Senin, 16 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • Dirjen Hubud Tegaskan akan Proses Hukum Pelaku Balon Udara Liar

Dirjen Hubud Tegaskan akan Proses Hukum Pelaku Balon Udara Liar

admin Rabu, 12 Juni 2019 09:44 WIB
Balon Udara
Jakarta (SIB) -Dirjen Perhubungan Udara (Hubud) Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti, menegaskan akan menindak tegas pelaku balon udara liar. Ini dilakukan agar ada efek jera karena hal tersebut membahayakan keselamatan penerbangan.

Polana menjelaskan, hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 421. Pasal ini menyatakan setiap orang yang melakukan kegiatan membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan dipidana penjara paling lama 3 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

"Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan disepakati tahun ini bila ada pelaku balon liar yang tertangkap akan diproses pidana," ujar Polana dalam keterangan resminya yang diterima dari Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, Humas dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Senin (10/6).

Tindakan tegas ini, lanjut Polana, diambil karena pemerintah telah memberikan solusi melalui PM 40 tahun 2018. Menurutnya masyarakat seharusnya dapat menjalankan tradisi tanpa membahayakan keselamatan penerbangan.

"Sebab solusi sudah ada melalui PM 40, bahwa balon udara boleh dengan sejumlah ketentuan. Jadi pemerintah sama sekali tidak menghalangi budaya, tapi menyelaraskan budaya agar tidak membahayakan keselamatan orang lain. Nah kalau solusinya sudah diberikan, lalu masih tetap melanggar dengan menerbangkan balon secara bebas, ya maka penegakan hukum harus dijalankan," tegas Polana.

Polana menyampaikan, pihaknya akan menurunkan PPNS Ditjen Perhubungan Udara, Inspektur Navigasi dan Inspektur Bandara untuk bersama-sama dengan Polri dan TNI menindaklanjuti semua temuan ke proses hukum.

"Operasi di lapangan sudah dilakukan TNI dan Polri. Nanti kepolisian akan memproses hingga BAP, lalu PPNS akan menindaklanjutinya," ucap Polana.

Diketahui, melalui PM 40 tahun 2018 pemerintah telah mengakomodir penggunaan balon udara sebagai budaya masyarakat dengan sejumlah ketentuan. Ketentuan tersebut di antaranya adalah ukuran balon maksimal diameter 4 meter dan tinggi 7 meter, tidak diterbangkan bebas namun harus ditambatkan dengan tali dan juga harus izin kepada kepolisian, otoritas bandara dan pemerintah daerah. (detikcom/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments