Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Headlines
  • Diviralkan Terkait HTI, Enzo Allie Dipertahankan TNI Jadi Taruna Akmil

Diviralkan Terkait HTI, Enzo Allie Dipertahankan TNI Jadi Taruna Akmil

admin Rabu, 14 Agustus 2019 12:22 WIB
Enzo Zenz Allie
Jakarta (SIB) -Salah satu taruna Akademi Militer (Akmil), Enzo Zenz Allie, sempat ramai dikait-kaitkan dengan organisasi terlarang, HTI. Setelah melalui sejumlah tes, Enzo tetap dipertahankan oleh TNI.

Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jenderal Andika Perkasa, mengatakan sejak awal TNI tidak ragu dengan 364 orang taruna Akmil yang telah diterima. Semua taruna telah memenuhi standar sesuai dengan alat pengukuran yang telah lama diterapkan, dari akademik, kesehatan jasmani, psikologi, sampai mental.

"Tapi karena kemudian ada info tambahan tentang salah satu taruna kami, yaitu Enzo Zenz Allie, maka kami pun berusaha untuk, terbuka, membuka diri," kata Andika dalam jumpa pers di Mabesad, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).

Pengukuran itu berlangsung pada 10-11 Agustus 2019. Salah satu yang diukur adalah indeks moderasi bernegara. Enzo mendapat nilai 5,9 dari nilai maksimal 7.

"Indeks moderasi bernegaranya cukup bagus. Oleh karena itu, kami Angkatan Darat memutuskan untuk mempertahankan Enzo dan semua taruna-taruna militer yang kami terima beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, sempat beredar foto diduga Enzo memegang bendera tauhid. Selain itu, beredar pula screenshot posting-an ibu Enzo. Netizen juga menganggap postingan ibu Enzo berisi fitnah kepada pemerintah dan berbau dukungan terhadap organisasi yang dilarang di Indonesia, HTI.

Belum Tentu
Sementara itu, Andika Perkasa, Enzo dipertahankan karena sudah memenuhi standar semua pengukuran, termasuk terkait indeks moderasi beragama. Tapi, nantinya ada penilaian lagi untuk menjadi anggota aktif TNI.

"Namun demikian penilaian terhadap calon perwira, belum menjadi anggota aktif TNI. Penilaian terhadap calon pada tahap pendidikan 4 tahun. Maka selama 4 tahun pula penilaian berlaku dan tidak semuanya berhasil," kata Andika.

Andika memberi contoh dalam 5 tahun terakhir. Di tahun 2014, ada 3 taruna Akmil yang dikeluarkan sebelum dilantik jadi perwira TNI Angkatan Darat. Sementara itu, ada 1 taruna yang dikeluarkan pada 2015. Sebanyak 4 taruna dikeluarkan pada 2016 dan 5 orang pada 2018.

"Tahun ini 2019 sudah ada 2 orang yang kami keluarkan. Berbagai alasan. Ada yang karena kesehatannya mereka tidak bisa mengikuti standar. Ada yang karena jasmaninya dan juga ada yang karena mental ideologinya," ungkapnya. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments