Jumat, 25 Sep 2020

Di Tapteng, Bangkai Babi Dibuang ke Laut

redaksi Minggu, 17 November 2019 10:10 WIB
balinewsnetwork.com
Ilustrasi

Tapteng (SIB)
Camat Sarudik, Haris Sihombing bersama Kapolsek Pandan Iptu Zulkarnaen Pohan dan Kepala Puskesmas Dr Cut Sartika melakukan pendataan terkait laporan matinya ternak babi di wilayah Sarudik, Kecamatan Sarudik, Tapanuli Tengah, Sabtu (16/11).


Humas Polres Tapteng Iptu Rensa Sipahutar dalam keterangan pers Sabtu mengatakan, dalam pendataan diperoleh keterangan dari para pemilik ternak bahwa sudah ada 7 ekor babi mati selama sepekan terakhir, sebagaimana 6 ekor di antaranya dibuang ke laut, sedangkan 1 lagi dijual seharga Rp 200 ribu.


Jenni br Silaban (35), warga Lingkungan VII Kelurahan Pasir Bidang mengaku ternak babi miliknya mati 4 ekor selama 3 hari berturut-turut. "Pada hari Senin mati satu ekor, hari Selasa 2 ekor, dan hari Rabu satu ekor," kata Jenni.


Jenni mengaku bangkai ternak babi miliknya sudah dibuang ke laut.


Pemilik ternak lainnya, Opung Gordon Marbun (70) mengatakan, ternak babi miliknya belum mati, tetapi masih lemas 1 ekor. Sebelum mati dilakukan pemotongan dan dijual kepada pembeli seharga Rp 200 ribu.


Peternak lain, Janus Situmorang (50) mengungkapkan, ternak babinya mati 2 ekor pada Jumat, 15 November 2019. Janus mengaku sudah membuang ke laut, ketepatan rumah dan kandang babinya ada di atas laut.


Mendengar pengakuan warga, Camat dan Kapolsek menyarankan supaya apabila ada ternak babi yang mati tidak dibuang ke laut, tetapi ditanam. Para peternak hewan berkaki empat itu juga diimbau untuk melapor ke Dinas Pertanian dan Peternakan supaya dilakukan penyuntikan vaksin babi.(G04/t)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments