Senin, 20 Jan 2020
  • Home
  • Headlines
  • Erick Thohir Rekrut Orang Bagus Buat Awasi 142 BUMN

Erick Thohir Rekrut Orang Bagus Buat Awasi 142 BUMN

Pastikan Sandiaga Tak Mungkin Jadi Bos BUMN
redaksi Selasa, 10 Desember 2019 19:42 WIB
Lamhot Aritonang
Erick Thohir: Kira Rekrut Orang Bagus Buat Awasi 142 BUMN.
Jakarta (SIB)
Erick Thohir langsung merombak pejabat-pejabat perusahaan pelat merah tak lama setelah diangkat jadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perombakan tidak akan berhenti dalam waktu dekat.

Apa alasan Erick merombak para bos BUMN tersebut?
"Kita sekarang harus merekrut orang yang bagus untuk membantu mengawasi dan mengelola 142 BUMN," ujarnya di SMK 57 usai pentas drama Prestasi Tanpa Korupsi, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Perombakan yang masih hangat terjadi di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) setelah dirutnya kedapatan selundupkan moge Harley-Davidson memakai pesawat Airbus yang baru dikirim dari Prancis.

"Di Garuda kan jangan hanya sekedar mencopot tetapi juga mencari figur-figur yang bagus untuk komisaris dan direksi," jelasnya.
"Step yang kita lakukan kemarin, rapat komisaris, tidak hanya memberhentikan dirut (Garuda), tetapi juga beberapa direksi yang memang hasil daripada review atau investigasi komisaris," tambahnya.

Menurut Erick, tugasnya tidak hanya selesai dalam mencopot direksi lama Garuda tapi juga mencari orang yang tepat untuk bisa mengembalikan citra dan kinerja maskapai pelat merah tersebut.

"Dan saya yakini juga dengan proses yang terjadi ini, kita harus kembalikan citra daripada Garuda itu. Jadi jangan mikir memberhentikan, tapi bagaimana secara korporasi juga kembali baik," katanya.

Tak Mungkin
Sementara itu Erick Thohir memastikan pengusaha sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno tidak mungkin bergabung dengan jajaran manajemen BUMN.

"Nggak lah, nggak mungkin. Saya rasa Pak Sandi sudah memosisikan dirinya seorang politikus," katanya, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (5/12).

Apalagi, kata Erick Thohir, sahabatnya tersebut sekarang sudah sibuk dengan kegiatan "talkshow" di berbagai daerah. Kalau Sandi mesti bergabung dengan BUMN, kata dia, berarti harus mengundurkan diri dari jabatannya di Partai Gerindra.

"Kalau beliau mesti bergabung ke BUMN maka beliau mesti mengundurkan diri jadi Wakil Ketua (Dewan Pembina) Gerindra, padahal baru gabung lagi," kata Erick Thohir.

Erick Thohir tidak memungkiri bahwa Sandi sering memberikan saran dalam pengelolaan BUMN, tetapi untuk masuk ke dalam jajaran BUMN kansnya kecil. "Saya rasa kansnya sangat kecil. Tanya saja Pak Sandi. Tetapi, saya rasa sangat kecil," katanya.

Sebelumnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan tidak ada tawaran dan pembicaraan dengan Erick Thohir untuk menjadi direksi di salah satu BUMN.

Sandiaga Uno menuturkan dirinya memang tidak ingin menduduki jabatan di BUMN sebab BUMN merupakan tempat yang harus bersih dari kepentingan dan unsur politik.

"Sebagai kader Gerindra saya sampaikan ke Pak Erick nanti BUMN akan disorot karena kan punya rakyat. Jangan sampai dia (Erick) pusing karena masalah politiknya akhirnya mendominasi," katanya.

Dalam berkontribusi untuk melakukan pembangunan di Indonesia, kata dia, tidak perlu menjadi menteri atau pejabat di perusahaan BUMN namun juga bisa melalui bidang masing-masing yang telah ditekuni.

Menurutnya, BUMN harus dikelola oleh talenta-talenta terbaik sehingga diperlukan seleksi yang ketat dan proses yang baik dengan memastikan tidak adanya benturan kepentingan individu maupun politik.

Sandiaga pun memastikan bahwa hubungannya dengan Menteri BUMN Erick Thohir tetap berjalan dengan baik meski hanya melalui WhatsApp.

Ia juga mengaku banyak memberi masukan terkait bidang yang sedang dipegang oleh Erick Thohir. "Saya masih komunikasi ya tentunya karena sahabat lama dari masa kecil. Saya berikan pemikiran saya tentang tingginya utang di BUMN dan bagaimana kita membangun infrastruktur dalam konsep kemitraan," kata Sandiaga. (detikfinance/T/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments