Sabtu, 08 Agu 2020
  • Home
  • Headlines
  • Dinas Pertanian dan Perikanan Medan Butuh Laboratorium Pendeteksi Ikan Berformalin

Dinas Pertanian dan Perikanan Medan Butuh Laboratorium Pendeteksi Ikan Berformalin

redaksisib Rabu, 15 Januari 2020 12:02 WIB
SIB/Dok
Tinjau : Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul MA Simanjuntak SH bersama rombongan meninjau Dinas Pertanian dan Perikanan, Selasa (14/1).
Medan (SIB)
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ikhsar Risyad Marbun mengaku sangat membutuhkan laboratorium dan fasilitas pendukung untuk mendeteksi ikan yang mengandung formalin.

Hal itu disampaikannya di hadapan anggota DPRD Medan saat kunjungan kerja (Kunker) Komisi IV DPRD Medan yang dipimpin Paul Mei Anton Simanjuntak SH bersama para anggota M Rizki Nugraha, Hendra DS, Dame Duma Sari Hutagalung, Drs Daniel Pinem serta A Tumanggor ke kantor Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan di Jalan Selambo, Selasa (14/1).

"Laboratorium itu penting, karena sejauh ini kita kesulitan untuk mendeteksi ikan mengandung formalin yang beredar di Medan," ujarnya. Disebutkannya, saat ini pengawasan ikan yang dijual di pasaran masih dilakukan secara manual.

Disebutkannya, pihaknya sudah mengajukan ke Pemko Medan untuk pengadaan mobil yang dilengkapi peralatan laboratorium sebanyak dua unit. Akan tetapi, sampai sekarang belum disetujui.

Selain itu, Dinas Pertanian dan Perikanan perlu dukungan DPRD Medan untuk menjadikan PD Rumah Potong Hewan (RPH) menjadi UPT Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan. Di beberapa daerah, seperti Deliserdang, Pematangsiantar dan beberapa daerah lainnya di Sumut, RPH berada di bawah naungan Dinas Pertanian.

Menanggapi keterangan Kadis, Komisi IV sepakat agar Dinas Pertanian dan Perikanan kembali mengajukan anggaran pengadaan laboratorium pendeteksi ikan berformalin.

Wacana tersebut didukung namun Dinas Pertanian dan Perikanan harus memastikan dan menjamin pemanfaatan fasilitas negara tersebut untuk kepentingan rakyat dan tidak membuang-buang anggaran, ujar Paul.

"Memang perlu itu ada mobil laboratorium Dinas Kelautan untuk mengecek ikan-ikan. Karena, kita ketahui ikan yang beredar di pasar bisa saja mengandung formalin," pungkas Politisi PDI Perjuangan itu. (M13/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments