Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Headlines
  • Depot "ATM" dan Koperasi Pinjam Tunai, Marak di Pemukiman

Depot "ATM" dan Koperasi Pinjam Tunai, Marak di Pemukiman

admin Minggu, 09 Desember 2018 13:36 WIB
Medan (SIB)- Sejumlah unit usaha himpun dana tunai belakangan ini marak beroperasi di tengah-tengah masyarakat, antara lain berbentuk biro gadai swasta yang mirip operasional PT Pegadaian, depot 'ATM' untuk proses pengiriman dan penarikan dana tunai dengan nomor rekening dan koperasi pinjam tunai yang merupakan semacam pengembangan aksi atau modus koperasi simpan pinjam (KSP).

Praktisi jasa keuangan dari salah satu perusahaan jasa pembiayaan (multi finance) resmi di Medan, Antoni Pasaribu menyebutkan maraknya kemunculan unit-unit usaha jasa kelola dana tunai itu, tak terlepas dari kondisi masyarakat yang cenderung instan dalam memenuhi kebutuhan finansial, baik untuk kebutuhan besar, menengah, bahkan kebutuhan kecil sehari-hari.

"Uniknya, unit-unit usaha seperti biro gadai atau depot 'atm' dan koperasi pinjam tunai itu bermunculan di kawasan pemukiman atau perumahan yang padat penduduk dan kebetulan agak jauh ke kota atau ke bank-bank terdekat. Kalau publik terkesan tak permasalahkan apakah usaha itu resmi punya izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau memang beroperasi liar yang mirip bank, PT Pegadaian atau KSP resmi yang berbadan hukum. Masyarakat pada umumnya terpaku pada kebutuhan dari mana atau di mana bisa cepat dapat uang dan berapa yang bisa dipakai," papar Antoni Pasaribu kepada pers di Medan, Selasa (4/12).

Satu hal yang mengemuka adalah fenomena kian banyaknya Caleg yang mengajukan pinjaman jangka pendek maupun jangka menengah ke bank-bank, dan juga ke unit usaha yang mirip bank alias bank liar di daerah ini.

Sejumlah unit usaha mirip ATM berupa depot atau biro jasa tarik-kirim dana tunai itu, antara lain bermunculan sekitar kompleks Perumahan Bumi Tuntungan, di Desa Laubekeri dan Sampecita. 

"Setiap kirim atau tarik dana tunai, dikenakan biaya Rp 5.000. Selama ini memang ada ATM di dekat kompleks, tapi sering kali macat sehingga kartu ATM tersangkut di dalam mesin. Ini tampak lebih praktis, dekat dan cepat, asal tak ada gangguan jaringan," ujar seorang warga mengungkapkan sisi positif dari kehadiran dan operasional biro-biro jasa mirip ATM bank itu.

Sedangkan biro gadai yang disebut pegadaian swasta itu antara lain muncul di Jalan Setiabudi Medan, jalan besar Tanjungselamat Sunggal, Simpang Melati Medan Tuntungan, Jalan Gagakhitam Ringroad, dan sejumlah lokasi di kawasan Padangbulan.

Untuk memeroleh uang tunai dalam jumlah tertentu yang disepakati nasabah dengan pengelola biro gadai, konsumen atau nasabah bisa menggadaikan BPKP, ponsel dengan merek tertentu, ijazah atau STTB, bahkan barang perhiasan serta perabotan tertentu.

Sedangkan konsumen yang menginginkan dana tunai dari kalangan yang mengaku sebagai koperasi simpan pinjam, nasabah cukup menyerahkan copy KTP plus sejumlah uang yang langsung diperhitungkan sebagai angsuran pertama pada saat transaksi pinjaman disetujui, plus biaya 'adm' Rp 10.000 saja. (A-04/d)
Editor: admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments