Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Headlines
  • Diduga Langgar Kode Etik Profesi Advokat, Bambang Widjojanto Dilaporkan ke Peradi

Diduga Langgar Kode Etik Profesi Advokat, Bambang Widjojanto Dilaporkan ke Peradi

admin Jumat, 14 Juni 2019 10:31 WIB
Bambang Widjojanto
Jakarta (SIB) -Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Dr Bambang Widjojanto SH MH (BW) dilaporkan ke Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) lantaran diduga melakukan pelanggaran kode etik profesi advokat.

"Kami datang mengadukan rekan sejawat Advokat BW terkait dengan pelanggaran kode etik profesi advokat. Yang dilanggar, pertama, ketika BW menerima kuasa hukum dari pasangan Capres Prabowo-Sandi, BW masih berkedudukan sebagai pejabat negara sebagai Ketua Pencegahan Korupsi TGUPP (Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan) Provinsi DKI Jakarta, dan menerima gaji sebesar Rp. 42.220.000 ," tegas pengadu yang juga seorang advokat, Sandi Ebenezer Situngkir SH MH, bersama para advokat yang tergabung dalam Advokat Indonesia Maju (AIM). Mereka melaporkan BW ke DPN Peradi Pimpinan Prof Fauzi Hasibuan di Sekretariat Peradi di Grand Soho, Slipi, Jakarta, Kamis Siang (13/6).

Selain itu, BW juga diadukan ke Peradi pimpinan Pimpinan Luhut M Pangaribuan dan Peradi Pimpinan Juniver Girsang.

Hal kedua yang diadukan Sandi, terkait ucapan Advokat BW yang mempersepsikan Mahkamah Konstitusi (MK) sama dengan rezim korup.

"Berdasarkan UU Advokat, seorang advokat itu dilarang mengkerdilkan dan menurunkan marwah pengadilan, dalam hal ini MK," ujar dia.

"Terkait semua pelanggaran tersebut, kami berkeyakinan BW telah melakukan pelanggaran kode etik profesi advokat Indonesia," imbuh dia.

Berkenaan komentar Gubernur Anies Baswedan bahwa BW sudah cuti sejak 24 Mei 2019, Sandi Situngkir menanggapi, "Kalaupun BW cuti, status dia masih pejabat negara. BW teken sebagai kuasa hukum Prabowo-Sandi per tanggal 22 Mei. Itu berarti BW masih menjabat sebagai pejabat negara. Di situ yang kami tengarai rekan kami BW melakukan pelanggaran kode etik profesi advokat."

Laporan pengaduan yang dibuat oleh Sandi Situngkir bersama advokat lainnya yang tergabung dalam Advokat Indonesia Maju, diterima dengan terbuka oleh Ketua Umum DPN Peradi Dr Fauzi Hasibuan SH MH didampingi pengurus lainnya Hermansyah Dulaimi SH MH dan R Dwiyanto Prihartono SH MH.

Fauzi Hasibuan menyambut baik kehadiran para pengadu tersebut. "Nanti Komisi Pengawas Peradi akan menampung apa yang telah disampaikan para pelapor tadi. Dan BW akan dipanggil dalam kapasitasnya sebagai anggota Peradi. Kalau BW memang anggota Peradi di sini maka ketika kita dipanggil maka dia harus patuh untuk hadir," katanya. (J03/Victor/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments