Kamis, 19 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • DPRDSU Kecewa, Destinasi Pariwisata Religi di Barus Tapteng Nyaris Terlupakan

DPRDSU Kecewa, Destinasi Pariwisata Religi di Barus Tapteng Nyaris Terlupakan

* Anggaran Untuk Masjid Sudah Dibahas di KUA PPAS 2018, Tapi "Hilang Misterius"
admin Rabu, 11 September 2019 09:25 WIB
SIB/Dok
Kabid Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Budaya dan Pariwisata Sumut Drs. Unggul Sitanggang, M.S
Medan (SIB) -Kalangan DPRD Sumut Dapil (daerah pemilihan) IX wilayah Tapanuli kecewa. Daerah titik nol peradaban Islam pertama masuk ke Indonesia di Barus Tapteng sebagai salah satu destinasi pariwisata religi nyaris terlupakan, karena Pemprov Sumut tidak menindaklanjuti dengan mengalokasikan anggarannya di APBD Sumut.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Sumut Dapil IX Ir Juliski Simorangkir dan Jubel Tambunan kepada wartawan, Senin (9/9) di DPRD Sumut menanggapi tidak diakomodirnya anggaran pembangunan dua mesjid bersejarah di Barus dalam APBD Sumut TA 2020.

"Barus merupakan titik nol masuknya Islam pertama kali di Indonesia, sepertinya kurang dapat perhatian dari pemerintah provinsi," ujar Juliski Simorangkir dan Jubel Tambunan.

Juliski menyebutkan, Presiden Joko Widodo berkunjung ke Tapteng meresmikan Barus sebagai titik nol peradaban masuknya Islam pertama kali ke Indonesia. Pada waktu itu Barus merupakan daerah pelabuhan Internasional.

"Kemudian Pemkab Tapteng menindaklanjuti kunjungan Presiden Jokowi ke Barus, dengan merencanakan mengembangkan dua masjid bersejarah di Tapteng, karena titik nol di Barus akan dijadikan daerah pariwisata religi Internasional," ujar Juliski.

Untuk mengembangkan dua masjid bersejarah di Barus, lanjut Jubel, anggaran Pemkab Tapteng sangat terbatas, sehingga Bupati Tapteng Bahtiar Ahmad Sibarani bersama 28 anggota DPRD Tapteng dan sejumlah pejabat SKPD Pemkab Tapteng beraudiensi ke Ketua DPRD Sumut mengusulkan agar mengalokasikan anggaran pembangunan dua masjid 'bersejarah' itu di APBD Sumut.

"Pembangunan masjid tersebut menindaklanjuti semangat dan usulan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kecamatan Barus, Tapteng pada 24 Maret 2017. Komisi E DPRD Sumut juga sudah membahas dan disetujui anggaran berupa dana Bansos (bantuan sosial) sebesar Rp30 miliar masuk dalam KUA PPAS 2018, tapi tiba-tiba "hilang misterius" (tidak masuk) di-APBD Provsu tahun 2018. Tentunya masyarakat sangat kecewa," ujar Juliski.

Pada saat Bupati dan anggota DPRD Tapteng berkunjung ke DPRD Sumut, ungkap Juliski, diketahui anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp20,5 miliar untuk pembangunan Masjid Agung Barus dan Rp 20 miliar untuk pembangunan Masjid Al Muslimin Pandan.

Sepertinya tambah Jubel Tambunan dari Partai NasDem ini, Pemprov Sumut belum tergugah hatinya menjadikan Barus sebagai salah satu destinasi pariwisata internasional, terbukti dari anggaran Bansos untuk dua masjid 'bersejarah' di Tapteng hilang misterius. Padahal, Barus berpeluang menjadi daerah destinasi pariwisata religi nasional, sebab dari Bandara Silangit tidak jauh ke Barus hanya ditempuh 2 jam.

"Titik nol di Barus bersejarah bagi Sumut. Kita berharap kepada Pemprov Sumut harus lebih peduli terhadap rumah ibadah bersejarah," ujar Jubel sembari meminta sikap Pemprov Sumut mendukung upaya Pemkab Tapteng menjadikan Barus destinasi pariwisata setelah Danau Toba, dengan mengalokasikan anggarannya di APBD TA 202.

Keterbatasan Anggaran
Sementara itu, Kabid Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Budaya dan Pariwisata Sumut Drs Unggul Sitanggang MSi, mengatakan pihak Pemprov Sumut, khususnya Dinas Budaya dan Pariwisata Sumut tetap komit untuk menindaklanjuti usulan para dewan. Namun karena keterbatasan anggaran program tersebut terpaksa ditunda dan akan diusulkan kembali tahun depan.

Menurut dia, semua yang diprogramkan dan diusulkan dewan itu sangat baik untuk pembangunan Sumut Bermartabat. "Cuma itu tadi, anggaran kita kan terbatas. Makanya tahun mendatang kita akan kembali menganggarkannya dan mudah-mudahan terealisasi," ujarnya.

Demikian juga pembangunan dua masjid bersejarah di Barus dalam APBD Sumut TA 2020, menurutnya tetap menjadi perhatian Pemprov Sumut melalui Dinas Budaya dan Pariwisata Sumut. "Kita akan tampung dan ditindaklanjuti tahun depan. Kita sangat ingin dua masjid bersejarah ini terbangun. Namun karena rasionalisasi anggaran saat ini, makanya pembangunannya tertunda," paparnya.

Menurut dia, kawasan Barus dan sekitarnya merupakan program prioritas Pemprov Sumut untuk destinasi wisata religius. Sekaligus juga merupakan program terintegrasi untuk mewujudkan visi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk menuju Sumut lebih Bermartabat, yang dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan anggaran.

Dikatakan dia, pada prinsipnya Disbudpar Sumut sudah melakukan pemugaran Makam Mahligai di Barus di 2017 dan 2018 atas kerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumut dan Aceh. "Juga terdapat beberapa lokasi bersejarah penyebaran agama Islam, seperti Makam Papan Tinggi, Andam Dewi dan situs penyebaran Kristen di Tapteng yang hal ini akan dijadikan sebagai kawasan wisata religi, yang penanganannya sesuai dengan undang-undang Cagar Budaya. Tentunya dengan sinergi dengan stakeholder terkait untuk kesejateraan masyarakat," ucapnya.(M03/M11/d/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments