB Djarum Pamit Setop Audisi Umum Bulutangkis

Gara-gara Tudingan KPAI, PB Djarum Pamit Setop Audisi Umum Bulutangkis

* Menpora : Harusnya Jalan Terus
admin Senin, 09 September 2019 13:51 WIB
SIB/Ant/Idhad Zakaria
HENTIKAN AUDISI: Sejumlah anak mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (8/9). Tahun 2019 menjadi tahun terakhir berlangsungnya Audisi Umum Bulu Tangkis, setelah PB Djarum memutuskan menghentikan event tersebut mulai tahun depan, terkait polemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menganggap bahwa ajang tersebut memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok.
Jakarta (SIB) -PB Djarum mengumumkan kabar mengejutkan bahwa Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 akan menjadi yang terakhir kalinya. PB Djarum memutuskan, pencarian bakat atlet muda bulutangkis di berbagai penjuru Tanah Air itu resmi ditiadakan pada 2020 mendatang.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengumumkan hal tersebut, Sabtu, 7 September 2019, di Hotel Aston, Purwokerto, sehari jelang rangkaian kedua audisi umum tahun ini, yang diselenggarakan mulai Minggu, 8 September hingga Selasa, 10 September mendatang di GOR Satria, Purwokerto.

"Pada audisi kali ini juga saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena di tahun 2020 kita memutuskan untuk menghentikan audisi umum. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kita hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik," jelas Yoppy, mengutip laman resmi PB Djarum.

Yoppy menambahkan, audisi kali ini juga menurunkan semua brand PB Djarum seperti yang diminta pihak terkait. Tak hanya itu, anak-anak peserta audisi juga mengenakan kaus masing-masing klub asal, bukan yang dibagikan PB Djarum seperti biasanya.

"Sesuai dengan permintaan pihak terkait, pada audisi kali ini kita menurunkan semua brand PB Djarum. Karena dari pihak PB Djarum sadar untuk mereduksi polemik itu kita menurunkannya. Kedua, kaos yang dibagikan kepada anak-anak tidak akan kami bagikan lagi seperti sebelumnya, dan mereka akan memakai kaos asal klubnya masing-masing, dan itu sudah lebih dari cukup. Kita sudah memutuskannya, tidak ada deal-dealan lagi, diterima atau tidak, kita sudah memutuskan seperti itu," seru Yoppy.

Keputusan ini menyusul polemik yang disulut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) beberapa waktu lalu. KPAI menuding ada unsur eksploitasi anak dalam penyelenggaraan audisi umum dan mendesak Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai promosi brand image dalam kegiatan audisi tersebut.

Padahal, PB Djarum sudah memberikan banyak bukti bahwa mereka bukan produk tembakau. PB Djarum bahkan dapat penghargaan sebagai Institusi Olahraga of the Year dari Menpora.

"Itu bukti nyata kita bukan produk rokok," ujar Yoppy.

Bakti Olahraga Djarum Foundation sejak tahun 2006 memang aktif menjaring calon bintang bulutangkis muda. Sejumlah atlet berprestasi dunia lahir di sini, antara lain Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Mohammad Ahsan, dan Kevin Sanjaya.

Harusnya Jalan Terus
Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi menyayangkan rencana PB Djarum Kudus menghentikan audisi umum pencarian bakat bulutangkis pada 2020. Menurutnya tak ada yang salah pada audisi tersebut.

"Kenapa berhenti? Lanjutkan terus, jalan terus. Karena tidak ada yang salah kok," kata Imam, Minggu (8/9).

Menteri asal Bangkalan itu sekaligus mempertegas jika dalam kajian hukum kementeriannya tak menemukan adanya unsur eksploitasi tersebut. Maka, tak ada masalah jika audisi terus dilanjutkan.

"Kajian Biro Hukum Kemenpora tak ada itu istilah eksploitasi anak dalam audisi Djarum," ujar dia.

Sebagai gambaran, PB Djarum sejak berdiri telah sukses memunculkan atlet-atlet muda berbakat yang mengharumkan nama Indonesia. Salah satu pebulutangkis berprestasi yang diproduksi lewat Audisi itu adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo. Dia terbukti sukses mempersembahkan puluhan gelar juara di turnamen-turnamen internasional, termasuk Asian Games 2018. (viva/detikcom/d/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments