Minggu, 18 Agu 2019

Enam Terdakwa Kasus Mafia Bola Divonis Bersalah

* Mbah Putih Divonis 16 Bulan Penjara
admin Jumat, 12 Juli 2019 09:57 WIB
SIB/dok
Sidang kasus pengaturan skor sepakbola yang digelar Pengadilan Negeri Banjarnegara
Jakarta (SIB) -Enam terdakwa yang terlibat dalam kasus mafia bola ditajuhi hukuman oleh Pengadilan Negeri Banjarnegara pada, Kamis (11/7). Majelis hakim menjatuhkan hukuman berkisar antara 16 bulan hingga 3 tahun.

Keenam terdakwa itu adalah mantan Anggota Komisi Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan Anggota Komite Wasit PSSI Priyanto alias Mbah Pri, Dwi Irianto alias Mbah Putih yang disebut sebagai makelar pengaturan pertandingan, Direktur Penugasan Wasit PSSI Mansyur Lestaluhu, dan wasit Liga 3 Nurul Safarid, serta Anik Yuni Artikasari yang merupakan mantan Asisten Manajer Persibara Banjarnegara dan anak angkat Mbah Pri.

Hukuman terberat diterima Mbah Pri yang divonis 3 tahun penjara, sementara Tika dihukum 2 tahun 6 bulan. Keduanya juga diwajibkan membayar denda Rp 5 juta atau diganti kurungan selama satu bulan. Keduanya menyatakan pikir-pikir atas hukuman tersebut.

Johar Lin Eng yang divonis 1 tahun 9 bulan penjara dipotong masa tahanan dan Mbah Putih yang divonis 16 bulan penjara juga belum bisa memberikan keputusan terkait hukuman itu.

Hukuman lebih ringan diterima Mansyur dan Nurul Safarid. Keduanya mendapat hukuman 1 tahun penjara, subsider masa tahanan. Keduanya sepakat menerima hukuman tersebut.

Dalam fakta persidangan terungkap, Mbah Pri dengan bekerjasama dengan anak angkatnya, Tika, membujuk Manajer Persibara Banjanegara Lasmi Indrayani untuk memberikan uang sejumlah Rp 800 juta agar klub Liga 3 itu dapat promosi ke Liga 2.

Uang itu digunakan untuk menyuap wasit yang akan memimpin laga yang dijalani Persibara. Uang tersebut selanjutnya didistribusikan kepada empat terdakwa lainnya, yaitu Johar Lin Eng yang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Provinsi Jateng, Mbah Putih, Mansur Lestaluhu dan wasit Nurul Safarid.

Kasus ini pun mencuat ke permukaan setelah Lasmi mengadu ke PSSI karena Mbah Pri gagal mewujudkan janjinya membawa Persibara promosi ke Liga 2. Selain Johar Lin Eng cs, kasus ini awalnya juga menyeret nama Wakil Ketua PSSI Joko Driyono namun Joko belakangan hanya dijerat dalam kasus perusakan barang bukti kasus mafia bola.

Mbah Putih Divonis
Terdakwa kasus mafia bola, Dwi Irianto alias Mbah Putih, divonis 16 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Banjarnegara. Ia terbukti bersalah menerima suap.

"Menjatuhkan hukuman pidana 1 tahun 4 bulan penjara kepada terdakwa Dwi Irianto alias Mbah Putih," kata ketua Majelis Hakim Heddy Bellyan di di ruang sidang, Kamis (11/7).

Terdakwa dinilai salah dan melanggar pasal 3 Undang-undang nomor 11 tahun 1980 tentang tindak pidana suap.
Vonis ini lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Sebelumnya, Jaksa menuntut 18 bulan penjara untuk terdakwa mantan komisi disiplin PSSI tersebut.

Kuasa Hukum Dwi Irianto, Khairul Anwar, mengatakan kliennya divonis bersalah dan melanggar pasal 3 UU nomor 11 tahun 1980 tentang tindak pidana suap. Hal tersebut menurut dia menegaskan tidak ada kaitannya dengan kasus pengaturan skors.

"Yang terbukti berbeda, pasal 3 UU nomor 11 tahun 1980 tentang tindak pidana suap tidak terkoneksi dengan pengaturan skors. Saat ini kami masih pikir-pikir dulu," ujarnya.

Hadir dalam sidang itu Andi Darussalam Tabussala, orang lama di sepakbola Indonesia. Pria yang akrab disapa ADS itu merupakan salah satu perancang Badan Liga Indonesia, yang dalam prosesnya berkembang menjadi Liga 1.

Mbah Putih terlibat kasus suap itu bermula dari laporan mantan manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani. Kepolisian menyebut Dwi berperan sebagai broker dalam pengaturan skor sepakbola Indonesia. (T/Detiksport/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments