Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Edy Rahmayadi Ungkapkan Temuan Terbaru Raibnya Rp1,6 M

Pengusutan Dipercayakan kepada Kepolisian

Edy Rahmayadi Ungkapkan Temuan Terbaru Raibnya Rp1,6 M

admin Selasa, 17 September 2019 11:58 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi
Medan (SIB) -Sampai saat ini publik menilai, ada yang aneh dalam kasus hilangnya uang milik Pemprov Sumut Rp 1,6 miliar dari dalam mobil yang terparkir di pelataran parkir Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Senin (9/9) lalu.
Keanehan itu antara lain tertuju dalam hal mengapa uang sebanyak itu ditarik tunai. Sebagaimana dalam pengelolaan keuangan pemerintahan saat ini, umumnya pembayaran untuk hal apapun sudah lewat sistem online.

Namun menurut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, penarikan uang secara tunai bukan tidak bisa atau diperbolehkan. Mantan Pangkostrad itu mendasarkannya pada adanya Peraturan Gubernur (Pergub), yang melegalkan penarikan tunai. "Pergubnya juga mengatakan, boleh secara tunai, itu dalam rangka untuk mempermudah yang sifatnya teknis," ujar Edy menjawab wartawan soal bagaimana progres pemeriksaan di internal Pemprov Sumut atas kasus hilangnya uang itu.

Gubernur Edy mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan internal melalui Inspektorat Sumut. "Inspektorat harus mencari itu sampai ke mana," sebut Edy menjawab wartawan usai salat dzuhur di Mesjid Agung Medan, Senin (16/9).

Selain melakukan pemeriksaan internal, Pemprov Sumut juga mempercayakan pengusutan melalui kepolisian. "Kita sama-sama, kita cari, sudah ada tanda-tanda kita temukan, nanti kita buktikan apa sebenarnya yang terjadi," ujar Edy.

FAKTA BARU
Gubernur mengungkapkan fakta baru, yakni sudah ada honor yang ditransfer sebelumnya kepada 4 orang penerima, yaitu bagian dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Sumut. "Saya lihat saya dengar dari Pak Ijeck (Wagub Sumut Musa Rajekshah) ada empat orang ditransfer, ada yang sekian orang tidak ditransfer kenapa dibeda-bedain, ada apa itu," kata Edy Rahmayadi.

Gubernur juga mengatakan orangnya itu (tanpa mau menjelaskan siapa yang dimaksudkannya), apakah yang dua orang pembawa uang dari Bank Sumut itu atau apakah Plt Kepala BPKAD Sumut Raja Indra Saleh, melampaui wewenang. "Secara internal melampaui wewenang gitu," sebut Edy.

Lalu soal alasan salat kedua pembawa uang itu, yakni Pembantu PPTK Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumut, Muhammad Aldi Budianto dan tenaga honorer BPKAD Sumut, Indrawan Ginting, menurut Gubernur menunjukkan sinyal kurang tepat jika salat menjadi alasan. "Terus salat, salat.. loh udah di dalam sini, kok salat uangnya nggak dibawa naik ke atas, katakanlah di situ kan ada Satpol PP, kalau dia memang nggak mau atau malas membawanya ke atas, kan tinggal dipanggilnya aja Satpol PP, eh kau jaga mobil ini," sambung Edy.

Sebagaimana diketahui, Satreskrim Polrestabes Medan tengah menyelidiki kasus hilangnya uang Rp 1,6 miliar itu. Tim Inspektorat Sumut juga sedang melakukan pemeriksaan internal.

Gubsu Edy kepada Inspektur Inspektorat Sumut menekankan agar pemeriksaan kasus hilangnya uang itu harus selesai secara tuntas jelas dan tegas.

Periksa Rekaman CCTV
Sementara itu, Sat Reskrim Polrestabes Medan hingga kini masih terus melakukan penyelidikan terkait raibnya uang Rp 1,6 miliar lebih milik Pemprov Sumut. Selain itu penyidik sedang melakukan pengembangan serta memeriksa hasil rekaman CCTV yang ada di seputaran lokasi kejadian.

Keterangan itu disampaikan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira yang dikonfirmasi wartawan, Senin (16/9). Dikatakan Putu, pihaknya masih menyelidiki.

"Semoga bisa cepat terungkap. Hasil pemeriksaan CCTV masih dikembangkan," ujarnya sembari menambahkan hingga kini sudah 6 saksi yang diperiksa. (M11/M16/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments