Selasa, 19 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Diculik dan Dianiaya, Ninoy Karundeng: Saya Mau Dieksekusi Ala ISIS

Diculik dan Dianiaya, Ninoy Karundeng: Saya Mau Dieksekusi Ala ISIS

* Polisi Tetapkan Sekjen PA 212 Jadi Tersangka
admin Rabu, 09 Oktober 2019 10:52 WIB
Ninoy Karundeng
Jakarta (SIB) -Relawan Joko Widodo (Jokowi), Ninoy Karundeng, menceritakan detik-detik mencekam saat dirinya diancam akan dibunuh menggunakan kapak. Ninoy menyebut skema penculikan disertai penganiayaan itu seperti ISIS.

Ninoy Karundeng dalam wawancara khusus menyebut massa saat itu dikoordinir oleh seseorang yang disebut-sebut habib. Habib itu juga yang merencanakan skema pembunuhan ke Ninoy dengan mencari ambulans untuk membuang jasadnya.

"Mau disediakan ambulans untuk membelah kepala saya. Di situlah saya ketakutan yang paling gila itu," kata Ninoy di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/10).

Ninoy menerima ancaman pembunuhan salah satunya dengan membelah kepalanya menggunakan kapak. Dia menyebut skema pembunuhan itu seperti skema pembunuhan yang dilakukan ISIS.

"Saya ingat wah ini kelakuan ISIS nih saya mau dieksekusi ala ISIS nih," jelas Ninoy.

Ninoy saat itu mengatakan jika dirinya sudah memperkirakan jika video tentang dirinya akan disebar oleh massa. Dan benar perkiraannya, video itupun tersebar.

"Sehabis itu nanti diviralkan. Nah ternyata versinya benar otak saya di situ. Sudah lah susah saya ingat-ingat itu," kata Ninoy.

Sekjen PA 212 Jadi Tersangka
Penyidik Polda Metro Jaya akhirnya sudah menetapkan Bernadus Doni alias Bernard Abdul Jabbar sebagai tersangka dalam kasus penculikan disertai penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng. Penetapan tersangka itu dilakukan setelah penyidik memeriksa Bernard hingga 12 jam lebih.

"Nama sesuai KTP Bernadus Doni sudah ditetapkan tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Selasa (8/10).

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Argo belum mengetahui apakah Bernard ditahan atau tidak. Sebab, surat penahanan disebutnya berada di tangan penyidik.

"Saya cek dulu surat (penahanannya) sudah ada atau belum," ungkap Argo.

Diketahui, Bernard, yang juga Sekjen PA 212, sudah diperiksa sejak Senin (7/10) siang. Statusnya kini berubah menjadi tersangka.

Bernard diketahui memiliki peran mengintimidasi Ninoy Karundeng. Polisi menyebut Bernard berada di lokasi kejadian saat Ninoy diculik dan dianiaya.

"Itu ada di lokasi ikut mengintimidasi dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan. Itu adalah Sekjen PA 212," kata Kombes Argo, Senin (7/10).

Bantah Ninoy
Sementara itu, Pengacara Abdullah Alkatiri membantah pernyataan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, soal eksekusi ala ISIS. Alkatiri mengatakan justru Ninoy diamankan ke Masjid Al-Falah dari amukan massa.

"Nggak ada, bunuh-membunuh itu tidak ada. Dia itu ditemukan diduga waktu itu, ini informasi yang saya dapatkan, dia itu penyusup.
Kata orang yang di luar itu, dia dipukul kemudian diamankanlah ke masjid. Kalau nggak diamankan ke masjid, nggak tahu jadi apa, jadi justru ke masjid itu mengamankan," ujar Alkatiri saat dihubungi, Selasa (8/10).

Alkatiri mengatakan Ninoy dibawa ke masjid supaya mendapat perlindungan. Kemudian Ninoy disuruh bertahan di masjid hingga kondisi di depan masjid kondusif.

"Bahkan kalau dia dibiarkan dengan massa yang di luar itu kan nggak tahu jadi siapa yang bertanggung jawab. Bahkan di masjid itu disuruh bertahan di situ sampai keadaan massa sudah nggak ada dan sebagainya disuruh pulang," lanjutnya.

Alkatiri juga menjelaskan tidak ada penyiksaan yang dilakukan terhadap Ninoy selama berada di dalam masjid. Menurutnya, tidak baik melakukan penyiksaan di dalam rumah ibadah. Namun pihak masjid sempat bertanya kepada Ninoy terkait identitasnya.

"Karena di luar nggak tahu dia itu kan keadaan dia lebam dan sebagainya itu makanya dia diamankan ke masjid. Masjid itu malah melindungi dia. Nggak mungkinlah, kita orang yang berlatar belakang Islam dilarang apalagi menyiksa orang di dalam masjid, bukan karakter orang muslim. Mungkin di dalam sempat ditanya 'kamu siapa sebenarnya?' wajar dong, kenapa kok sampai dipukulin gitu lo," lanjutnya.

Jack Boyd Lapian mengatakan, Ninoy Karundeng, sempat diancam akan dibunuh saat dibawa ke Masjid Al-Falah, Jakarta Pusat. Jack, yang juga relawan Jokowi, menuturkan ada kapak yang telah disiapkan.

Total 12 Tersangka
Polda Metro Jaya telah menetapkan 12 tersangka terkait kasus penculikan dan penganiayaan terhadap Ninoy. Salah satunya perempuan berinisial R.

"Iya, ada perempuannya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Namun Argo mengaku belum mengetahui identitas wanita tersebut. Dia juga belum mau menyebutkan peran wanita tersebut.
"Namanya nanti saya cek dulu," imbuh Argo.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan 11 tersangka dalam kasus tersebut. Ke-11 orang tersebut adalah AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R.

Polisi kembali menetapkan satu tersangka, yakni Bernard Abdul Jabbar, yang merupakan Sekjen PA 212. Dengan demikian, total tersangka saat ini sudah 12 orang.

Para tersangka memiliki peran masing-masing, dari ikut mengintimidasi, melakukan penganiayaan, mengancam, mengambil data-data di ponsel dan laptop Ninoy Karundeng, hingga provokator.

Dari 12 orang tersebut, 10 di antaranya telah ditahan. Saat ini polisi masih mengembangkan pemeriksaan para tersangka. (detikcom/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments