Minggu, 20 Sep 2020

DPRDSU: Pertahankan Objek Wisata Haranggaol

* Segera Perbaiki Infrastruktur Jalan
admin Selasa, 11 Juni 2019 09:08 WIB
Objek Wisata Haranggaol
Medan (SIB) -Kalangan DPRD Sumut mendesak Pemprovsu dan Pemkab Simalungun untuk bergerak cepat memperbaiki infrastruktur jalan yang kondisinya hancur-hancuran ke objek wisata Haranggaol Kabupaten Simalungun, guna menyelamatkan kawasan Danau Toba itu sebagai tempat berlibur bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Desakan itu diungkapkan anggota Komisi B DPRD Sumut Richard P Sidabutar dan Ketua Komisi E Robert Tobing kepada wartawan, Senin (10/6) di DPRD Sumut menanggapi daerah objek wisata Danau Toba Haranggaol sebagai tempat berlibur terancam tinggal kenangan.

"Haranggaol yang merupakan salah satu objek wisata primadona bagi wisatawan lokal maupun mancanegara harus segera diselamatkan dari keterpurukan. Segera perbaiki infrastruktur jalan yang kondisinya hancur-lebur, agar ketenaran Haranggaol tidak tinggal kenangan," ujar Richard.

Menurutnya, Pemprov Cq Dinas BMBK (Bina Marga dan Bina Konstruksi) Sumut harus secepatnya mengalokasikan anggaran perbaikan jalan menuju objek wisata Haranggaol tersebut di APBD Sumut, agar ketenaran objek wisata yang memiliki panorama yang indah dengan udaranya yang sejuk serta menakjubkan bisa kembali dikunjungi wisatawan.

"Sangat disayangkan, Haranggaol yang sudah terkenal akan terlupakan dikarenakan infrastruktur yang rusak parah dan sulit dilalui kendaraan, sehingga wisatawan enggan berkunjung untuk menikmati keindahan alamnya," tegas Robert Tobing.

Perlu diketahui, ujar Richard dan Robert, sejak 2016 pemerintah telah menetapkan Danau Toba termasuk Haranggaol sebagai destinasi wisata nasional dan sudah menjadi kewajiban pemerintah memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak, guna menyukseskan program pemerintah menjadikan Danau Toba sebagai KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional).

"Segera sempurnakan infrastruktur sekaligus memperbaiki sarana dan prasana yang sudah diprogramkan, karena pembangunan infrastruktur saja tidak cukup. Tapi mesti diikuti dengan pengembangan dan kesiapan kapasitas masyarakat lokal dalam mengelola kawasan wisata," ujarnya.

Begitu juga masyarakat maupun pengusaha yang memiliki KJA (Keramba Jaring Apung) di Haranggaol, ujar Robert, sebaiknya mematuhi anjuran pemerintah untuk membersihkan kawasan itu dari KJA, agar air danau yang selama ini sudah tercemar akibat pakan ternak ikan dapat disterilkan.

"Sepinya kunjungan wisatawan ke Haranggaol tidak hanya pengaruh kerusakan infrastruktur jalan, tapi juga akibat semakin tercemarnya atau joroknya air Danau Toba dari limbah KJA, sehingga air danau terlihat kotor akibat sudah bercampur limbah pakan ternak," tandasnya.

Seperti diberitakan, kurang lebih 10 tahun silam, Danau Toba wilayah Haranggaol Horison Kabupaten Simalungun merupakan salah satu tujuan kunjungan primadona wisatawan lokal maupun mancanegara kini terlihat sepi pengunjung, akibat hancur-leburnya jalan. (M03/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments