Minggu, 22 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • Emon Cabuli 51 Anak di Sukabumi, Terancam 20 Tahun Penjara

Emon Cabuli 51 Anak di Sukabumi, Terancam 20 Tahun Penjara

Minggu, 04 Mei 2014 18:21 WIB
Jakarta (SIB)- Teganya! Mungkin itulah yang ada di kepala orang waras ketika mendengar Emon (24) mencabuli anak-anak di Sukabumi. Apalagi jumlah anak yang dicabulinya itu jumlahnya mencapai 51 orang.

"Pengakuan pelaku melakukan aksinya sejak tahun lalu 2013 bulan Januari, tapi itu pengakuan pelaku, jadi kita masih mendalami lagi," jelas Kapolresta Sukabumi AKBP Hari Santoso saat dihubungi.

Kasus tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sukabumi. Para bocah berusia 6 hingga 13 tahun yang menjadi korban ini mayoritas bermukim di lingkungan sekitar tempat tinggal Emon.

"Pelaku sudah kita periksa tadi malam, darah juga sudah diambil, sudah diperiksa kemaluannya," kata Hari.

Emon diamankan di Mapolresta Sukabumi guna pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan pemeriksaan oleh penyidik, Emon menjanjikan uang Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu kepada korban dengan syarat mau dicabuli. Pemuda tersebut menepati janji jika hasrat seks menyimpangnya tersalurkan.

Ulah Emon terbongkar setelah orang tua salah satu korban melapor polisi. Bocah pria berusia 11 tahun mengaku dicabuli Emon di lokasi Pemandian Liosanta Citamiang, Kota Sukabumi, Minggu 27 April lalu. Polisi menangkap Emon pada Kamis 1 Mei kemarin.

3 dari 47 Korban Alami Pendarahan
Polresta Sukabumi menyatakan sudah memeriksa 13 korban pencabulan Andri Sobari alias Emon (24) dari 47 anak yang melapor. Berdasarkan hasil visum, 3 korban mengalami luka di bagian anus.

"13 korban sudah diperiksa dari 47 anak," kata Kapolresta Sukabumi AKBP Hari Santosa saat dihubungi via telepon, Sabtu.

Hari menyebutkan, dari pemeriksaan dokter diketahui 3 korban mengalami luka di bagian anus hingga mengalami pendarahan. Pemeriksaan dilakukan di RSUD R. Syamsudin.

"Dokter semalam memeriksa hingga pukul 02.00 WIB pagi. 3 di antaranya yang diperiksa anus rusak dan berdarah," kata Hari.

Kasus tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sukabumi. Para bocah berusia 6 hingga 13 tahun yang menjadi korban ini mayoritas bermukim di lingkungan sekitar tempat tinggal Emon.

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 4 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.



T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments