Kamis, 19 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • Dikonfirmasi Wartawan Soal Proyek ADD, Kades Sei Karang Marah dan Halangi Wartawan

Dikonfirmasi Wartawan Soal Proyek ADD, Kades Sei Karang Marah dan Halangi Wartawan

* Pemuda Setempat Didatangkan
admin Kamis, 12 September 2019 09:34 WIB
SIB/Roni Hutahaean
TARIK DAN ACUNGKAN JARI: Kades Sei Karang, Muhammad Nur (baju putih) mengacungkan jari tangan (menunjuk-nunjuk) sejumlah wartawan. Selain mengacungkan jarinya juga menarik paksa salah satu wartawan media elektronik agar segera keluar dan meninggalkan kantornya.
Galang (SIB) -Kepala Desa (Kades) Sei Karang Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang, Muhammad Nur marah-marah dan langsung menghalangi wartawan saat melaksanakan peliputan proyek Anggaran Dana Desa (ADD), Selasa (10/9) sore.

Informasi diperoleh, pengalokasian ADD bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) membangun rabat beton senilai Rp 184. 950.000 diduga tidak tepat sasaran. Lahan yang dibangun adalah Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN III di lokasi Jalan Dusun I Desa Sei Karang Kecamatan Galang.

Pembangunan rabat beton alokasi tahun 2019 itu selain diduga tidak tepat sasaran juga terjadi indikasi pengerjaan tidak transparan, karena jalan tersebut sudah dipaving blok dan diaspal dan terlihat masih dalam kondisi baik.

Masyarakat setempat menilai pengerjaan itu tidak perlu dilakukan dan anggaran besar tersebut terkesan mubazir, perkebunan kelapa sawit milik PTPN III diketahui telah memberikan kontribusi sumbangan untuk Dusun I dengan menggunakan dana pertanggungjawaban sosial atau dana CSR dari PTPN III.

"Inikan sudah diaspal dan paving block, kok ditimpa lagi dengan rabat beton, kan proyek mubazir. Sayang uangnya, padahal bisa dialokasikan untuk pengerjaan proyek di dusun lainnya," sebut warga berinisial M di lokasi proyek pengerjaan.

Untuk itu warga meminta agar pihak penegak hukum yakni Polres Deliserdang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang dan Inspektorat Deliserdang diminta untuk melakukan pemeriksaan proyek rabat beton di Desa Sei Karang.

Terkait hal itu, Kades Sei Karang, Muhammad Nur menyebutkan dasar pihaknya membangun berawal dari Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) di tingkat Dusun.

Selanjutnya, warga Dusun I meminta agar melaksanakan pembangunan di proyek itu untuk ADD 2019. Usulan itu lalu dilanjutkan ke Musrenbang tingkat Desa Sei Karang. Setelah disepakati lalu diusulkan sampai tingkat kecamatan.

Lalu setelah tingkat kecamatan menyetujuinya, lalu tingkat kabupaten juga turun ke kecamatan, setelah itu pihak desa juga mendapat izin dari pihak perusahaan PTPN III untuk membangun rabat beton di lokasi tersebut.

"Setelah disetujui dan izin kami dapatkan dari mulai tingkat kecamatan, kabupaten dan pihak perusahaan, lalu proyek kami laksanakan," sebut Muhamaad Nur.

Namun saat dikonfirmasi, Kades sambil marah-marah dan mendatangkan sejumlah pemuda. Tidak itu saja, id card wartawan juga diminta paksa dan Kades memerintahkan kepada salah satu pemuda yang diundang untuk mengabadikan atau memfoto id card wartawan melalui HP.

Bahkan salah seorang pemuda menyuarakan agar memanggil orang gila untuk mengusir maupun menyerang wartawan. Tidak terima perlakuan Kades seperti itu, wartawan lalu melakukan protes, ketegangan pun tidak dapat dihindarkan sampai para wartawan memilih untuk mengalah dan meninggalkan kantor kepala desa. (T04/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments