Senin, 17 Feb 2020
  • Home
  • Headlines
  • Ditolak 4 Negara, 2 Ribu Penumpang Kapal Pesiar MS Westerdam Terdampar di Laut

Ditolak 4 Negara, 2 Ribu Penumpang Kapal Pesiar MS Westerdam Terdampar di Laut

* Jepang Karantina Kapal Pesiar Diamond Princess
Redaksisib Minggu, 09 Februari 2020 09:22 WIB
dailymail

DIKARANTINA : Kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina Pemerintah Jepang di lepas pantai Jepang sejak Senin(3/2) lalu setelah 64 penumpangnya positif mengidap virus corona.

Yokohama (SIB)
Lebih dari 2.000 orang terdampar di laut setelah empat negara menolak masuk ke kapal pesiar MS Westerdam karena ketakutan akan virus corona.

Jepang, Taiwan, Filipina, dan wilayah Guam Amerika Serikat (AS) semuanya menolak izin kapal MS Westerdam untuk berlabuh.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan, negaranya tidak akan mengizinkan penumpang asing turun.

Namun, operator kapal, Holland Amerika mengatakan, kapal tidak dalam masa karantina dan tidak ada kasus virus corona di dalam kapal.

Kapal Westerdam meninggalkan Hong Kong pada 1 Februari, membawa 687 penumpang dari perjalanan sebelumnya. Kemudian membawa 1.455 penumpang dan 802 awak, total 2.257 orang.

Seorang penumpang, Bev Thurbin mengatakan, kapal itu ditolak masuk ke Filipina dan kemudian berlayar ke Taiwan karena kekhawatiran akan virus corona.

Kapal kemudian berlayar ke Jepang, dengan operator kapal pesiar mengatakan bahwa penumpang akan diturunkan di Yokohama daripada di Shanghai, sesuai awalnya.

Namun Jepang mengumumkan akan menggunakan hukum imigrasi untuk melarang masuknya penumpang asing dari kapal.
Masalah-masalah Westerdam meningkat lebih lanjut ketika Gubernur Guam, wilayah AS, menolak permintaan Departemen Luar Negeri untuk mengizinkan kapal berlabuh di sana.

“Kewajiban kami adalah melindungi rakyat Guam,” kata Gubernur Guam Leon Guerrero, melansir Daily Mail, Jumat (7/2).
Penumpang Australia David Holst mengatakan bahwa kapten kapal belum mengungkapkan ke mana tujuan Westerdam selanjutnya.
“Setelah sekitar 15 jam tidak bergerak,” katanya. “Ya, itu sangat menegangkan dan menyusahkan,” lanjut dia.

Holland America menyatakan bahwa tidak ada penumpang yang terinfeksi virus corona.

“Kami dengan cepat bekerja untuk mengembangkan rencana alternatif dan membuat para tamu mendapat informasi terbaru,” isi pernyataan Holland America.

“Kami sedang memantau situasi yang berkembang sehubungan dengan virus corona yang berasal dari China daratan,” lanjut pernyataan tersebut.

Setiap tamu yang menderita masalah pernapasan akan diskrining, kata Holland America.

KBRI Tokyo berkoordinasi dengan Pemerintah Jepang terkait Kapal Pesiar Diamond Princess di perairan Yokohama yang beberapa penumpangnya terinfeksi Virus Corona.

Di dalam kapal pesiar tersebut ternyata terdapat puluhan WNI. Mereka bekerja sebagai anak buah kapal.
Para penumpang Kapal Pesiar itu sempat diisolasi oleh Pemerintah Jepang. Sebab, ditemukan 61 penumpang yang positif terinfeksi virus Corona.

Kini, seluruh penumpangnya telah dipindahkan dan diisolasi di rumah sakit di Prefektur Kanagawa, Jepang.

“KBRI Tokyo telah berkoordinasi dengan otoritas setempat. Terdapat 78 kru WNI yang bekerja dalam Kapal Diamond Princess,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/2).

“Keseluruhan WNI tersebut saat ini dalam keadaan sehat,” sambungnya.

Menurut Judha, KBRI Tokyo juga sudah menjalin komunikasi dengan 78 WNI tersebut. KBRI juga terus memantau perkembangan kondisi serta memberikan bantuan yang diperlukan.

“Sesuai protokol kesehatan, proses karantina dilakukan selama 14 hari terhitung sejak 5 Februari 2020. Pihak kapal telah menyediakan kebutuhan logistik, layanan telepon dan internet gratis untuk memudahkan awak dan penumpang berkomunikasi dengan keluarga,” kata Judha.

Jumlah kematian akibat virus corona pun terus bertambah setiap harinya. Sejauh ini, total kematian akibat virus corona di seluruh dunia mencapai 724 orang. Sedangkan, yang terjangkit virus corona sebanyak 34.887 orang.

Dijemput
Pemerintah China telah mengirimkan pesawat untuk menjemput warganya yang berada di Bali. Sebanyak 61 WN China telah diterbangkan dengan menggunakan pesawat China Eastern Airlines Boeing 737 seri 800.

Pejabat-pejabat China mengungkapkan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (8/2), ada sebanyak 189 kursi di pesawat carter tersebut, namun hanya 61 orang termasuk 12 anak-anak yang ikut dalam penerbangan menuju Wuhan, kota di China yang menjadi pusat wabah virus corona yang telah menewaskan lebih dari 700 orang di China.

Konsul Jenderal China di Denpasar Gou Haodong mengatakan, mereka semua yang naik penerbangan itu adalah warga Wuhan "yang ingin kembali ke negara mereka".

"Kami akan mempertimbangkan itu (penerbangan lain) jika kami mendapat permintaan," imbuh Gou seperti dikutip AFP, seraya menambahkan bahwa warga China yang pulang itu mencintai Bali dan ingin datang kembali”.

Gou mengatakan bahwa warga China yang memutuskan untuk tinggal di Bali, terutama karena ingin menikmati liburan lebih lama.
Pesawat yang menjemput warga China ini mendarat di bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, 12.20 Wita, Sabtu (8/2). Pesawat itu kemudian terbang ke China pukul 14.10 Wita.

"Evakuasi pemulangan warga yang di bali ini sudah berjalan dengan lancar dan sukses. Eastern sudah datang dengan Boeing 737 seri 800 dengan registrasi pesawat B 486 dengan nomer CS 700. Penumpang yang dibawa sebanyak 61 orang," kata Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV Elfi Amir kepada wartawan saat jumpa pers, Sabtu (8/2).

Sementara itu, sesuai dengan peraturan yang sudah disetujui, pilot dan termasuk medis dari China tidak turun ke terminal. Pesawat juga diparkirkan ke terminal selatan tidak bercampur dengan maskapai lain.

"Sesuai dengan rapat teknis sebelumnya bahwasanya pilot tidak turun ke terminal maupun nginap termasuk medis dari China," tutur Elfi.

Pesawat dari China itu berisi 12 kru, termasuk tenaga medis. Penerbangan pesawat tersebut direct Denpasar-Guangzou kemudian Denpasar-Wuhan.

"Awak pesawat jumlahnya 16 orang karena 2 crew set termasuk tenaga medis ada 12 kru. Pesawat rute dari Guangzou direct Denpasar dari Denpasar ke Wuhan jam 14.10 Wita," ujarnya.

Dipastikan Sehat
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Lucky Tjahjono menyatakan 61 WN China yang dipulangkan itu dipastikan sehat. Mereka sudah melalui pengecekan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan juga dicek melalui thermal scanner.

"Untuk penumpang dari Bali kan penumpang sehat. Jadi kami hanya cek suhu. Semua clear tadi, tidak ada yang demam, tidak ada keluhan batuk, tidak keluhan sesak napas. Jadi setelah diperiksa di ruang tunggu, clear 61 penumpang sehat," kata Lucky kepada wartawan saat jumpa pers.

Selain itu, pihak KKP menyemprotkan disinfektan terhadap pesawat China. Penyemprotan dilakukan di ruang kabin pesawat hingga ruang kargo.

"Ya, disemprot disinfektan di dalam ruangan kabin maupun ruang kargo kita semprot semua," tuturnya. (Okz/Kumparan/detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments