Jumat, 18 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • F-PKS DPRD Sumut Kritik Wacana Wisata Halal Danau Toba

F-PKS DPRD Sumut Kritik Wacana Wisata Halal Danau Toba

* Konsep Tanpa Kajian, Buat Polemik, Gubernur Edy: Ada yang Dramatisir
admin Rabu, 04 September 2019 12:02 WIB
SIB/Dok
Ikrimah Hamidy
Medan (SIB) -Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi PKS, Ikrimah Hamidy mengkritik wacana wisata halal di Danau Toba yang dilempar ke publik tanpa kajian. Seharusnya wacana ini lebih dulu dibahas pihak terkait pengembangan pariwisata.

"Pak Gubernur terlalu cepat menyampaikan tanpa dibangun konsepnya berdasarkan kajian. Sehingga membuat polemik di tengah masyarakat. Seolah ketika bicara mengenai wisata halal itu mau mengislamisasi daerah itu. Ini yang memicu ketersinggungan," kata Ikrimah kepada wartawan di Medan, Selasa (3/9).

Polemik menurutnya tak akan terjadi bila Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tak terburu-buru memberikan pernyataan. Wisata halal disebut Ikrimah bukan hal baru karena sudah diterapkan di sejumlah negara.

"Artinya mereka sudah memahami konsep itu dikaji dari sisi ekonomis. Mereka menerapkan konsep ini karena melihat peluang ekonomi besar dengan menyesuaikan fasilitas dengan kebutuhan wisatawan yang datang termasuk wisatawan dari negara mayoritas Islam," terangnya.

Jika konsep wisata halal diterapkan di Danau Toba, menurutnya harus melalui kajian. Gubernur Sumut didorong melakukan pembahasan dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan pemerintah kabupaten di kawasan Danau Toba.

"Satukan cara pandang, kemudian konsep pelaksanaannya seperti apa. Kalau semuanya sudah clear, maka disampaikanlah kepada publik khususnya pelaku usaha pariwisata di sana. Konsepnya seperti ini, seperti ini dan seterusnya," papar Ikrimah.

"Jadi saya menilai, polemik ini muncul karena lemahnya komunikasi dan perencanaan," imbuhnya.

Selain itu, politikus PKS ini mengingatkan agar Pemprov Sumut tidak melempar ide dadakan yang dilontarkan tanpa kajian
"Saran, tolong jangan memunculkan ide dadakan apalagi belum ditampung dalam perencanaan dalam APBD," ujar dia.
Dramatisir

Sementara itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyatakan ada yang mendramatisasi pernyataannya terkait wisata halal di Danau Toba. Akibatnya, informasi yang menyebar jadi salah.

Terkait dengan wisata halal di Danau Toba itu, Edy memberikan analogi bahwa di setiap daerah, ada orang-orang yang datang ke tempat tersebut, tidak dipandang apa agamanya. Tetapi untuk orang Islam, ada kebutuhannya terhadap makanan yang halal.

"Setiap daerah, ada orang datang ke situ, kita tidak memandang apa pun itu agamanya. Tetapi kalau ada orang Islam datang ke tempat itu, contoh di Bali, ada makanan di situ, rumah makan halal. Di Thailand yang mayoritas beragama Buddha, tapi di situ ada rumah makan halal," kata Edy di Nias, Selasa.

Namun, kata Edy, dalam konteks Danau Toba, bukan berarti semua rumah makan yang ada di situ harus rumah makan yang halal. Persepsi inilah yang keliru.

"Itu yang menjadikan salah. Ini orang-orang yang tidak mengerti," katanya.

Yang terpenting, kata dia, orang mau datang dengan segala kemudahannya. Dia mencontohkan Nias, yang menjadi lokasi penyelenggaraan Sail Nias 2019. Orang tidak akan datang ke Nias jika tidak ada tempat untuk makan.

"Ini orang yang suka yang mendramatisir. Menyalah-nyalahkan. Ini yang menjadi salah," kata Edy.

Perihal rumah makan yang halal itu pun, kata Edy, kewenangannya bukan di pemerintah provinsi, melainkan di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pihaknya hanya sebatas memberikan saran.

"Ini kebetulan yang ngomong orang muslim, jadi itu yang dipersoalkan. Ini yang tak boleh. Bukan berarti mengecilkan arti agama lain. Oh, tidak," tutup Edy.

Polemik wisata halal Danau Toba terus menggelinding di Sumut sepekan belakangan. Beberapa pihak menolak konsep wisata halal karena bertentangan dengan kearifan lokal penduduk yang bermukim di sekitar Danau Toba. Unjuk rasa juga digelar kelompok mahasiswa yang meminta kejelasan ihwal wisata halal ini. (detikcom/d)
T#gs Danau Toba Gubernur SumutWasata Halal
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments