Jumat, 10 Apr 2020
  • Home
  • Headlines
  • Eks Direktur Garuda Mengaku Dicopot Usai Tolak Proposal Rolls-Royce

Sidang Suap Emirsyah Satar

Eks Direktur Garuda Mengaku Dicopot Usai Tolak Proposal Rolls-Royce

redaksi Jumat, 10 Januari 2020 17:56 WIB
Ant/Muhammad Adimaja
SIDANG SUAPM PENGADAAN PESAWAT DAN MESIN PESAWAT GARUDA : Terdakwa suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada Garuda Indonesia Emirsyah Satar(kiri) dan Soetikno Soedarjo(kanan) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor,Jakarta,Kamis(9/1).
Jakarta (SIB)
Harga yang diajukan Rolls-Royce untuk program perawatan mesin pesawat untuk PT Garuda Indonesia dinilai terlalu mahal oleh Soenarko Kuncoro. Dia lantas menolak proposal dari Rolls-Royce itu tetapi malah diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur Teknik dan EVP Engineering PT Garuda Indonesia.

Soenarko menceritakan hal itu saat bersaksi dalam persidangan dengan terdakwa Emirsyah Satar selaku mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Proposal yang ditolak Soenarko saat itu bernama TCP atau Total Care Program untuk perawatan mesin pesawat Rolls-Royce pada pesawat-pesawat milik PT Garuda Indonesia.

"Ya belum menyetujui karena hitungan yang kita evaluasi itu berbeda," ucap Soenarko dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (9/1).

"Karena kita bikin surat ke Rolls-Royce (menanyakan) bagaimana ini? Jadi banyak requirement yang memang kita belum setuju. Makanya angkanya berbeda. Angka hitungan kasar evaluasi dengan penawaran Rolls-Royce," imbuh Soenarko.

Lantas Soenarko melaporkan penolakan atas proposal Rolls-Royce itu ke Emirsyah. Namun pengajuan proposal dari Rolls-Royce ke PT Garuda Indonesia saat itu masih terbuka.

"Tidak (diturunkan proposalnya). Jadi sampai saya selesai itu masih open saja karena menunggu surat yang saya kirim ke Rolls-Royce dan minta jawabannya gitu," ucap Soenarko.

Saat itu Soenarko mengaku berhadapan langsung dengan Rolls-Royce tanpa adanya perantara untuk negosiasi program tersebut. Namun setelahnya Soenarko mengaku malah diberhentikan dari jabatannya.

"Saya diberhentikan. Alasannya, waktu RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) saya dianggap nggak perform-lah sebagai direksi dalam hal menjaga on time performance. Secara keseluruhan," ucap Soenarko.

Dalam perkara ini, Emirsyah didakwa menerima suap yang totalnya sekitar Rp 46 miliar terkait pengadaan serta perawatan pesawat. Uang itu disebut dari beberapa vendor termasuk Rolls-Royce melalui perantara yaitu Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo, yang juga didakwa dalam perkara ini.

Selain suap, Emirsyah juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Perbuatan Emirsyah disebut dilakukan bersama Soetikno Soedarjo. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments