Selasa, 04 Agu 2020
  • Home
  • Headlines
  • Datangi Kantor Lurah, Puluhan Warga Keberatan Korban Covid-19 Dimakamkan di TPU Simalingkar B

Datangi Kantor Lurah, Puluhan Warga Keberatan Korban Covid-19 Dimakamkan di TPU Simalingkar B

* Lurah: Saya Juga Diusir dari Rumah Karena Hadiri Pemakaman Korban
redaksisib Kamis, 26 Maret 2020 09:45 WIB
SIB/Desra Gurusinga

KEBERATAN : Puluhan warga datangi kantor Kelurahan Simalingkar B menyampaikan keberatannya atas pemakaman seorang korban Covid-19 di TPU yang dekat rumah mereka, Selasa (24/3). 

Medan (SIB)
Puluhan warga Simalingkar B Kecamatan Medan Tuntungan, Selasa (24/3) mendatangi Kantor Kelurahan melakukan aksi protes dan keberatan atas pemakaman seorang pasien korban Covid-19 di Kompleks Taman Pemakaman Umum (TPU) Pemda sehari sebelumnya.

Kedatangan warga yang dipimpin Lamlam Tarigan dan Ngikut Gurusinga diterima Lurah Simalingkar B, P Pangaribuan. Dalam protesnya, warga menyatakan kekecewaannya terhadap pemerintah khususnya Pemko Medan yang melakukan penguburan korban Covid-19, Aswin Ginting tanpa pemberitahuan kepada masyarakat.

Warga menyatakan keberatannya karena takut efek samping pemakaman korban Corona di pemakaman yang dekat dengan perumahan mereka. Disebutkan warga menurut cerita, di Wuhan awalnya ada korban dan dikuburkan di kampungnya. Namun akibatnya, banyak warga yang tertular dan virus itu berkembang dengan cepat.

Warga menyebutkan, mereka tidak ingin terkena efek virus Corona akibat adanya pemakaman korban di TPU Pemda di Simalingkar B Medan. Warga berharap lurah mempertanyakan kepada para ahli, efek kalau ada pemakaman korban Corona terhadap warga sekitar dan bagaimana penanganannya, agar semua merasa nyaman.

Salah seorang warga, Manampin Siregar mengusulkan kalau ada efek sampingnya, hendaknya dibuat pemakaman khusus untuk korban Corona yang meninggal. Kalaupun harus dikuburkan di TPU Simalingkar B, warga berharap agar ada perhatian pemerintah terhadap warga seperti melakukan penyemprotan disinfektan dan membagikan masker gratis dan lainnya. Selain itu, diharapkan ada sosialisasi kepada masyarakat agar semua mengerti, ujarnya.

Menanggapi itu Lurah Pangaribuan mengatakan, dirinya juga dikabari ada pemakaman setelah korban dalam perjalanan ke pemakaman. Dirinya mengaku tidak tahu kalau ada rencana pemakaman korban Corona di TPU Simalingkar B.

Lurah juga mengaku dirinya “diusir” istri setelah menghadiri pemakaman korban Corona kemarin. Artinya dirinya juga menjadi korban pemakaman kemarin. Disebutkannya, korban terpaksa dikebumikan di TPU Simalingkar B, karena di kampungnya ditolak.

“Jadi harus bagaimana, kalau ada korban yang hendak dikebumikan di TPU Simalingkar B. Saya sudah bilang agar melapor ke masyarakat, kalau tidak ada yang keberatan, silahkan dikubur di sana,” ujar lurah.

Terkait permintaan warga, lurah menyebutkan pihaknya akan menghubungi Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang membawahi TPU. Lurah mengusulkan agar dilakukan penyemprotan disinfektan ke rumah warga yang berdekatan dengan TPU.

Saat ini Pemko Medan sedang melakukan penyemprotan disinfektan, khususnya di Simalingkar B masih di gereja Katolik dan akan terus ke gereja dan rumah ibadah lainnya.

Pada saat itu juga lurah menghubungi Dinas Kebersihan dan Pertamanan via selularnya. Hasilnya, pihak Dinas DKP menyanggupi penyemprotan disinfektan ke rumah warga, namun pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemko melalui Gugus Tugas yang sudah dibentuk dan pihak TPPD. Lurah juga menegaskan akan menyurati pihak terkait untuk menyampaikan keluhan masyarakat. (M13/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments