Sabtu, 25 Jan 2020
  • Home
  • Headlines
  • DPRDSU Tanya BBPJN Terkait Realisasi Pembangunan Jalan Tol Medan - Berastagi

DPRDSU Tanya BBPJN Terkait Realisasi Pembangunan Jalan Tol Medan - Berastagi

* Jalan Tol Belum Ada Kepastian, Tapi Pembangunan Kantilever Dimulai 2020
redaksisib Rabu, 15 Januari 2020 11:32 WIB
joss.co.id
Ilustrasi
Medan (SIB)
Komisi D DPRD Sumut mempertanyakan BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) II Medan tentang realisasi pembangunan jalan tol Medan - Berastagi yang dituntut masyarakat, guna menghindari terjadinya kemacetan arus lalu lintas dari dan ke Medan - Berastagi.

Hal itu ditegaskan Ketua Komisi D DPRD Sumut H Anwar Sani Tarigan ketika memimpin rapat dengar pendapat dengan BBPJN II Medan, yang dihadiri Sekretaris dan anggota Komisi D Parlaungan Simangunsong, Rony Reynaldo Situmorang, H Wagirin Arman, Ari Wibowo, Yuli Azmi dan lainnya, Selasa (14/1) petang di DPRD Sumut.

"Saya selaku anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat kembali mempertanyakan nasib rencana pembangunan jalan tol Medan - Berastagi yang sudah berulangkali dituntut masyarakat, bahkan sudah mendatangi Kementerian PUPR di Jakarta agar disegerakan pembangunannya," ujar Anwar Sani.

Tapi faktanya sampai saat ini belum ada realisasinya. Bahkan dari beberapa kali pertemuan Komisi D dengan Kementerian PUPR di Jakarta, diinformasikan pembangunan jalan tol ini diganti dengan pembangunan atau pelebaran jalan di sejumlah titik rawan macet dengan pembangunan sistem kantilever (beton bertulang).

"Proyek kantilever ini dijanjikan akan dimulai dibangun pada 2020 ini. Tapi faktanya kita lihat belum ada tanda-tandanya. Padahal jalan Medan-Berastagi tetap terjadi kemacetan panjang. Jika memang aspirasi kami tidak didengar, biar kami tahu untuk melakukan rencana selanjutnya," tandas Anwar Sani.

Menjawab pertanyaan dewan, Kepala BBPJN II Medan Bambang Perdede didampingi Kasi Perencanaan Pataroni S Manurung mengatakan dari sisi ekonomi pembangunan Tol Medan- Berastagi memang layak untuk dibangun.

Namun dari sisi finansial, ujar Pardede, kurang layak karena biaya pembangunannya sangat besar bisa mencapai Rp8 triliun lebih. "Mengingat medannya berbukit maka bentuk jalan tol yang akan dibangun nantinya seperti jembatan panjang kecuali jalan mulai dari Berastagi ke Kabanjahe," kata Pardede.

Diakuinya, BBPJN II Medan bersama Ikatan Cendikiawan Karo sudah berulang kali membahas pembangunan jalan tol tersebut. "Bahkan kami bersama sudah pernah ke pusat untuk menyampaikan usulan tersebut. Namun kembali lagi gagal," ujar Pataroni S Manurung.

Untuk kesekian kalinya, ujar Manurung, pembangunan jalan tol Medan - Berastagi kembali gagal dikerjakan pada tahun 2020 ini dan belum ada kepastian dari pemerintah pusat, kapan proyek akan dilaksanakan.

Sedangkan pembangunan jalan Tol Tebingtinggi- Indrapura, tambah Pardede, pekerjaan fisiknya sudah dimulai. Sedangkan pembangunan jaln tol Indrapura-Kisaran belum dimulai. Tapi sudah masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) yang tidak lama lagi akan dimulai.

Di akhir pertemuan, Anwar Sani mengingatkan BBPJN untuk memperhatikan kondisi ruas jalan Merek- Sidikalang yang masih banyak belum sesuai standar jalan nasional atau lebarnya kurang dari enam meter, sehingga perlu menjadi perhatian serius agar tidak mengganggu pengguna jalan. (M03/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments