Senin, 16 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Edhy Prabowo Ingin Kapal Illegal Fishing Dirampas untuk Praktikum-RS Apung

Edhy Prabowo Ingin Kapal Illegal Fishing Dirampas untuk Praktikum-RS Apung

redaksi Selasa, 03 Desember 2019 14:36 WIB
news.detik.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo
Jakarta (SIB)
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ingin kapal illegal fishing hasil rampasan diserahkan kepada pihak yang membutuhkan. Salah satunya adalah lembaga pendidikan untuk keperluan praktikum.

"Mungkin diserahkan ke lembaga pendidikan sebagai sarana pendidikan, karena banyak kampus perikanan perlu alat praktik kapal tanker," kata Edhy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/12).

Edhy juga ingin jika kapal hasil rampasan digunakan untuk RS terapung. Yang penting, kapal tersebut masih memiliki daya guna.
"Kemudian juga bisa diserahkan untuk rumah sakit, ada kapal yang luar biasa besar di Provinsi Aceh yang sampai 3.000 GT, itu bisa jadi rumah sakit lah," katanya.

Edhy juga menjawab apakah penenggelaman kapal akan dihentikan. Kebijakan itu terkenal di masa Susi Pudjiastuti.

"Maksudnya begini, kita akan kejar setiap pelanggar illegal fishing di tengah laut, dan kami sudah buktikan, ada dua pelanggaran yang terjadi, melibatkan empat kapal, satu di Laut Sulawesi, ada kapal dari negara tetangga kita masuk, satu kapal besar dan dua kapal yang mengikutinya, pengangkut ikan, satu lagi di Selat Malaka kemarin yang juga berbendera negara tetangga," paparnya.

Sebelumnya, Edhy Prabowo mengatakan tak akan menghentikan penenggelaman kapal maling ikan seperti pendahulunya, Susi Pudjiastuti. Tapi dia tidak mau fokusnya hanya penenggelaman kapal.

Dia juga mempertimbangkan agar kapal-kapal ilegal yang disita Kejaksaan Agung diberikan untuk nelayan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

"Kalau jargon penenggelaman kapal terus yang kita lakukan sementara pembinaan kepada nelayan dan pembudi daya ikan kita juga nggak ada, nggak jalan nggak ada gunanya," kata Edhy di Menara Kadin, Jakarta, Senin (18/11). (detikcom/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments