Kamis, 12 Des 2019

Fauzi Hasibuan Terpilih Ketua Umum Peradi

* Munas Sempat Diwarnai Kericuhan
Minggu, 14 Juni 2015 12:10 WIB
Jakarta  (SIB)-,Dalam pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) II di Riau, Fauzi Hasibuan terpilih menjadi Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Fauzi terpilih setelah menyisihkan dua kandidat lainnya.

"Fauzi mendapatkan 301 suara dari 501 utusan cabang yang menggunakan hak memilih. Sehingga menetapkannya sebagai ketua umum terpilih," kata Ketua Steering Committee Munas II Peradi Achiel Suyanto, membacakan ketetapan, di Hotel Labersa, Kabupaten Kampar, Riau , Sabtu (13/6).

Suyatno menjelaskan, bahwa Fauzi terpilih menjadi ketum dengan sistem pemilihan delegasi atau perwakilan menyisihkan Jamaslin James Purba yang mendapat 120 suara, dan Frederich Yunadi yang hanya meraih 38 suara.

"Selain ditetapkan sebagai ketum terpilih dengan Thomas Edison Tampubolon sebagai sekjennya, Fauzi diberi wewenang untuk menetapkan kepengurusan periode," kata Suyatno.

Sementara itu, ketua umum terpilih, Fauzi menyatakan, bakal menyatukan advokat-advokat yang sekarang ini terkesan mengalami perpecahan. Termasuk di dalam Peradi sendiri. Dengan begitu rekonsiliasi menjadi agenda utama yang harus dijalankan ke depan.

"Nilai musyawarah ini kami ambil untuk melakukan rekonsiliasi. Organ Peradi ini harus dipertahankan," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pada Jumat (12/6) ada sekelompok advokat yang mencoba untuk menggagalkan jalannya Munas Peradi. Sempat terjadi keributan di antara pro dan kontra pelaksanaan Munas. 

Munas Sempat Diwarnai Kericuhan
Sebelumnya acara Musyawarah Nasional (Munas) Perhimpunan Advocat Indonesia (Peradi) di Kabupaten Kampar, Riau diwarnai kericuhan. Ada sekelompok pengacara yang ingin menggagalkan acara tersebut.

Demikian disampaikan, Humas Peradi Pengurus Nasional, Joko saat dihubungi, Jumat (12/6). Joko menjelaskan, kericuhan terjadi sore kemarin. Sekelompok pengacara yang terhimpun di Peradi mencoba menggagalkan acara Munas.

"Iya tadi ada dari kelompok yang kontra mendatangi ke acara Hotel Labersa. Ada beberapa pengacara, namun di belakangnya ada preman juga," kata Joko.

Mereka yang tidak setuju acara Munas ini, lanjut Joko, meminta untuk membubarkan acara. Sempat terjadi cekcok mulut. Malah yang tak pro acara mencoba untuk melempar kursi.

"Namun semuanya bisa direda dari pihak keamanan hotel. Mereka yang mencoba membuat keributan ada 30 orang, namun tidak semua pengacara ada premannya juga," kata Joko.

Kini situasi telah kondusif. Sejumlah pihak yang tidak punya undangan diminta keluar. Kini sekelompok pengacara yang tidak diundang di acara Munas diminta keluar.

"Tempat acara hanya boleh masuk yang sudah menerima undangan dari panitia. Yang tidak diundang, tidak boleh masuk," kata Joko.

Jadi Dewan Pakar Kubu Juniver 

Sementara itu Pasca melepas jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva kini sibuk menjadi pembicara seminar seputar masalah hukum. Tapi kegiatan Hamdan kini bertambah dengan menjadi seorang advokat.

Saat ditanya apakah dirinya kini bergabung ke Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Hamdan mengamininya.

"Iya nama saya ada dan dimasukan ke dalam Peradi," ucap Hamdan di Bumbu Desa, Jl Cikini Raya, Jakarta, Jumat (12/6).

Peradi sendiri saat ini sedang pecah pasca Munas di Makassar beberapa bulan lalu. Masing-masing calon mengklaim sebagai Ketua Peradi. Berdasarkan siaran pers yang disebar Peradi kubu Juniver Girsang, Hamdan duduk di kepengurusannya sebagai Dewan Pakar.

"Pak Hamdan ikut kubu siapa dong?" tanya wartawan.

Atas pertanyaan itu Hamdan menjawab diplomatis. Dia mengaku hanya masuk ke dalam Peradi demi menciptakan keharmonisan di wadah advokat tersebut. "Saya masuk ke sana untuk membuat Peradi menjadi satu," jawab Hamdan. (detikcom/h)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments