Kamis, 24 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • DPRD Medan Minta Imigrasi Perketat Pengawasasn WNA

Tahun 2019 Kanim Kelas I Polonia Terbitkan 60.284 Paspor

DPRD Medan Minta Imigrasi Perketat Pengawasasn WNA

redaksisib Rabu, 15 Januari 2020 12:05 WIB
SIB/Dok
Cenderamata : Plt Kakanim Kelas 1 TPI Polonia, Sabarita Ginting menyerahkan cenderamata kepada Ketua Komisi I DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong SPdI saat melakukan Kunker, Selasa (14/1).
Medan (SIB)
Komisi I DPRD Kota Medan meminta pihak keimigrasian memperketat pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang menempati apartemen di Podomoro dan hotel-hotel di Kota Medan.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Rudyanto Simangunsong SPdI kepada petugas Imigrasi saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) bersama anggota Komisi I lainnya, Selasa (14/1).

Disebutkannya, pengawasan ketat dari pihak imigrasi sangat diperlukan memantau para orang asing tidak menyalahi izin tinggal dan overstay. "Imigrasi bertugas dalam pengawasan orang asing di Indonesia dalam rangka menjaga tegaknya kedaulatan bangsa," katanya.

Sementara anggota Komisi I DPRD Medan, Abdul Rani, mempertanyakan kelebihan e-paspor yang mulai aktif pengurusannya di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia pada 26 Januari 2020. Kemudian masalah TKI, apa upaya Imigrasi mencegah kebobolan terhadap pemberangkatan illegal dan tidak sesuai prosedur.

Menanggapi itu, Plt Kakanim Kelas 1 Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Polonia, Sabarita Ginting menjelaskan, bahwa pihaknya terus melakukan penyisiran terhadap hotel-hotel dan penginapan di Kota Medan. Pihak hotel harus melaporkan kepada pihak imigrasi tentang status kewarganegaraan tamunya. "Tapi sampai saat ini hotel-hotel yang masuk di wilayah kerja kami belum ada tamu orang asingnya. Dan kami juga menyisir rumah-rumah penduduk yang menginapkan orang asing," ungkapnya.

Sedangkan untuk apartemen Podomoro, Sabarita mengakui akses imigrasi memasuki gedung-gedung tinggi itu sangat terbatas. Sama halnya sama di Jakarta. Tapi karena ada kerjasama dengan tim Pengawasan Orang Asing (Pora) dengan Pemda setempat, hingga dapat diketahui siapa yang memiliki tempat tersebut.

"Podomoro masuk wilayah kerja Kanim khusus Gatot Subroto. Tapi kita barangkali bisa operasi bersama, yang dikelola divisi imigrasi dan akan membuat tim lagi dari DPRD untuk mengawasi tamu WNA di Podomoro," ucapnya.

Ia juga memaparkan total penerbitan paspor periode Januari-Desember 2019 sebanyak 60.284 dan 172 orang permohonannya ditolak karena data TKI non prosedural. Untuk total kedatangan WNI dan WNA sebanyak 116 orang dan total keberangkatan 265 orang.

"Kalau pelayanan WNA yang masuk ada 203 orang dari 27 kebangsaan, paling banyak dari Filipina, Malaysia, China, India dan Korea Selatan. Untuk tindakan keimigrasian yang dideportasi sebanyak 26 orang ada dari China, Banglades, Malaysia dan Timor Leste," paparnya. (M13/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments