Minggu, 19 Jan 2020
  • Home
  • Headlines
  • DPRDSU Minta Poldasu Usut Tuntas Kelompok Pria Bersenjata Penyerang Warga Selambo

DPRDSU Minta Poldasu Usut Tuntas Kelompok Pria Bersenjata Penyerang Warga Selambo

* Selidiki Siapa Aktor Intelektual Maupun Mafia Tanah Dibalik Penyerangan
Sabtu, 29 September 2018 10:41 WIB
SIB/INT
Ilustrasi
Medan (SIB)- Ketua Komisi A DPRD Sumut HM Nezar Djoely meminta Poldasu mengusut tuntas kelompok pria yang menggunakan berbagai jenis senjata tajam menyerang dan menjarah pemukiman warga di lahan garapan Jalan Selambo Ujung Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang, guna menghindari  konflik berkepanjangan di kawasan lahan garapan tersebut.

"Kapoldasu kita harapkan segera memerintahkan Kapolrestabes Medan untuk melakukan pengusutan siapa sebenarnya kelompok pria bersenjata yang menyerang warga Selambo sekaligus menyelidiki adanya indikasi aktor intelektual atau mafia tanah di belakang kelompok penyerang tersebut," ujar Nezar Djoely kepada wartawan, Jumat (28/9) di DPRD Sumut.

Selain itu, ujar Nezar yang juga politisi Partai Nasdem itu, pihaknya juga meminta Poldasu  untuk memberikan perlindungan keamanan terhadap warga yang bermukim di lahan garapan Selambo Ujung, guna menghindari semakin resahnya  masyarakat akan kelakuan kelompok penyerang.

"Perlakuan kelompok pria bersenjata itu sangat tidak manusiawi, karena menyerang masyarakat secara membabi-buta, sehingga ada warga yang mengalami patah di bagian tangan kanan karena dipukul dengan balok dan 6 rumah warga dan dua  sepeda motor dirusak serta bak mobil Colt Diesel dibakar," tandas Nezar.

Seperti diberitakan, sekira pukul 08.00 WIB, seratusan pria memakai penutup mulut/masker dengan menenteng senjata tajam (sajam) jenis samurai, klewang, tombak, kapak, kayu berujung paku, senapan angin, balok kayu, petasan/mercun tembak "menyerbu"  dan merusak pemukiman warga Jalan Selambo Ujung Desa Amplas, sehingga warga berhamburan menyelamatkan diri.

Atas peristiwa yang tergolong brutal itu, Nezar berharap kepada aparat kepolisian untuk bergerak cepat melakukan pengusutan secara tuntas sekaligus mengungkap apa sebenarnya motif  di balik penyerangan warga tersebut.  "Kita ingin tahu siapa aktor intelektual di balik peristiwa itu," katanya.

Selesaikan Lahan Eks HGU
Di bagian lain keterangannya, Nezar juga mendesak Gubsu Edy Rahmayadi untuk segera menyelesaikan kasus kepemilikan lahan eks HGU (Hak Guna Usaha) PTPN 2 seluas 5.873 hektar yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota, agar pertikaian antara rakyat dan kelompok-kelompok tertentu dapat segera dituntaskan.
"Segera data siapa pemilik lahan yang sah terhadap lahan eks HGU tersebut, karena rakyat juga memiliki hak sesuai dengan surat-surat yang mereka miliki. Jangan hanya institusi maupun kelompok tertentu yang bisa menguasai lahan," tandas Nezar.

Selain itu, anggota dewan Dapil Kota Medan ini juga mengkritik kinerja Pansus Penyelesaian Tanah DPRD Sumut yang belum memfinalkan hasil kinerjanya terhadap 5.873 hektar lahan eks HGU, karena masih terkendala data-data maupun peta lokasi lahan dari pihak PTPN.

"Jika data-data dan peta lokasi lahan eks HGU ini bisa didapat Pansus DPRD Sumut, diyakini persoalan perebutan lahan eks HGU ini akan segera berakhir, karena lahan yang menjadi perseteruan akan dibagi kepada masyarakat yang berhak sesuai dengan data-data kepemilikannya," ujar Nezar seraya berharap kepada PTPN 2 untuk bekerja-sama dengan Pansus DPRD Sumut dalam menyelesaikan persoalan lahan eks HGU dimaksud. (A03/l)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments