Senin, 14 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Formanas Gelar Gerakan Pengumpulan Koin Rp1.000 Bantu Bangun Tol Medan-Berastagi

Desak Gubernur Memperjuangkan

Formanas Gelar Gerakan Pengumpulan Koin Rp1.000 Bantu Bangun Tol Medan-Berastagi

admin Kamis, 22 Agustus 2019 09:21 WIB
Ilustrasi
Jalan berliku Medan-Berastagi
Medan (SIB) -Sedikitnya 13 elemen masyarakat, pedagang sayur-mayur, transportasi angkutan umum dari 6 kabupaten di Sumut (Kabupaten Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Deliserdang, Samosir dan Humbahas) yang tergabung dalam Formanas (Forum Masyarakat Nasional) mendesak Gubernur Edy Rahmayadi agar proaktif memerjuangkan pembangunan jalan tol atau jembatan layang di jalur Medan Berastagi ke Kementerian PUPR, guna menghindari kemacetan yang semakin parah di jalur tersebut.

Tuntutan tersebut disampaikan Kordinator Formanas Julianis Sembiring didampingi 13 elemen masyarakat, di antaranya pedagang Pasar Induk Medan, Forsases, Jambur Perjuangan Sienterem, Barisan Pemuda Karo, Himpak (Himpunan Masyarakat Pakpak), Forum Gerakan Mahasiswa Karo, transportasi angkutan umum PT Sutra, PT Sebayang, Murni Expres, Persatuan Pasar dan Pedagang Sumut, Mamre Klasis Medan-Delitua dan lainnya kepada wartawan, Rabu (21/8) di Medan menanggapi ditundanya pembangunan jalan tol maupun jembatan layang di jalur Medan-Berastagi oleh Kementerian PUPR.

Ditegaskan Julianus dan Moses Pinem dari Forsases, jika Edy Rahmayadi berdiam diri dan tidak menggunakan kewenangannya untuk mengkordinir para bupati terkait untuk bersama-sama 'mendobrak' ke pemerintah pusat, maka Formanas akan melakukan aksi unjukrasa besar-besaran ke gedung DPRD Sumut.

"Kita dari 13 elemen masyarakat, pedagang sayur-mayur dan transportasi angkutan umum, mahasiswa serta perwakilan masyarakat dari 6 kabupaten sudah berencana melakukan aksi unjukrasa ke DPRD Sumut pada 27 Agustus, untuk menuntut lembaga legislatif segera mengundang gubernur dan BBPJN (Balai Pemeliharaan Jalan nasional) II Medan, guna memertanyakan komitmen Gubernur Edy terkait pembangunan jalan tol maupun jembatan layang tersebut," tegas Moses Pinem.

Ditambahkan perwakilan trasportasi angkutan umum PT Sutra Rahmat Sinulingga, pihaknya juga sangat mendukung aksi unjukrasa yang akan dilancarkan Formanas menuntut disegerakannya pembangunan tol Medan-Berastagi, karena akibat kerapnya macet di jalur itu, perusahaan bus mereka mengalami kerugian yang sangat besar.

Begitu juga para mahasiswa dan masyarakat Karo, Dairi, Simalungun dan Pakpak Bharat melalui juru bicaranya Edison Tarigan, Silitonga dan Sarumaha sudah menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan massa dari berbagai elemen masyarakat lainnya hingga memenuhi gedung DPRD Sumut.

Selain rencana aksi unjuk rasa ini, tambah Julianus, Formanas juga sudah melakukan gerakan pengumpulan koin Rp1000 di 6 kabupaten di Sumut dan hasilnya akan diserahkan ke Kementerian PUPR maupun DPR-RI di Jakarta, sebagai bentuk partisipasi rakyat untuk pembangunan tol maupun jembatan layang yang sangat diimpikan itu.

"Gerakan pengumpulan Rp1000 bukan penggalangan dana, tapi sebagai bentuk moral serta partisipasi maupun sumbangan masyarakat dari 6 kabupaten di Sumut guna penambahan dana pembangunan jalan tol maupun jembatan layang. Kita targetkan, berat koin tersebut mencapai 2 ton dan keseluruhannya akan dibawa ke Jakarta," tegasnya.

Berkaitan dengan itu, Moses Pinem, Julianus Sembiring, Petrus Sembiring dari transportasi angkutan umum serta Nurliana Br Karo dari perwakilan pedagang sayur- mayur di Sumut mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi menyumbangkan Rp1000 uang koin, untuk disampaikan ke pemerintah pusat, agar jalan tol dan jembatan layang bisa segera dibangun. (M03/f)
T#gs FormanasMedan-BerastagiMedan Berastagi
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments