Minggu, 07 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Headlines
  • Dugaan Manipulasi Bantuan Pemprov Sumut untuk Asahan Dilaporkan ke Polisi

Dugaan Manipulasi Bantuan Pemprov Sumut untuk Asahan Dilaporkan ke Polisi

redaksisib Sabtu, 23 Mei 2020 09:25 WIB
SIB/Mangihut Simamora

MELAPORKAN: Ketua DPP IHI Bahrum bersama Ketua NGO TOPAN-AD Kabupaten Asahan Bormen Panjaitan melaporkan dugaan manipulasi berat paket sembako bantuan Pemprov Sumatera Utara untuk Kabupaten Asahan ke Sat Reskrim Polres Asahan, Jumat (22/5). 

Kisaran (SIB)
Para aktivis melaporkan dugaan manipulasi berat paket sembako bantuan Pemprov Sumatera Utara untuk Kabupaten Asahan bagi masyarakat terdampak Corona Virus Disease (Covid-19) ke Polres Asahan, Jumat (22/5).

Pelaporan dilakukan Ketua DPP Indenpenden Hukum Indonesia (IHI) Bahrum bersama Ketua NGO Team Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah (TOPAN-AD) Kabupaten Asahan Bormen Panjaitan.

Menurut mereka, kecurangan itu merupakan praktik korupsi, dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab. Memanfaatkan situasi guna mencari keuntungan pribadi, menjadi dasar kasus ini dibawa ke ranah hukum.

“Kita menduga ada perbuatan yang berpotensi merampok uang Negara, karenanya kita minta APH dapat mengusut tuntas kasusnya. Mengambil keuntungan pribadi di tengah pandemi Corona, ini merupakan bentuk kejahatan luar biasa dan harus dihukum berat agar ada efek jera,” ucap mereka.

Terpisah, Ebenejer Sitorus anggota DPRD Sumatera Utara sangat mendukung apa yang dilakukan aktivis Asahan, melaporkan temuan pada paket sembako bantuan Pemprov Sumatera Utara itu ke Polres Asahan. Sebenarnya, sebut Eben, dirinya ingin melakukan sidak terhadap paket sembako itu. Namun, karena baru sembuh dari Covid-19, belum belum bisa keluar rumah.

Lanjutnya, permasalahan pada paket sembako tersebut tidak akan terjadi bila bantuannya tidak berupa barang namun uang. Dari awal, jelasnya, dirinya telah memprediksi akan terjadi masalah sekarang jika bantuan berupa sembako.

“Bila bentuk uang, maka jumlahnya tidak mungkin dimanipulasi sebab sudah diberitahukan nominal yang akan dibagikan. Jika berbentuk sembako ya timbul masalah seperti ini. Kalau begini siapa bertanggungjawab, karenanya kita mendukung aktivis melaporkan temuan mereka ke polisi,” tegas politisi Partai Hanura itu.

Sebelumnya diberitakan, paket sembako bantuan Pemprov Sumatera Utara berupa beras, gula, minyak goreng, mi instan untuk Kabupaten Asahan telah tiba dan disimpan dalam Gedung Serba Guna Rambate Rata Raya Kisaran. Diduga telah terjadi manipulasi berat pada bantuan yang diperuntukkan buat masyarakat yang terdampak Covid-19 itu.

Pantauan SIB bersama beberapa aktivis, Rabu (20/5), terlihat puluhan warga sekitar lokasi sibuk menimbang gula pasir serta sebagian lagi menyusun paket sembako ke kotak. Terlihat juga, beras berat 10 Kg, minyak makan 2 Kg serta mi instan dengan merk kapal api dan inter mi. Mengherankan, ketika para aktivis melakukan pengecekan berat beras, minyak makan dan gula tidak sesuai yang disebutkan.
Seperti beras, dari 20 sample goni yang ditimbang beratnya berkurang bervariasi yakni 9 Kg sampai 9,5 Kg tidak pas 10 Kg. Begitu juga dengan minyak makan dan gula putih beratnya tidak full 2 Kg, berkisar 1,8 Kg. Lebih mengherankan lagi, mi instan yang disediakan adalah merk kapal api dan inter mi, merupakan mi instan paling murah dijual.

Bahrum dan Bormen Panjaitan, yang melakukan penimbangan langsung, menduga telah terjadi kecurangan pada pemberian paket sembako bantuan Pemprov Sumatera Utara tersebut.

Ditegaskan mereka, pada beras dan minyak ada dugaan manipulasi berat serta diperkirakan sudah terjadi sejak awal barang dipesan. Selain berat, yang menjadi sorotan adalah mi instan, karena harganya paling murah yakni Rp 1.000/bungkus. Terhadap temuan ini, pihaknya akan melaporkan ke aparat penegak hukum (APH) untuk menindaklanjutinya serta mengusut tuntas masalah tersebut.
“Kita tidak tahu jenis mi instan yang telah ditentukan, tetapi sepertinya kurang cocok mi yang disebutkan di atas dibagikan ke masyarakat. Informasi yang kita terima bantuan paket sembako Pemprov Sumut ini nilai harganya Rp 225.000, namun bila melihat berat serta merk mi instan, paket sembako nilainya kurang lebih Rp 195.000,” kata mereka.

Sementara, Heri, pengawas barang dari pihak ketiga yaitu PT Arma Anugerah ketika dikonfirmasi SIB, dirinya mengaku tidak tahu menahu dengan berat paket sembako. Dia mengatakan kedatangannya guna memastikan barang yang sampai dalam keadaan tersegel. Ditanya, bagaimana dengan gula yang diawasinya langsung. Heri menjawab tidak bisa mengawasi semua, namun dia memastikan timbangan gula yang diawasinya tidak kurang dari 2 Kg. Ditanya lagi berapa jumlah barang milik mereka, dijawab Heri banyaknya 2.000 paket.(A02/d)
T#gs bantuanKisaranManipulasiPemprov Sumutheadline
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments