Sabtu, 26 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • FSGI Desak Kemendikbud Perpanjang Masa Input Data HP Siswa untuk Subsidi Kuota Internet

FSGI Desak Kemendikbud Perpanjang Masa Input Data HP Siswa untuk Subsidi Kuota Internet

Rabu, 16 September 2020 20:16 WIB
sumutpos.co

(Ilustrasi) Seorang murid SD, sedang belajar dari rumah lewat jaringan internet, belum lama ini.

Medan (SIB)
Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendesak Kemendikbud kembali memerpanjang proses entri maupun verval nomor HP siswa untuk mendapat subsidi kuota internet. Pasalnya, hingga masa tenggat waktu yang diberikan hingga 11 September masih banyak nomor HP yang masih belum valid.

"Diperpanjang tanpa batas cut off, karena tidak dipungkiri pada proses pendataan dari pihak sekolah ditemukan banyak kendala-kendala teknis seperti HP rusak, HP hilang, ganti HP yang baru, ganti nomor HP, jaringan tidak support dan lain-lain,"kata Sekjen FSGI Heru Purnomo kepada SIB, Selasa (15/9).

Ia mengaku heran dan memertanyakan keefektifan pembagian kuota internet tersebut. Pasalnya dari data Kemendikbud, nomor ponsel yang terdaftar sebanyak 21,7 juta dari 44 juta siswa dan 2,8 juta nomor dari 3,3 juta guru di Indonesia. Sementara itu, untuk mahasiswa, nomor ponsel yang telah tercatat sebanyak 2,7 juta nomor dari 8 juta mahasiswa dan dosen 161 ribu dari 250 ribu dosen.

"Tidak sampai 50 % siswa yang memiliki Nomor HP untuk didaftarkan. Bahkan angka ini bisa saja berkurang setelah nomor HP siswa diverval nantinya. Hal ini juga menunjukkan bahwa Kemendikbud dan Pemda tidak memiliki pemetaan yang akurat terhadap implementasi PJJ yang sudah berlangsung. Itu artinya dana yang dikeluarkan untuk bantuan kuota hingga Rp 9 triliun sebagian besar tidak akan digunakan," katanya.


Lanjut Heru, pemerintah perlu meningkatkan akurasi pemetaan terhadap pelaksanaan PJJ yang sudah berlangsung selama ini, sehingga kebijakan apapun nantinya yang akan diambil dalam rangkai memerbaiki pelaksanaan PJJ akan tepat sasaran dan tidak sia-sia.

Pemerintah harus memersiapkan segala sesuatunya untuk skenario terburuk sekalipun mengingat penularan dan penyebaran Covid-19 masih cenderung mengkhawatirkan dan penanganannya belum menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan.

Mengingat jumlah anggaran yang digunakan untuk bantuan kuota internet sangat besar, mencapai Rp 9 triliun, maka kami meminta agar KPK beserta lembaga yang memiliki kewenangan lainnya, untuk mengawasi program ini karena potensi kerugian sudah mulai terlihat dengan kelemahan-kelemahan yang sudah kami uraikan sebelumnya, tegasnya.

Mengingat kesulitan yang terjadi dalam proses entri maupun verval data nomor HP siswa, maka FSGI meminta agar sekolah diberikan diskresi untuk menggunakan bantuan pemerintah, apakah dana BOS kinerja ataupun BOS afirmasi, untuk digunakan siswa karena masih ada siswa yang didaftarkan nomor HP-nya tetapi tidak memiliki gawai untuk menggunakannya. (M20/f)

T#gs Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI)KemendikbudPerpanjang Masa Input Data HP Siswa untuk Subsidi Kuota InternetSubsidi Kuota Internet
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments