Sabtu, 19 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Dipecat dari DPR, Pasek Gugat Syarief Hasan dan Ibas

Dipecat dari DPR, Pasek Gugat Syarief Hasan dan Ibas

*Ruhut: Pasek Dipecat Karena Melawan KPK
Selasa, 21 Januari 2014 09:32 WIB
SIB/int
Sekjen Ormas PPI Gede Pasek Suardika
Jakarta (SIB)- Sekjen Ormas PPI Gede Pasek Suardika tak terima dipecat dari DPR oleh Partai Demokrat (PD). Oleh karenanya, dia akan menggugat Ketua Harian PD Syarief Hasan dan Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

"Saya secepatnya mengajukan gugatan melawan hukum atas perbuatan yang dilakukan Ketua Harian dan Sekjen. Saya anggap yang melakukan perbuatan hukum yaitu Ketua Harian Syarief Hasan dan Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono," kata Pasek di press room Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/1).
Pasek menilai surat pemecatan dirinya tak sesuai aturan. Dari segi aspek formalitas, surat itu dinilainya tak sesuai aturan yang diatur Undang-undang MPR, DPR, DPD dan DPRD.

"Sesuai pasal 214, pimpinan parpol yang bisa mengusulkan pemberhentian haruslah ketum atau sebutan lain yang sejenis. Setahu kami hasil KLB 30-31 Maret Ketum adalah Dr SBY, sementara surat ini ditandatangani oleh Syarief Hasan, artinya pemahaman UU sudah salah," papar Pasek.

Selain aspek formalitas, Pasek juga tak terima dengan prosedur surat pemecatan dirinya. Sebab, seharusnya dia terlebih dahulu diperiksa oleh Dewan Kehormatan dan Komisi Pengawas PD.

"Sesuai dengan UU Nomor 2 tahun 2011 tentang parpol, untuk penyelesaian internal dijalankan oleh mahkamah parpol. Setahu saya yang didaftarkan sebagai mahkamah parpol adalah Wanhor dan Komwas, mekanisme ini tidak dilalui. Maka surat ini tidak dimaksudkan dalam perundang-undangan," paparnya.

Sebelum melakukan gugatan, Pasek akan melayangkan somasi kepada Syarief Hasan dan Ibas. Dia meminta surat pemecatan dirinya dicabut.
"Kita beri waktu 3x24 jam. Kalau tidak dicabut, kita masukkan gugatan," ujarnya.

Melawan KPK

Gede Pasek Suardika yang dipecat PD dari DPR balik menggugat. Jubir FPD DPR Ruhut Sitompul pun buka-bukaan soal alasan utama pemecatan loyalis Anas Urbaningrum itu dari DPR.

"Dia nyerang KPK terus, KPK itu dicintai rakyat, nggak bisa kita serang," kata Ruhut kepada wartawan.

Selain itu tentu saja karena Pasek adalah loyalis Anas yang setia. Pasek bahkan diangkat jadi Sekjen PPI besutan eks Ketum PD itu.

"Sekarang Pasek nggak ada Pak Anas, bisa apa dia. Dia kan sama kayak aku, minoritas juga. Bisa apa dia, apalagi dia akarnya lemah," kata Ruhut.

Ruhut mengingatkan Pasek agar menerima keputusan DPP PD. Melawan keputusan tersebut dengan gugatan dinilai Ruhut membuang energi saja. "Sebaiknya legowo saja," sarannya. (detikcom/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments