Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Diduga Terkait Pemberitaan Rumah Wartawan Radar Jogja di Magelang Dilempar Molotov

Diduga Terkait Pemberitaan Rumah Wartawan Radar Jogja di Magelang Dilempar Molotov

Selasa, 25 Februari 2014 11:17 WIB
SIB/Int
Ilustrasi
Yogyakarta (SIB)- Wartawan Harian Radar Jogja wilayah Magelang, Frietqi Suryawan diteror orang tak dikenal. Rumah Frietqi dilempar molotov hingga mengenai tembok, jendela dan garasi mobil.

Frietqi yang sering dipanggil dengan nama Demang itu tinggal di Jagoan No 3, Kelurahan Jurangombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang. Rumah korban dilempar molotov Senin (24/2/2014) sekitar pukul 02.00 WIB.

Demang menuturkan, saat hendak tidur tiba-tiba mendengar suara ledakan dari luar rumah. Saat berjalan keluar, Demang terkejut lantaran sejumlah benda di teras rumahnya sudah terbakar.

"Kursi teras sudah terbakar, sebagian tembok dan jendela rumah juga terlihat menghangus," tuturnya.

Di tempat itu, Demang juga mendapati bom molotov berbentuk botol yang terbakar. Ia segera melemparnya keluar teras dan memadamkannya menggunakan kardus berisi rambutan.

"Tadi polisi sudah melakukan olah TKP dan sudah diberi garis polisi oleh Polresta Magelang," katanya.

Diduga Terkait Pemberitaan
Kepolisian masih menyelidiki kasus teror oleh orang tak dikenal yang melempar bom molotov ke rumah wartawan Harian Radar Jogja, Frietqi Suryawan di Magelang, Jawa Tengah. Ancaman teror tersebut diduga berkaitan dengan pemberitaan yang ditulis Frietqi.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Senin (24/2), diyakini teror ini berkaitan dengan pemberitaan kasus Pasar Rejowinangun Kota Magelang. Pria yang akrab disapa Demang ini juga meyakini ancaman teror terhadap dirinya berkaitan dengan pemberitaan.

"Saya yakni ini ada kaitannya dengan pemberitaan. Semoga polisi segera bisa mengungkap kasus ini, agar tidak menjadi fitnah," ungkap Frietqi.

Frietqi mengaku, sebelum peristiwa ini, dirinya tidak pernah mendapat ancaman baik secara langsung maupun tidak melalui telepon ataupun SMS. Namun beberapa waktu lalu ada rekan dari media lain yang diminta untuk tidak menulis soal Pasar Rejowinangun.

"Dia diancam keselamatannya," kata Frietqi tanpa menyebutkan nama dan media di Magelang yang pernah menerima ancaman serupa.

Wartawan Yogya Kecam
Wartawan Yogyakarta mengecam aksi teror pelemparan bom molotov di rumah Frietqi Suryawan, wartawan Harian Radar Jogja yang bertugas di wilayah Magelang, Jawa Tengah. Mereka menuntut agar kasus ini diusut tuntas hingga aktor di balik aksi teror tersebut terungkap.

"Kami meminta polisi setempat yakni Polresta Magelang harus mengusut tuntas siapa pelakunya. Jangan ulangi kasus Udin. Bukan hanya pelakunya saja tapi juga otak di balik pelemparan juga harus ditangkap karena sudah mencederai demokrasi," ungkap Ibnu Taufik, Ketua Solidaritas Wartawan Anti Kekerasan (SOWAK) Yogyakarta, Senin (24/2).

Dia menyerukan agar dihentikan segala bentuk intimidasi ke wartawan apapun alasannya. Ancaman teror ataupun intimidasi bukan solusi. Bila ada masalah sengketa pemberitaan, ada prosedur dan mekanisme yang bisa dilakukan yakni hak jawab.

"Kami juga kembali mengingatkan wartawan untuk tetap berpegang pada kaidah dan kode etik jurnalistik yang benar," katanya.

Sementara itu Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Yogyakarta, Hudono menegaskan PWI Yogyakarta mengutuk keras aksi anarkis terhadap wartawan. Hentikan kekerasan terhadap wartawan. Wartawan bekerja dilidungi undang-undang.

"Molotov takkan mampu membungkam wartawan. Polisi harus tangkap pelempar molotov, tak boleh ada upaya damai, karena ini murni kriminal. Pelaku harus dituntut berlapis, KUHP, UU Pers, UU Darurat No 12/1951 tentang bahan peledak," tegas Hudono.(detikcom/d)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments