Senin, 27 Jan 2020
Iklan Banner Header
Banner Menu
Detail Utama 1
  • Home
  • Headlines
  • Edy Rahmayadi Ajak Masyarakat di Jakarta Berikan Kontibusi Pembangunan di Sumut

Nyanyikan Lagu O Tano Batak,

Edy Rahmayadi Ajak Masyarakat di Jakarta Berikan Kontibusi Pembangunan di Sumut

redaksi Minggu, 08 Desember 2019 09:38 WIB
SIB/Roland Tambunan
AJAK: Gubernur Edy Rahmayadi mengajak masyarakat Sumut di Jakarta untuk membangun Sumut ke depan, agar tidak tertinggal dengan provinsi lain dalam acara Silaturahmi Gubernur Sumut dengan masyarakat Sumut yang ada di Jakarta, Jumat (6/12) malam di Ballroom Flores Hotel Borobudur Jakarta.
Iklan Detail Content Top
Jakarta (SIB)
Gubernur Edy Rahmayadi bersama istri yang Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis Edy Rahmayadi menyanyikan lagu O Tano Batak dalam acara Silaturahmi Gubernur Sumut dengan Masyarakat Sumut yang Ada di Jakarta, Jumat (6/12) malam di Ballroom Flores Hotel Borobudur Jakarta. Diiringi group Amigos Band, Edy bersama istri mengajak masyarakat Sumut untuk bernyanyi bersama. Dengan menyanyikan lagu tersebut, maka masyarakat Sumut di Jakarta diharapkan tidak melupakan tanah leluhurnya, serta turut membangunnya menjadi Provinsi Sumut yang bermartabat.

Saat masyarakat Sumut mendengar lagu tersebut, mereka langsung antusias naik ke panggung menghampiri Gubernur dan sebagian lagi berdiri di tempatnya sambil bernyanyi melambaikan kedua tangan ke atas.

Hadir saat itu di antaranya Pembina Kerukunan Keluarga Sumut Akbar Tanjung, Pangkostrad Letjen TNI Harto Karyawan, Sultan Langkat Tengku Azwar Aziz, Sekdaprov Sumut R Sabrina, Wakil Ketua DPR RI Abdul Wahab Dalimunthe, Nurdin Tampubolon, Khairuman Harahap, anggota DPR RI Gus Irawan Pasaribu, Pj Wali Kota Medan Ahyar Nasution, Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, para mahasiswa dan warga Sumut lainnya yang ada di Jakarta.

Gubernur Edy mengatakan, lagu ini adalah lagu yang luar biasa bagi warga Batak Toba. Dengan selalu menyanyikan lagu itu maka warga Sumut akan selalu rindu untuk pulang ke tanah leluhurnya.

Dengan kerinduan itu, kata Gubernur, dirinya juga mengajak masyarakat yang ada di Jakarta sekitarnya untuk mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan Sumut ke depan. Khususnya para anggota DPR RI asal Sumut. "Kita tau, anggota DPR RI asal Sumut adalah wakil rakyat Sumut di Jakarta, untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Sumut ke pemerintah pusat dalam berbagai program pembangunan yang telah direncanakan tahun depan. Provinsi Sumut tidak boleh tertinggal lagi dari provinsi lainnya, apalagi Provinsi Sumut sangat kaya di bidang alam dan SDM," ujarnya.

Saat ini menurut Edy, Pemprov Sumut tengah mempersiapkan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Sumut, yakni dengan membangun sport center. "Saya juga melaporkan persiapan PON 2024 di Sumut dan kita telah mempersiapkan sport center untuk acara itu. Rencana pada 2023, akan sudah terwujud di atas tanah 300 hektar yang pada Januari 2020 mendatang akan segera dilelang," katanya yang disambut tepuk tangan masyarakat.

Tidak itu saja, Edy juga membeberkan pembangunan infrastruktur lalinnya, yakni pembangunan pengolahan sampah di Tuntungan Deliserdang di area seluas 100 hektar. Selain itu penataan Stasiun Kereta Api, Lapangan Merdeka dan pembangunan jalan tol di Kota Medan sekitarnya. "Di Tuntungan ada 100 hektar yang sudah MoU dengan Korea tentang pengolahan sampah. Infrastruktur Mebidangro, yakni penataan stasiun kereta api, Lapangan Merdeka serta pembangunan jalan tol di Kota Medan," katanya.

Selain wacana pembangunan di Sumut, Edy juga membeberkan pada masyarakat Sumut yang ada di Jakarta dan sekitarnya, permasalahan yang tengah dihadapi pemerintah Sumut saat ini, yakni wabah cholera babi dan menumpuknya bangkai babi di sungai.

Negara adikuasa Amerika Serikat juga telah mempertanyakan masalah ini ke Gubernur. "Yang pastinya saya lapor kepada rakyat Sumut, ada mungkin yang kurang menyenangkan tapi harus saya laporkan. Sampai saat ini belum tuntas wabah yang melanda Sumut. Saya datang dipanggil Komisi 4 yang permasalahannya adalah ternak babi. Inilah hebatnya Sumut. Babi sudah mati 2.126 ekor yang dibuang ke sungai. Dari Amerika juga menanyakan itu, kenapa bisa terjadi. Beginilah kondisi kampung kita," katanya.

Permasalahan lainnya, sambung dia, yakni dampak penambangan emas di Kabupaten Madina yang diduga sudah tercemar mercury. Edy pun berjanji akan segara menutup pertambangan itu dan akan segera mengalihkan pergerakan ekonomi masyarakat pada pertanian dan peternakan. "Saya tak mau anak cucu kita ke depan berdampak fatal," katanya.

Sementara itu, Pembina Kerukunan Keluarga Sumut Akbar Tanjung mengajak para tokoh agama, adat dan masyarakat dengan meminjam slogan di era Gubernur Alm Raja Inal Siregar, Marsipature Hutanabe (Martabe) yang memiliki arti mari benahi kampung masing-masing. "Kita bersyukur kita masih sempat bersilahturahmi di Jakarta. Saya meminta pada masyarakat Sumut yang ada di Jakarta untuk dapat memberikan kontribusi pembangunan di Sumut. Sebagaimana slogan gubernur sebelumnya Raja Inal Siregar yakni Marsipature Hutanabe. Ada baiknya kita warga Sumut memberikan kontribusi pembangunan di Sumut. Sehingga harapan kita Sumut jadi provinsi termaju di Indonesia," katanya.

Akbar berharap, dengan kepemimpinan Edy Rahmayadi dapat mewujudkan pemerintah yang bersih dan mampu membawa Provinsi Sumut yang maju, dengan memanfaatkan potensi SDM dan SDA, serta lebih efektif membangun komunikasi dengan masyarakat. "Kalau tidak kita membangun kampung kita, siapa lagi yang bisa kita harapkan," ujarnya.

Sedangkan Kepala Kantor Penghubung Pemprov Sumut Nursalim Affan Hasibuan sekaligus panitia pelaksana kegiatan ini menyatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan dengan masyarakat, tokoh agama, adat yang ada di Jakarta sekitarnya. Undangan yang hadir diperkirakan sekitar 950 orang terdiri masyarakat tokoh adat dan agama, mahasiswa, pengusaha dan lainnya. Acara ini juga akan diagendakan setiap tahunnya oleh Pemerintah Provinsi Sumut, untuk mendengar masukan dan keakraban sesama masyarakat Sumut dalam membangun Provinsi Sumut lebih baik lagi dan bermartabat ke depan.

Acara ini sebelumnya diawali dengan tarian berbagai etnis dari Sumut, seperti Nias, Karo, Mandailing, Toba, Simalungun, Melayu, Pakpak dan lainnya serta diakhiri makan malam bersama. (M11/d)

Iklan Detail Content Bottom
T#gs
Iklan Detail Utama 2
Berita Terkait
Iklan Detail Utama 2
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments
Iklan Detail Utama 4