Minggu, 09 Agu 2020
  • Home
  • Headlines
  • Delapan Bangkai Babi Hanyut di Sungai Wampu Langkat

Delapan Bangkai Babi Hanyut di Sungai Wampu Langkat

redaksi Kamis, 14 November 2019 11:23 WIB
Sib/Doc
Hanyut ; Seekor bangkai babi hanyut saat diabadikan warga Kelurahan Bingai Kecamatan Wampu Langkat, Rabu (13/11).

Langkat (SIB)
Sedikitnya delapan ekor bangkai babi ditemukan warga hanyut di Sungai Wampu Kecamatan Stabat, Langkat sejak dua hari terakhir yaitu Selasa hingga Rabu ( 12-13/11).


"Tadi pagi saya melihat dua ekor bangkai babi yang hanya berjarak ratusan meter antara satu dengan yang lainnya," sebut Nadim warga Dusun I Pantailuas Desa Pantaigemi Kecamatan Wampu pada wartawan, Rabu (13/11) pagi.


Sejumlah warga Dusun Pantailuas Desa Pantaigemi yang bermukim di bantaran Sungai Wampu mengaku tidak mengetahui siapa orang yang nekat membuang bangkai babi itu di sungai yang memang dua hari terakhir sedang meluap.


Iwan Fansuri warga Kelurahan Bingai Kecamatan Wampu di dekat lokasi transportasi getek penyeberangan mengaku sejak dua hari terakhir telah melihat sejumlah babi dihanyutkan di Sungai Wampu .


Diakuinya, dari pengakuan penjaga getek, sejak Selasa (12/11) hingga Rabu sedikitnya delapan ekor hanyut di Sungai Wampu.


Sementara itu Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat Supriadi yang ditanya wartawan, mengaku pihaknya ada menerima informasi temuan bangkai babi hanyut di Sungai Wampu. Namun Supriadi tidak mau berspekulasi terkait bangkai babi tersebut apakah mati akibat terjangkit virus seperti yang santer terjadi di daerah lain.


"Kita tidak mau berspekulasi karena kita belum ada buktinya. Apalagi menyebut babi tersebut mati akibat penyakit tertentu dan sengaja dibuang pemiliknya," sebut Supriadi kepada wartawan, Rabu (13/11) kemarin.


Sebelumnya, Supriadi didampingi stafnya drh Yuni kepada wartawan, Selasa (12/11) mengaku dari hasil pemantauan perkembangan peternakan babi di Langkat dinyatakan masih aman dari virus kolera babi. "Untuk pencegahan jenis virus tersebut, biasanya dilakukan vaksinasi serta menjaga kebersihan kandang dengan melalui penyemprotan," sebutnya. (M-24/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments